Friday, May 02, 2014

Model, Kontribusi dan Peran Pendidikan Islam dalam Membangun Umat

Model, Kontribusi dan Peran Pendidikan Islam dalam Membangun Umat - Berbagai bentuk dan jenis pendidikan Islam di Indonesia, seperti Pondok Pesantren, Madrasah, Sekolah Umum bercirikan Islam dan Perguruan Tinggi Islam. Selain itu, jenis Pendidikan Islam luar sekolah seperti Taman Pendidikan Alqur’an (TPA). Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan tersebut (baca juga postingan: Terbentuknya Lembaga Pendidikan), sebagai khazanah pendidikan dan diharapkan dapat membangun dan memberdayakan umat Islam di Indonesia secara optimal, tetapi pada kenyataannya bahwa pendidikan Islam di Indonesia tidak mempunyai kesempatan yang luas untuk bersaing dalam membangun umat yang besar ini.

Perkembangan yang mencolok pada tahun 90-an adalah munculnya sekolah-sekolah elite Muslim yang dikenal. sebagai “Sekolah Islam”, “Sekolah Unggulan” atau “Sekolah Islam Unggulan”. Istilah lain yang sering digunakan adalah “SMU Model” atau “SMU Islam Model”. Contoh: Sekolah Islam al-Azhar, di komplek Masjid Agung al-Azhar di Kebayoran Baru Jakarta, SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarya, SMU Insan Cendekia di Serpong, SMU Madinah di Parung dan MIN 1 Malang.


Model-model Pendidikan Islam

Pendidikan Islam sekarang ini juga dihadapkan pada persoalan-persoalan yang cukup kompleks, yakni persoalan globalisasi, reformasi dan masyarakat madani indonesia. Tantangan yang dihadapi sekarang adalah bagaimana upaya utuk membangun paradigma baru pendidikan Islam, visi, misi dan tujuan yang didukung dengan sistem kurikulum atau materi pendidikan (baca juga postingan: Harapan untuk Kurikulum Baru atau Kurikulum "Berpikir" 2013), manajemen dan organisasi, metode pembelajaran untuk dapat mempersiapkan manusia yang berkualitas, bermoral tinggi dalam menhadapi perubahan masyarakat global yang begitu cepat. Perubahan yang harus dilakukan oleh pendidikan Islam antara lain: (1) membangun sistem pendidikan Islam yang mampu mengembangkan SDM yang berkualitas, (2) menata manajemen pendidikan Islam dengan berorientasi pada manajemen berbasis sekolah, (3) meningkatkan demokratisasi penyelenggaraan pendidikan Islam.

Dari keempat model yang dikemukakan dapat ditarik lagi pada desain model pendidikan Islam yang lebih operasional lagi, yaitu:
  • Mendesain model pendidikan yang handal dan mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan yang lain.
  • Model pendidikan Islam tetap mengkhususkan pada desain “ pendidikan keagamaan”
  • Model pendidikan agama Islam tidak dilaksanakan di sekolah-sekolah formal tetapi dilaksanakan di luar sekolah.
  • Desain model pendidikan diarahkan pada dua dimensi, yakni: dimensi dialektika (horisontal) dan dimensi ketundukan (vertikal)
Lembaga-lembaga pendidikan Islam juga harus mendesain model-model pendidikan alternatif yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan sekarang ini. Hasim Amir mengemukakan bahwa pendidikan Islam adalah pendidikan yang idealistik, yakni pendidikan yang integralistik, humanistik, pragmatik, dan berakar pada budaya yang kuat. (Malik Fadjar, 1999: 52)

Adapun model-model pendidikan Islam alternatif ada tiga pendekatan yang ditawarkan sebagai pola alternatif pendidikan Islam yaitu pendekatan sistematik (perubahan total) pendekatan suplementer yaitu dengan menambah sejumlah paket pendidikan yang bertujuan memperluas pemahaman, pendekatan komplementer yaitu dengan upaya mengubah kurikulum dengan sedikit radikal untuk disesuaikan secara terpadu sedangkan konsep pendidikannya adalah pendidikan integralistik, humanistik, dan gerakan pada bendaya. Kemudian baru ditarik model pendidikan sila yang lebih operasional yaitu mendesain model pendidikan umum Islami, mendesain model pendidikan Islam yang tetap mengkhususkan pada desain pendidikan keagamaan, seperti yang ada sekarang, model pendidikan Islam yang tidak dilaksanakan di sekolah-sekolah formal tetapi dilaksanakan di luar sekolah, artinya pendidikan agama dilaksanakan di rumah atau lingkungan keluarga, masjid, masyarakat (tempat kursus-kursus, pengajian-pengajian dan kajian-kajian keagamaan) serta mendesain model pendidikan diarahkan pada dua dimensi yaitu dimensi dialektika (horisontal) dan dimensi ketundukan vertikal.

Apapun model model pendidikan Islam yang ditawarkan dalam masyarakat madani Indonesia, pada dasarnya harus berfungsi untuk memberikan kaitan antara peserta didik dengan nilai-nilai ilahiyah, pengetahuan dan keterampilan, nilai-nilai demokrasi, masyarakat dan lingkungan sosio-kulturalnya yang terus berubah dengan cepat, sebab pada saat yang sama pendidkan secara sadar juga digunakan sebagai instrumen untuk perubahan dalam sistem politik dan ekonomi secara keseluruhan.


Kontribusi dan Peran Pendidikan Islam

Bagaimana kontribusi dan peran pendidikan Islam dalam masyarakat madani dalam buku Paradigma Pendidikan Islam: Membangun Masarakat Madani Indonesia Karya Drs. Hujair AH. Sanaky, MSI. ini dimaksudkan agar pendidikan Islam mempersiapkan dan mampu menghasilkan output pendidikan yang unggul, maka lembaga-lembaga pendidikan Islam harus mampu melakukan pembenahan dan pembaharuan dengan cara: program lembaga-lembaga pendidikan Islam lebih diorentasikan kepada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan ketrampilan dengan meningkatkan kemampuan untuk menggunakan berbagai teknologi elektronik, lembaga-lembaga pendidikan Islam harus mampu mengembangkan atau melakukan depresivikasi program-program bidang studi yang sesuai dengan kebutuhan tenaga dibidang-bidang tertentu atau sesuai dengan kurikulum dan silabi relevan dengan kompetensi mencakup spiritual, illahiyah, knowledge, skill, ability dan kultural-sosial yang diarahkan pada kebutuhan pasar. Diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, manajemen dan organisasi yang efektif, sumber dana yang memadai dan efisien dengan memanfaatkan sarana yang tersedia. Sehingga eksistensi pendidikan Islam diharapkan mampu berkomunikasi dan berkompetisi dengan berbagai lembaga pendidikan lainnya dalam membangun manusia yang utuh (insan kamil) menuju masyarakat madani.

Untuk menuju masyarakat madani di indonesia paling tidak pendidikan peran pendidikan Islam dapat mempersiapkan atau memproses manusia yang akan memiliki kemampuan intelektual, keterampilan atau kemahiran, kemampuan sosial, kemampuan membangun masyarakat yang beradab, memiliki kemampuan kinerja tinggi serta memiliki kemampuan spiritual ilahiyah yang tinggi. Untuk mewujudkan peran diatas pendidikan Islam perlu melakukan perubahan dengan mendesain ulang konsep filosofis yang jelas dan baku, visi misi tujuan dan fungsi lembaga , kurikulum, materi dan proses pendidikannya agar dapat memenuhi tuntutan perubahan dan kebutuhan masyarakat.


Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon