Monday, June 02, 2014

Penguatan Pendidikan Keterampilan di Pesantren

Penguatan Pendidikan Keterampilan di Pesantren - Di negara berkembang seperti di Indonesia ini, ukuran pendidikan ditentukan oleh pandangan mengenai apa yang disebut dengan pembangunan. Karena itulah, ukuran keberhasilan output dari pendidikan adalah sejauh mana seorang santri atau alumni pesantren mampu mengaplikasikan ilmu yang dicapainya untuk pembangunan. Dunia semakin modern dan arena pertarungan terus digelar. Untuk sekedar mempertahankan hidup, maka masyarakat pesantren tentunya tidak cukup hanya menjadi imam masjid dan mengantungkan perekonomiannya dari pemberian masyarakat sekitar. Begitu juga, dengan hanya memperkuat ranah akhirat saja, pelan tapi pasti pesantren akan ditinggal oleh masyarakat.

Demikianlah mau tidak mau, pesantren harus mulai memoles dirinya, mengemasnya secara lebih cantik dalam rangka mempertahankan daya jualnya di hadapan masyarakat banyak. Karena itulah pendidikan keterampilan menjadi begitu penting untuk diterapkan di pondok pesantren.

Penguatan Pendidikan Keterampilan di Pesantren

Dengan landasan balancing, antara dunia dan akhirat, maka kombinasi antara ilmu agama dan ilmu keduniawian, diharapkan seorang santri kelak akan siap berhadapan dengan masyarakat serta mengemban pemegang otoritas keagamaan. Selain itu, seorang santri juga harus siap untuk memasuki lapangan kerja. Sehingga, tidak ada lagi seorang kiai yang hidupnya bergantung pada shadaqah masyarakat sekelilingnya.

Beberapa waktu yang lalu, sebagaimana yang dilaporkan oleh dawam, beberapa pondok pesantren telah mengawali program-program keterampilan untuk anak didiknya, pondok pesantren Darr al-Falah yang terkenal dengan program pendidikan pertaniannya, lalu madrasah al-Islam yang didirikan oleh ulama hadits terkemuka Imam al-Ghazali, di mana pondok ini mulai mengajarkan survey kecil-kecilan untuk merangsang minat santri terhadap science. Demi terlaksananya program tersebut dengan baik, pondok tersebut memperlengkap diri dengan menyediakan berbagai macam fasilitas, seperti sebuah laboratorium yang menyimpan kumpulan herbarium, alat-alat ilmu pengetahuan alam, serta koleksi binatang-binatang. Selain juga menyediakan fasilitas perpustakaan sebagai sumber referensi. Selain madrasah al-Islam, tindakan serupa juga dilakukan di pondok pesantren Pabelan. Begitu seterusnya pondok-pondok lain yang tidak bisa disebut secara menyeluruh di sini.

Zaman sudah berubah dan tuntutan pun semakin semakin hari semakin bertambah banyak bagi kalangan pesantren, perbedaan asal santri yang masuk ke dalam pondok pesantren agaknya juga mendapat perhatian khusus. Ruang dan daerah yang berbeda, pastilah membutuhkan modal keterampilan yang berbeda pula. Jika dulu, para santri yang biasanya belajar adalah berasal dari kaum homogeny, penduduk desa saja. Maka, belakangan pondok pesantren juga mulai kebanjiran pendatang yang dari kota. Untuk santri kota ini, keterampilan semacam bercocok tanam saja tentu tidak cukup. Kepada mereka perlu sekali diajarkan ilmu manajemen, ilmu perdagangan, ilmu bangunan. Begitu juga keterampilan penggunaan alat-alat teknologi, seperti computer, mesin, internet.

Beberapa keterampilan yang sekiranya penting untuk diajarkan antara lain:
  • Keterampilan beternak dan bercocok tanam;
  • Seni tulis, dan
  • Penguasaan teknologi.

Demikian uraian singkat tentang bagaimana penguatan pendidikan keterampilan di Pesantren, dengan berbagai macam contoh pesantren yang sudah mengembangkannya, semoga bisa menjadi cermin bagi pesantren yang lain untuk mengikuti langkah inovatif mereka supaya bisa menjadi pesantren yang maju dan dapat menghadapi tantangan zaman yang sudah mulai kita rasakan.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon