Thursday, May 08, 2014

Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar

Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar - Dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki seni dalam mengajar. Oleh karena itu, untuk mencapai interaksi belajar mengajar yang efektif sudah barang tentu perlu adanya komunikasi yang jelas antara guru (pendidik) dengan siswa (peserta didik). Sehingga terpadunya dua kegiatan, yakni kegiatan mengajar (usaha guru) dengan kegiatan belajar (tugas siswa) yang berdaya guna dalam mencapai tujuan pengajaran.

Sering kita jumpai kegagalan dalam pengajaran disebabkan lemahnya sistem komunikasi. Untuk itulah guru perlu mengembangkan pola komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengajar. Sudjana (2009: 31) mengemukakan bahwa ada tiga pola komunikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan interaksi dinamis antara pendidik dengan peserta didik.
  • Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah
Dalam komunikasi ini, guru berperan sebagai penerima aksi. Guru aktif siswa pasif. Seperti ceramah, pada dasarnya adalah komunikasi satu arah atau komunikasi sebagai aksi. Komunikasi jenis ini kurang banyak menghidupkan kegiatan siswa belajar.
  • Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah
Pada komunikasi jenis ini, guru dan siswa dapat berperan sama, yakni pemberi aksi dan penerima aksi. Keduanya dapat saling memberi dan saling menerima. Komunikasi ini lebih baik dari pada yang pertama, sebab kegiatan guru dan kegiatan siswa relatif sama dan tidak menjadikan siswa sebagai objek pasif.
  •  Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai tranaksi
Yakni komunikasi yang tidak hanya melibatkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa tetapi juga melibatkan interaksi dinamis antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Proses belajar mengajar dengan pola komunikasi seperti ini mengarah kepada proses pengajaran yang mengembangkan kegiatan siswa yang optimal. Sehingga menumbuhkan siswa belajar aktif. Seperti diskusi, simulasi merupakan strategi yang dapat mengembangkan  komunikasi jenis ini.

Ketiga jenis komunikasi di atas tetap memiliki porsi dimasing-masing kondisi, tergantung tujuan apa yang ingin dicapai, sifat bahan pelajaran, sember belajar yang tersedia, karakteristik kelas, dan kemampuan guru itu sendiri. Sekarang tinggal bagaimana seorang guru akan memilih jenis komunikasi mana yang menurutnya bisa mengembangkan potensi-potensi yang sudah ada dalam diri siswa. Semoga bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon