Tuesday, February 25, 2014

Biografi Teuku Cik Di Tiro (1836-1891)

Biografi Teuku Cik Di Tiro (1836-1891) - Sahabat membumikan pendidikan yang budiman, setelah pada kesempatan sebelumnya blog membumikan pendidikan telah share mengenai biografi Cut Meutia (Baca: disini). Maka kali ini membumikan pendidikan akan share masih mengenai biografi pahlawan Indonesia dari daerah Aceh tepatnya dari daerah Pidie, ia adalah Teuku Cik Di Tiro. Siapa yang tidak kenal dengan pahlawan yang pertama kali mencetuskan angkatan perang sabil untuk memperjuangkan bangsa Indonesia melawan Belanda ini? Kalau sahabat-sahabat belum mengetahuinya, maka berarti sahabat-sahabat sudah tepat membaca postingan ini. Langsung saja simak berikut uraian ringkasnya. Selamat membaca sahabat!
Biografi Teuku Cik Di Tiro (1836-1891)

Teuku Cik Di Tiro

Lahir di Cumbok Lamlo Tiro daerah Pidie Aceh pada tahun 1836. Wafat di Aneuk Galong pada bulan Januari tahun 1891. Nama sebenarnya adalah Muhammad Saman. Teuku Cik Di Tiro merupakan gelar turunan yang beliau dapatkan setelah pamannya meninggal.
Sejak kecil beliau suka bergaul dengan para santri. Ilmu agama mula-mula didapatkan dari ayahnya dan kemudian terus beliau kembangkan melalui pamannya. Pada prinsipnya, beliau dibesarkan dalam lingkungan agama yang ketat. Ketika beliau menunaikan ibadah haji di Makkah, beliau memperdalam lagi ilmu agamanya dan menjumpai para pemimpin di sana. Mengetahui bahwa para pemimpin di Makkah itu juga melakukan perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme sesuai dengan ajaran yang diyakininya beliau pun juga bertekad memperjuangkan bangsa dan agama meskipun harus mengorbankan banyak harta benda dan juga nyawa.

Perjuangan Teuku Cik Di Tiro

Perlawanannya yang terkenal melawan bangsa Belanda adalah Perang Sabil. Dimana beliau berhasil merebut banteng musuh satu per satu. Beberapa waktu kemudian perang menjadi semakin surut karena satu hal. Tetapi, Muhammad Hasan membangkitkan kembali perlawanan terhadap bangsa Belanda dengan mengumpulkan para pejuang yang masih tersebar di beberapa tempat. Dengan kekuatan itu beliau membentuk sebuah angkatan perang yang dinamakan Angkatan Perang Sabil. Kemudian beliau mengumumkan bahwa perang yang akan dilancarkan adalah perang melawan kaum kafir.

Cerita perjuangannya melawan kolonial Belanda sangat panjang, beliau dikenal bertekad baja. Beliau hanya mau berdamai dengan bangsa Belanda apabila orang Belanda mau menjadi Islam. Perjuangannya yang sangat ulet itu berakhir ketika beliau memakan makanan yang telah diberi racun atas dasar siasat bangsa Belanda. Kemudian beliau dibawa ke Aneuk Galong untuk diobati tetapi nyawanya tetap tidak tertolong. Januari 1891 beliau wafat dan disusul oleh Panglima Polim yang juga meninggal. Dengan meninggalnya dua tokoh Aceh itu, perlawanan dari daerah Aceh pada sejenak hingga munculnya Teuku Umar.

Teuku Cik Di Tiro diberi anugerah sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan berdasarkan SK Presiden RI No. 87/TK/Tahun 1973.

Demikianlah biografi singkat tentang salah satu pahlawan Indonesia yaitu Teuku Cik Di Tiro. Semoga bisa membuka wawasan kebangsaan sahabat-sahabat membumikan pendidikan mengenai bagaimana pendiri negara tercinta ini memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan begitu gigih tanpa mengenal lelah. Sebagai penerus bangsa, kita harus mempertahankan dan mengajarkan kepada anak-anak didik kita untuk terus berjuang menggapai cita-citanya.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon