Thursday, May 22, 2014

Guru Ujung Tombak Pendidikan

Guru Ujung Tombak Pendidikan - Guru merupakan elemen terpenting dalam sebuah system pendidikan. Ia merupakan ujung tombak (baca juga postingan: Guru Idola Siswa). Proses belajar siswa sangat dipengaruhi oleh bagaimana siswa memandang guru mereka. Kepribadian guru seperti memberikan perhatian, hangat, suportif (memberi semangat), diyakini bisa member motivasi yang pada gilirannya meningkatkan prestasi belajar siswa. Empati yang tepat seorang guru kepada siswanya membantu perkembangan prestasi akademik mereka secara signifikan. Guru juga perlu membangun citra yang positif tentang dirinya jika ingin agar siswanya member respon dan bisa diajak bekerjasama dalam proses pembelajaran. Lebih jauh, rasa hormat dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh seorang guru merupakan syarat utama kesuksesan siswa. Sebagaimana halnya orang dewasa, pemenuhan aspek psikologis siswa akan membantu mereka berusaha menunjukkan kemampuan terbaik yang bisa mereka lakukan dan secara otomatis akan meningkatkan prestasi belajar mereka (baca juga postingan: Guru yang Konselor; Sebuah Renungan untuk Guru).

Jackson (1999) mengemukakan bahwa guru yang humanis (baca juga postingan: Fondasi Humanisme dalam Pendidikan) –bertindak sebagai seorang manusia biasa di samping sebagai seorang guru, menaruh rasa hormat dan penghargaan kepada siswa-- merupakan factor yang menentukan persepsi siswa tentang kemampuan guru menciptakan atmosfir yang kondusif untuk belajar. Dalam suasana demikian, siswa merasa leluasa bertanya dan memberikan komentar, mendekati guru untuk melakukan pembicaraan (face to face), dan secara keseluruhan akan membuat ruang kelas menjadi penuh semangat dan antusias. Dengan mengembangkan kemampuan berkomunikasi antar individu dan kepekaan terhadap kebutuhan emosional siswa, berarti guru telah memasuki zona belajar (realm of learning) yang sesungguhnya (Rogers and Renard, 1999). Jika proses pembelajaran di sekolah memenuhi kebutuhan-kebutuhan emosional siswa, maka kemungkinan besar proses belajar akan berjalan dengan lancer dan berhasil.

Guru Ujung Tombak PendidikanPerilaku guru tidak hanya menentukan kesuksesan atau kegagalan sebuah kurikulum, tetapi secara independen juga memiliki pengaruh terhadap efektivitas sekolah. Hasil studi Cole and Chan (1994), menemukan bahwa sifat-sifat personal guru seperti memberikan kepercayaan terhadap siswa, bersedia mendengar apa yang disampaikan siswa dan tidak mendominasi jalannya proses belajar mengajar menjadi sangat menentukan dalam membangun suasana belajar dalam kelas yang kondusif. Lebih lanjut, bahwa kepercayaan menjadi efektif khususnya ketika berhadapan dengan siswa yang memiliki persoalan pribadi. Mendengar secara aktif memungkinkan guru memahami apa yang terjadi di kelas dan pada waktu yang bersamaan mendorong siswa untuk lebih banyak aktif dalam percakapan serta mendorong siswa berani mengungkapkan ide-ide mereka.

Penguasaan guru terhadap bidang studi yang diajarkan merupakan dimensi lain yang mempengaruhi persepsi siswa terhadap kualitas kelas dan pada gilirannya berpengaruh pula terhadap prestasi mereka. Lebih jauh, persiapan guru, penguasaan diri, kemampuan menyampaikan bahan ajar, pemakaian metode presentasi yang tepat, kemampuan menjawab pertanyaan dan membuat siswa memahami tujuan pengajaran dengan jelas juga merupakan factor yang mempengaruhi keberhasilan belajar dan pandangan siswa terhadap guru.

Sebaliknya, guru yang dalam pandangan siswa kurang mempersiapkan bahan pelajarannya, kurang mampu mengorganisir pendekatan terhadap kelas dan bahan ajarnya, menyampaikan konsep yang tidak benar serta memakai metode yang tidak tepat, tidak memiliki pengaruh terhadap peningkatan prestasi siswa. Dengan demikian, harapan pendidikan terletak kepada para guru, maju dan mundurnya generasi bangsa ada di tangan kita wahai guru pahlawan tanpa tanda jasa. Marilah kita junjung tinggi profesionalitas dan buang sikap capital dan hedonis. Sukses untuk semua Guru.


Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon