Tuesday, May 27, 2014

Pembelajaran Berlangsung Sepanjang Hayat

Pembelajaran Berlangsung Sepanjang Hayat - Mungkin kita pernah mendengar dan bahkan sering ketika dikatakan bahwa belajar itu sepanjang hayat. Apa sebenarnya makna dari hal tersebut? Belajar adalah proses yang terus menerus, yang tidak pernah berhenti dan tidak terbatas pada dinding kelas. Mengapa? Ini didasarkan pada asumsi bahwa sepanjang kehidupannya manusia akan selalu dihadapkan pada masalah atau tujuan yang ingin dicapainya. Dalam proses mencapai tujuan itu, manusia akan dihadapkan pada berbagai rintangan atau hambatan. Dan ketika rintangan sudah dilaluinya, maka manusia akan dihadapkan pada tujuan atau masalah baru. Untuk mencapai tujuan baru itu manusia akan dihadapkan pada rintangan baru pula, yang kadang-kadang rintangan itu semakin berat. Demikianlah siklus kehidupan dari mulai lahir sampai meninggalnya manusia akan senantiasa dihadapkan pada tujuan dan rintangan yang terus menerus. Atas dasar itulah lembaga pendidikan harus berperan sebagai wahana untuk memberikan latihan bagaimana cara belajar tersebut. 

Pembelajaran Berlangsung Sepanjang HayatPrinsip belajar sepanjang hayat seperti yang telah dikemukakan di atas sejalan dengan empat pilar pendidikan universal sebagaimana yang dirumuska oleh UNESCO Tahun 1996 yaitu, (1) learning to know; (2) learning to do; (3) learning to be; dan (4) learning to live together.

Pertama, learning to know mengandung pengertian bahwa belajar itu pada dasarnya tidak hanya berorientasi kepada produk atau hasil belajar. Akan tetapi, juga harus berorientasi kepada proses belajar. Dengan proses belajar, siswa bukan hanya sadar akan apa yang harus dipelajari, akan tetapi juga memiliki kesadaran dan kemampuan bagaimana cara mempelajari yang harus dipelajari itu. Dengan kemampuan itu memungkinkan proses belajar tidak akan berhenti dan terbatas di lingkungan sekolah saja, akan tetapi memungkinkan siswa akan secara terus menerus belajar dan belajar. Inilah hakikat belajar sepanjang hayat. Jika hal ini dimiliki siswa, maka masyarakat belajar (learning society) sebagai salah satu tuntutan masyarakat informasi akan terbentuk. Oleh sebab itu, dalam konteks learning to know juga bermakna learning to think atau belajar berpikir. Sebab, setiap individu akan terus belajar manakala dalam dirinya tumbuh kemampuan dan kemauan untuk berpikir.

Kedua, learning to do mengandung pengertian bahwa belajar itu bukan hanya sekedar mendengar dan melihat dengan tujuan akumulasi pengetahuan. Tetapi belajar untuk berbuat dengan tujuan akhir penguasaan kompetensi yang sangat diperlukan dalam era persaingan global. Kompetensi akan dimiliki manakala anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian, learning to do juga berarti proses pembelajaran berorientasi kepada pengalaman atau learning by experiences.

Ketiga, learning to be mengandung pengertian bahwa belajar adalah membentuk manusia yang menjadi diri sendiri. Dengan kata lain, belajar untuk mengaktualisasikan dirinya sendiri sebagai individu dengan kepribadian yang memiliki tanggung jawab sebagai manusia. Dalam pengertian ini juga terkandung makna kesadaran diri sebagai makhluk yang memiliki tanggung jawab sebagai khalifah serta menyadari akan kekurangan dan kelemahannya.

Keempat, learning to live together adalah belajar untuk bekerja sama. Hal ini sangat dibutuhkan sesuai dengan tuntutan kebutuhan dalam masyarak global di mana manusia baik secara individual maupun secara kelompok tak mungkin bisa hidup sendiri atau mengasingkan diri bersama kelompoknya. Dalam konteks ini termasuk juga pembentukan masyarakat demokratis yang memahami dan menyadari akan adanya setiap perbedaan pandangan antara individu.

Demikianlah uraian singkat tentang pembelajaran berlangsung sepanjang hayat. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.


Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon