Sunday, October 19, 2014

Kebutuhan Anak yang Harus Dipenuhi dalam Tumbuh Kembangnya

Kebutuhan Anak yang Harus Dipenuhi dalam Tumbuh Kembangnya - Pada postingan sebelumnya, membumikan pendidikan telah sedikit menguraikan tentang hahikat perkembangan anak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tentunya dalam tumbuh kembang anak pula, anak memiliki kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhinya. Maka pada kesempatan kali ini, membumikan pedidikan akan share tentang kebutuhan anak yang harus dipenuhi dalam tumbuh kembangnya. Sedikitnya ada 3 (tiga) aspek kebutuhan dasar yang akan diuraikan pada postingan kali ini, yaitu (1) Fisik - Biologis; (2) Kasih Sayang - Emosi; dan (3) Stimulasi atau Rangsangan. Agar tumbuh kembang seorang anak menjadi optimal maka ada beberapa kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yaitu:
FISIK – BIOLOGIS:
  • Nutrisi: yang harus didapat sejak dalam kandungan berupa menu seimbang (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, air)
  • Imunisasi (sejak lahir hingga 18 tahun) bermanfaat untuk mencegah penyakit hingga sakit berat (Hepatitis B, BCG, DPT, Polio, Campak, HiB, MMR)
  • Kebersihan: badan (cuci tangan, potong kuku, mandi teratur, membersihkan diri setelah BAK/BAB, cuci rambut); makanan dan peralatannya; hygiene dan sanitasi lingkungan rumah, sekolah.
  • Pelayanan kesehatan: pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini gangguan tumbuh kembang, melalui pemanfaatan layanan posyandu, puskesmas, dan dokter pribadi.
  • Aktivitas fisik: untuk merangsang hormon pertumbuhan, nafsu makan, proses pengaturan dan penguraian karbohidrat, lemak dan protein; merangsang pertumbuhan otot dan tulang; merangsang perkembangan keterampilan anak.
KASIH SAYANG – EMOSI:
Sejak dalam kandungan hingga dewasa anak harus mendapatkan kasih sayang agar emosinya berkembang, dengan cara:
  • Memberikan rasa nyaman, aman, dan perlindungan
  • Memperhatikan minat, keinginan dan pendapatnya
  • Memberikan contoh (bukan memaksa)
  • Membantu, mendorong dan menghargai
  • Menciptakan suasana gembira
  • Memberikan pemahaman atas kesalahan yang diperbuat anak, bukan dengan mengancam atau menghukum
  • Mengasuh secara demokratik
  • Memperhatikan temperamen yang dimiliki anak (apakah anak itu penurut, susah diatur atau pemalu)
STIMULASI/RANGSANGAN:
Merupakan suatu proses masuknya rangsangan ke otak yang dilakukan secara sadar melalui panca indera secara khusus atau beragam dari lingkungan sekitar yang telah dibuat atau secara alamiah.

Yang pertama memperoleh rangsangan adalah otak untuk membuat hubungan antar sel-sel otak (sinaps). Sejak dalam kandungan usia 6 bulan sudah milyaran sel otak terbentuk namun belum ada hubungan antar sel-sel otak tersebut. Apabila sel-sel otak tersebut diberi rangsangan maka akan terbentuk hubungan yang bermakna, sehingga makin sering dirangsang maka hubungan itu akan semakin kokoh dan semakin banyak variasi rangsangan yang diberikan maka hubungan yang terjadi semakin kompleks/luas dapat merangsang otak kiri dan kanan sehingga berkembang kecerdasan jamaknya.

Adapun aspek-aspek perkembangan yang harus distimulasi adalah fisik melalui gerakan motorik kasar dan halus, kecerdasan, bahasa, seni, sosial emosional, nilai keagamaan dan moral serta kemandirian.

Cara yang dipergunakan untuk menstimulasi anak sangatlah beragam dan itu harus dilakukan setiap saat setiap kali berinteraksi dengan anak. Stimulasi sudah dapat dilakukan sejak janin berusia 23 minggu. Dalam menstimulasi/merangsang anak, pendidik haruslah mengenal sifat-sifat dari otak kiri dan kanan anak didik.

Karakteristik Otak Kiri dan Otak Kanan

Ciri-ciri dari otak kiri adalah:
  • Cara berfikirnya mengerucut (konvergen)
  • Berkaitan dengan angka dan berhitung
  • Rasional
  • Berkaitan dengan tata bahasa, kemampuan membaca dan menulis.
Ciri-ciri dari otak kanan adalah:
  • Cara berfikirnya secara meluas (divergen)
  • Imajinasi
  • Kreativitas
  • Seni
  • Musik
  • Bernyanyi
  • Sosial-emosional
  • Spiritual.
Kebutuhan Anak yang Harus Dipenuhi dalam Tumbuh Kembangnya
Ilustrasi ciri-ciri otak kiri dan otak kanan

Penggunaan otak kanan dan otak kiri secara berimbang dapat mengoptimalkan potensi otak seseorang. Demikian juga dengan adanya perspektif kecerdasan jamak (multiple intelligences). Kecerdasan jamak yang mencakup kecerdasan kinestetik, bahasa, matematika, interpersonal, intrapersonal, musik, spasial, naturalis dan eksistensi juga memberikan pengaruh yang sangat bermakna terhadap pengembangan potensi yang dimiliki seorang anak.

Sekian dan semoga bermanfaat...

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon