Thursday, February 27, 2014

Biografi Teuku Nyak Arif (1899-1946)

Biografi Teuku Nyak Arif (1899-1946) - Sahabat membumikan pendidikan yang budiman, pada kesempatan yang berbahagia kali ini membumikan pendidikan akan share mengenai salah satu pahlawan nasional. Dia yang berani melucuti senjata milik Jepang sehingga muncul perang yang dikenal dengan perang Bireun. Dia adalah Teuku Nyak Arif. Jika sahabat-sahabat ingin mengetahui kenapa perang tersebut sampai meletus, maka sahabat-sahabat tepat membuka postingan ini. Berikut membumikan pendidikan ulas secara ringkas tentang biografi beliau berikut perjuangannya dan sampai terjadinya perang tersebut. Selamat membaca!
Biografi Teuku Nyak Arif (1899-1946) 

Lahir di Ulee-lee Banda Aceh pada 17 Juli 1899. Wafat di Takengon pada tanggal 4 Mei 1946. Beliau merupakan lulusan Pendidikan OSVIA (Sekolah Pamong Praja) tahun 1915. Setelah tamat sekolah, beliau kembali ke Banda Aceh. Tahun 1919 beliau diangkat menjadi ketua Nationale Indische Partij cabang Banda Aceh. Selain menjadi ketua NIP, Teuku Nyak Arif juga pernah menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) selama satu periode. Selama beliau menjabat sebagai anggota Volksraad, beliau kerap mengkritik pemerintah Hindia Belanda yang banyak merugikan rakyat.

Baca juga: Biografi Teuku Cik Di Tiro (1836-1891)

Perjuangan Teuku Nyak Arif

Ketika zaman Jepang, beliau juga ditunjuk menjadi anggota Aceh Syu Sangikai (Dewan Rakyat Aceh) dan Sumatera Cuo Sangi In (Dewan Rakyat Sumatera). Meskipun dua lembaga tersebut merupakan bentukan Jepang, beliau sering melakukan gerakan bawah tanah untuk menentang Jepang. Setelah kemerdekaan Republik, Teuku Nyak Arif diangkat menjadi Residen Aceh. Tidak lama setelah hal itu terjadi perang antara Pejuang Aceh dengan tentara Jepang yang dikenal dengan sebuatan Krueng Panjo/Bireun. Perang tersebut meletus setelah Teuku Nyak Arif mencoba melucuti senjata tentara Jepang yang masih tersisa di Aceh.

Selain dipusingkan dengan perang melawan tentara Jepang, beliau juga menghadapi masalah pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok agama di Aceh. Sebagai residen, beliau rela menyerahkan diri kepada laskar Mujahidin dan tentara perlawanan rakyat agar tidak terjadi pertumpahan darah. Setelah itu, beliau dibawa ke Takengon dan di tempat itulah penyakit gulanya kambuh. Penyakit tersebut membuat kesehatannya semakin memburuk dan akhirnya meninggal.

Beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 071/TK/1974.

Demikianlah biografi singkat tentang salah satu pahlawan Indonesia yaitu Teuku Nyak Arif. Semoga bisa membuka wawasan kebangsaan sahabat-sahabat membumikan pendidikan mengenai bagaimana pendiri negara tercinta ini memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan begitu gigih tanpa mengenal lelah. Sebagai penerus bangsa, kita harus mempertahankan dan mengajarkan kepada anak-anak didik kita untuk terus berjuang menggapai cita-citanya.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon