Monday, May 26, 2014

Menciptakan Kondisi Social Kelas yang Efektif

Menciptakan Kondisi Social Kelas yang Efektif - Salah satu di antara dimensi lingkungan belajar yang efektif adalah kondisi social kelas yang kondusif. Setting social sangat penting untuk membentuk anak menjadi manusia sempurna. Di mana saja, perbedaan setting cultural mempengaruhi cara pandang setiap individu masyarakat dalam melihat dan memahami dirinya (the self) (baca juga postingan: Membangun Kultur Pendidikan yang Efektif). Belajar merupakan interaksi dan proses adaptasi yang tak pernah selesai antara individu dan masyarakat. Perkembangan dan proses belajar seseorang tidak dapat terjadi tanpa kehadiran pengaruh lingkungan (masyarakat). Proses kognitif ilmu pengetahuan dan keragaman pengalaman tidak hanya memiliki pengaruh terhadap proses penilaian diri (self appraisal) dan pengembangan harga diri (self esteem), tapi juga mempengaruhi proses pencarian makna aspek-aspek diri dan pengembangan konsep diri (self concept).

Banyak contoh siswa yang mencari tujuan-tujuan social tertentu di sekolah meraih kesuksesan secara akademik. Ini menunjukkan bahwa siswa yang berprestasi dan siswa yang kurang berprestasi dapat dibedakan atas dasar apakah mereka memiliki tujuan yang dicari atau tidak di dalam sekolah. Siswa yang berprestasi baik seringkali mencari tujuan-tujuan yang berorientasi kognitif dan tugas yang mendorong perkembangan intelektual dan kemampuan kognitif. Sebaliknya, siswa yang berprestasi kurang baik seringkali mencari tujuan-tujuan berupa standar-standar social dan norma kelas yang menghambat perkembangan kemampuan intelektual dan kognitif mereka.

Menciptakan Kondisi Social Kelas yang Efektif

Bagaimana setting cultural tersebut mempengaruhi capaian (achievement) siswa? Sebagaimana diyakini, masyarakat secara signifikan memotivasi setiap individu, dan bahwa proses motivasi social bisa jadi memegang peranan dalam merangsang setiap individu untuk mencapai prestasi-prestasi social sebagaimana proses-proses motivasi akademik akan mempengaruhi prestasi akademik.

K. M. Wentzel menggambarkan proses motivasi social dalam empat cara. Pertama, konversi. Hal ini merujuk kepada kemampuan masyarakat mempengaruhi secara langsung tujuan dan system kepercayaan siswa. Kedua, mobilisasi. Ini terjadi ketika anggota masyarakat menjadi partisipan aktif atau agen perubahan. Seperti ketika orang tua terlibat dalam pengelolaan sekolah untuk memperlopori perubahan kurikulum atau instruksional. Ketiga, alokasi. Merujuk kepada meminimalisir hambatan-hambatan yang menghalangi akses ke sumber-sumber penting. Seperti pembangunan jaringan dukungan informal untuk menyediakan layanan-layanan akademik, psikologi, dan social. Dan keempat, instruksi (instruction). Yakni merujuk kepada dukungan langsung seperti program tutorial, kegiatan pemberantasan buta huruf, dan program pendidikan bagi orang tua.

Dari uraian di atas, secara ringkas aturan-aturan dan norma-norma yang melingkupi interaksi social di dalam kelas, seperti kerjasama, menghargai orang lain, dan bentuk-bentuk partisipasi positif kelompok merupakan factor-faktor yang sangat mempengaruhi prestasi akademik. Demikianlah uraian singkat tentang bagaimana menciptakan kondisi social kelas yang efektif. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita bersama.


Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon