Saturday, October 25, 2014

Konsep Dasar Bermain Pada Pendidikan Anak Usia Dini

Konsep Dasar Bermain Pada PAUD - Pada kesempatan kali ini, Membumikan Pendidikan akan mengulas mengenai konsep dasar bermain pada pendidikan anak usia dini. Bahwa pendidikan anak usia dini atau PAUD merupakan pendidikan yang berkesinambungan antara keluarga dan lingkungan. Untuk menyelaraskan kebutuhan ini, maka perlu ada kerjasama dalam mendidik anak antara orang tua, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Dalam memberikan layanan pada anak usia dini diharapkan sekolah mampu memberikan layanan pembinaan kepada orang tua untuk melanjutkan stimulasi pendidikan yang dapat diselenggarakan sendiri di lingkungan sekitar maupun di rumah.


Lembaga pendidikan sebagai agen pembelajaran bertanggung jawab dalam mengembangkan berbagai aspek karakter bangsa. Sehingga setiap kegiatan pembelajaran yang di lakukan pada tatanan PAUD sebaiknya mengacu pada PP No. 58 tahun 2009 tentang satandar PAUD yang di kembangkan dalam setiap tahapan dan jenjang pendidikan sesuai kebutuhan dan karakter masyarakat Indonesia. Pada pendidikan anak usia dini (PAUD) pendidikan karakter dikembangkan pada setiap kegiatan belajar (bermain).
Konsep Dasar Bermain Pada Pendidikan Anak Usia Dini

Konsep Dasar Bermain Anak

Semua anak usia dini tanpa memandang usia mereka belajar dengan sangat baik melalui bermain (Phelps, 2005: P:1). Dalam bermain, anak membuat pilihan, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan bernegosiasi. Mereka menciptakan peristiwa khayalan, melatih keterampilan fisik, sosial, dan kognitif. Saat bermain anak dapat mengekspresikan dan melatih emosi dari pengalaman dan kejadian yang mereka temui setiap hari. Melalui bermain bersama dan mengambil peran berbeda, anak mengembangkan kemampuan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain dan terlibat dalam perilaku pemimpin atau pengikut – perilaku yang akan diperlukannya saat bergaul ketika dewasa.


Dapat disimpulkan bermain menjadi sebuah milieu yang tak tertandingi dalam mendukung perkembangan dan belajar anak. Ini juga alasan mengapa anak usia dini memerlukan waktu main lebih besar dalam sepanjang harinya. Jika anak belajar dengan bermain, maka ia akan memiliki ketahanan belajar lebih baik jika dilakukan dengan kegiatan belajar seperti biasanya. Dengan melihat kondisi tersebut hendaknya dilakukan pengelolaan terhadap kegiatan bermain anak dengan baik, tujuannya adalah agar kegiatan bermain dapat diarahkan untuk mengembangkan kemampuan anak.

Menurut Vigotsky bermain mempunyai peran langsung terhadap perkembangan kognisi seorang anak (Mayke S. Tedjasaputra: 9). Permainan merupakan suatu hal yang menyenangkan bagi anak. Hampir semua benda dapat dijadikan sebagai alat permainan. Pada saat bermain anak belajar suatu objek, secara sadar atau ti dak sadar ia belajar dari sifat-sifat objek tersebut.


Sedangkan menurut Piaget, nyata dalam bermain itu sangat penting untuk belajar pada anak usia dini. Anak memperoleh informasi demi informasi melalui interaksinya dengan objek dan kelak informasi tersebut disusun menjadi struktur pengetahuan. Bermain merupakan salah satu interaksi anak untuk memperoleh pengetahuan, sebab anak memperoleh pengetahuan melalui objek yang disentuh dan aktivitas yang dilakukan.

Demikianlah uraian singkat mengenai konsep dasar bermain pada pendidikan anak usia dini. Semoga dapat menambah wawasan sahabat-sahabat semua dalam membelajarkan anak dan mampu menciptakan generasi-generasi penerus bangsa yang kreatif. Amien...

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon