Saturday, May 10, 2014

Perencanaan Pembelajaran; Upaya Membelajarkan Siswa

Perencanaan Pembelajaran; Upaya Membelajarkan Siswa - Pembelajaran atau ungkapan yang lebih dikenal sebelumnya “pengajaran” adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Aktivitas belajar pada siswa dapat terjadi dengan direncanakan (by designed) dan dapat pula terjadi tanpa direncanakan. Belajar agama Islam yang direncanakan adalah aktivitas pendidikan yang secara sadar dirancang untuk membantu murid dalam mengembangkan pandangan hidup islami yang selanjutnya diwujudkan dalam sikap hidup dan keterampilan hidup baik yang bersifat manual maupun mental spiritual. Sedangkan belajar yang tidak direncanakan adalah fenomena pendidikan yang berupa peristiwa yang tanpa disengaja dan direncanakan, namun dampaknya dapat mempengaruhi, mengubah, atau bahkan mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup. Fenomena kehidupan berupa peristiwa kehidupan sehari-hari akan senantiasa dihadapi oleh setiap orang, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, pekerjaan, maupun global (baca: Muhaimin, 2004: 184).

Proses perubahan tingkah laku manusia untuk menjadi muslim, mukmin, muttaqin, dan sebagainya dalam konteks pembelajaran agama Islam, bukanlah kekuasaan manusia termasuk guru, akan tetapi dengan sendirinya murid akan memilih dan menentukan jalan hidupnya dengan izin Allah. Pembelajara merupakan salah satu wahana yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan potensi murid menuju jalan kehidupan yang disediakan oleh Allah Swt, dan murid sendiri yang memilih, memutuskan, dan mengembangkan jalan hidup dan kehidupan yang telah diperlajari dan dipilihnya.

Pembelajaran pada dasarnya rekayasa untuk membantu murid agar dapat tumbuh berkembang sesuai dengan maksud penciptaannya. Fungsi guru pendidikan agama Islam adalah berupaya untuk memilih, menetapkan, dan mengembangkan metode pembelajaran yang memungkinkan dapat membantu kemudahan, kecepatan, kebiasaan, dan kesenangan murid mempelajari Islam untuk dijadikan pedoman dan petunjuk hidup dan kehidupannya.

Aktivitas pembelajaran agama Islam sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah/madrasah yang syarat dengan muatan nilai kehidupan islami, perlu diupayakan melalui perencanaan pembelajaran yang baik, agar dapat mempengaruhi pilihan, putusan dan pengembangan kehidupan murid. Oleh karena itu, salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh guru adalah membuat perencanaan pembelajaran secara professional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik, pembelajar, sekaligus sebagai perancang pembelajaran.

Upaya membelajarkan murid dapat dirancang tidak hanya dalam berinteraksi dengan guru sebagai satu-satunya sumber belajar, melainkan berinteraksi dengan semua sumber belajar yang mungkin dapat dipakai untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Sebagaimana menurut AECT (Association Education Center and Technology) dalam Muhaimin (2004: 185), sumber belajar dapat berupa pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar atau lingkungan.

Dengan demikian, inti dari perencanaan pembelajaran adalah proses memilih, menetapkan, mengembangkan, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran, menawarkan bahan ajar, menyediakan pengalaman belajar yang bermakna, serta mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran dalam mencapai hasil belajar.



Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon