Tuesday, February 25, 2014

Biografi Cut Meutia (1870-1910)

Biografi Cut Meutia (1870-1910) - Pada kesempatan kali ini, membumikan pendidikan akan share mengenai biografi dari salah satu pahlawan Indonesia, ia adalah Tjoet Nyak Meutia atau sering kita kenal dengan nama Cut Meutia. Sebagai pahlawan dari golongan perempuan, beliau dengan gigih mempertahankan tanah air tercinta Indonesia. Langsung saja berikut biografi beliau.
Biografi Cut Meutia (1870-1910)

Perjuangan Tjoet Nyak Meutia

Lahir di Pirak, Keureutoe Aceh Utara pada tahun 1870. Wafat dan dimakamkan di Alue Kurieng pada tanggal 24 Oktober 1910. Beliau bernama lengkap Cut Nyak Meutia. Cut Meutia merupakan salah satu pejuang perempuan yang berasal dari Aceh. Beliau terkenal dengan keberanian, keteguhan jiwa dan daya juangnya. Cut Meutia melakukan perlawanan terhadap bangsa Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Cik Tunong.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, Teuku Cik Tunong tertangkap bangsa Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe. Sebelum meninggal, beliau berpesan kepada sahabatnya Pang Nagroe agar mau menikahi istrinya dan merawat anaknya yang bernama Teuku Raja Sabi.

Cut Meutia kemudian menikah dengan Pang Nagroe sesuai wasiat suaminya dan bergabung dengan pasukan lainnya di bawah komando Teuku Muda Gantoe. Pada saat pertempuran di Korps Marsose di Paya Cicem, Cut Meutia dan para wanita pejuang lainnya melarikan diri ke hutan. Pang Nagroe sendiri terus melakukan perlawanan hingga akhirnya gugur pada tanggal 26 September 1910. Cut Meutia terus bangkit melakukan perlawanan bersama sisa pasukannya hingga akhirnya pada tanggal 24 Oktober 1910 beliau gugur saat menghadapi bangsa Belanda di Alue Kurieng.

Cut Meutia dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan SK Presiden No 107/1964.

Demikianlah biografi singkat tentang pahlawan perempuan Indonesia yaitu Cut Meutia. Semoga bisa membuka wawasan kebangsaan sahabat-sahabat membumikan pendidikan mengenai bagaimana pendiri negara tercinta ini memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan begitu gigih tanpa mengenal lelah. Sebagai penerus bangsa, kita harus mempertahankan dan mengajarkan kepada anak-anak didik kita untuk terus berjuang menggapai cita-citanya.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon