Sunday, June 15, 2014

Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan Anak

Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan Anak - Mungkin kita sependapat dengan pernyataan sekolah merupakan investasi yang baik untuk masa depan anak. Anehnya, pernyataan ini menjadi senjata yang digunakan oleh orang tua dalam menentukan pilihan sekolah anak. Sehingga terjadi pemaksaan sepihak yang dilakukan oleh para orang tua. Anak dianggap tidak memahami apapun. Padahal, anaklah yang akan menjalani proses belajar, anaklah yang akan mendapat transfer nilai-nilai dan ilmu bukan para orang tua. Oleh karena itu, selayaknya para orang tua mempertimbangkan kemampuan anak, sekaligus memotret bakat dan minatnya. Mengetahui prestasi apa saja yang telah dicapai oleh sekolah dan kegiatan-kegiatan yang disajikan sekolah sebagai media pengembangan bagi anak. Di samping itu, penting juga bagi para orang tua mencari tahu potret rekam jejak para pendidik, kualifikasi pendidikan serta kualitas atau karakter pendidik di sekolah tersebut. 

Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan Anak

Hal ini erat hubungannya dengan makna sekolah menurut Psikolog anak Niken Iriani LNH merupakan wadah bagi anak guna mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan untuk menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. Anak-anak di usia perkembangan memiliki perilaku yang cenderung meniru apa yang dilihatnya, meniru perilaku orang-orang yang ada di sekitarnya. Bahkan dipercaya atau tidak, pembawaan pola mengajar seorang pendidik akan menjadi sebuah penilaian (judgement) bahwa pelajaran ini menyenangkan atau pelajaran itu tidak menyenangkan. Maka dalam sekolah dibutuhkan model ketauladanan sebagai potret kehidupan bagi peserta didik. 

Perlu dipahami bersama, di sekolah anak-anak tidak hanya menjalani proses belajar ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) semata. Namun ada proses pembelajaran etika (transfer of value), emosional, dan spiritual yang menjadi bekal kehidupan peserta didik di dunia dan di akhiratnya kelak. Ketauladanan para pendidik menjadi sarana pembelajaran tersendiri bagi peserta didik dalam beraktivitas keseharian di sekolah maupun di rumah. Tergesernya nilai-nilai budaya sopan santun tidak bisa lepas dari peran pendidik bersama peserta didik dalam proses pembelajaran di sekolah. 

Menurut Niken Iriani terdapat beberapa factor sekolah yang menentukan keberhasilan proses pendidikan, di antaranya adalah kondisi sekolah, yang meliputi kualitas pendidiknya, fasilitas yang diberikan maupun kurikulum yang diterapkan, factor kualitas calon peserta didik dan juga factor para orang tua. Hal ini bisa dijadikan pertimbangan bagi orang tua dalam melihat sekolah sebagai tempat mengembangkan potensi anak menjadi pribadi yang kokoh, terdidik, terampil, cekatan, sopan santun, dan beragama. 

Demikian sedikit uraian tentang pendidikan investasi masa depan. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.


Advertisement

2 komentar

Iya bang Toni, Terima kasih... Semoga bisa bermanfaat.

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon