Sunday, October 19, 2014

Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Usia Dini

Perkembangan Fisik dan Kognitif Anak Usia Dini - Pada kesempatan kali ini, membumikan pendidikan akan share bagaimana perkembangan fisik dan kognitif anak usia dini. Sedikitnya ada 2 (dua) aspek dari 4 (ampat) aspek yang akan diuraikan pada postingan kali ini. Yaitu aspek perkembangan fisik dan aspek perkembangan kognitif anak usia dini. Sebelumnya, di dalam proses tumbuh kembang anak usia 0 – 6 tahun maka kita perlu memahami tahapan perkembangan emosional dan juga cara berpikir seorang anak. Untuk memahami hal itu dapat mengacu pada beberapa teori mendasar seperti teori psikososial dari Erik Erickson, teori perkembangan kognitif dari Jean Piaget, dan juga teori bermain dari Anna Freud.
Perkembangan Fisik
Fungsi utama dari bidang perkembangan fisik adalah terkait kemampuan anak untuk bergerak dan mengendalikan bagian tubuhnya. Proses perbaikan (refinement) perkembangan fisik terkait dengan kematangan pada otak, masuknya input dari sistem sensorik, adanya peningkatan ukuran dan jumlah urat otot, sistem syaraf yang sehat dan kesempatan yang diberikan untuk berlatih. Pandangan psikolog masa kini memperlihatkan juga bahwa lingkungan yaitu pengalaman, memainkan peran yang sangat penting dalam timbulnya keterampilan motorik yang baru.
Perkembangan Fisik dan Kognitif
Allen (2010:25) menjelaskan tiga prinsip yang mengatur perkembangan motorik yaitu:
  • Cephalocaudal: perkembangan tulang dan otot bermula dari kepala ke arah jari kaki. Setiap individu akan belajar untuk mengendalikan otot yang menunjang kepala dan leher, bergerak ke arah tubuh, dan kemudian segala hal yang memungkinkannya menjangkau benda. Baru setelah itu otot untuk berjalan yang mengalami perkembangan agak akhir
  • Proximodistal: perkembangan tulang dan otot yang dimulai dengan meningkatnya pengendalian otot yang posisinya paling dekat dengan bagian tengah tubuh, secara bertahap bergerak ke bagian luar menuju ke bagian yang jauh dari titik tengah menuju ke bagian kaki dan tangan. Seorang anak sebelum ia mampu untuk melukis menggunakan kuas kecil pada bidang yang kecil maka ia akan mencoba melukis dengan kuas yang besar pada bidang yang besar karena otot-otot yang lebih dahulu matang adalah otot lengan atasnya
  • Perbaikan (refinement): perkembangan otot dari yang umum menuju yang lebih khusus dan ini mencakup baik motorik kasar maupun motorik halus. Pada usia dini anak misalkan baru bisa melempar bola ke arah depan pada jarak yang pendek, dengan bertambahnya usia dan pengalaman anakpun dapat melempar bola dengan jarak yang jauh dan juga akurat mengenai sasaran. 
Perkembangan Kognitif
Aspek lain yang harus dipahami juga adalah aspek kognitif – kemampuan berpikir. Untuk memahaminya teori yang dipergunakan adalah teori dari Jean Piaget. Tahapan-tahapannya meliputi:
  • TAHAP SENSORI MOTOR, terjadi pada rentang usia 0 – 24 bulan. Pada masa ini panca indera dan aktifitas motorik dipergunakan anak untuk mengenal lingkungan dan obyek-obyek yang ada. Walaupun pada saat lahir bayi terlihat sangat tidak berdaya dan bergantung pada orang lain, namun beberapa alat inderanya sudah dapat dipergunakan seperti indera penglihatan, pendengaran dll, iapun sudah mampu menggerakkan otot-otot di sekitar mulutnya untuk menghisap puting susu ibunya agar bisa memperoleh ASI. Dengan stimulasi yang tepat dan memadai maka anak dapat mengenal dunianya menggunakan alat-alat indera dan gerakan-gerakan motorik.
    Anak bermain tahap sensorimotor
  • TAHAP PRA-OPERASIONAL (2 – 7 tahun), pada masa ini ada perkembangan yang sangat jelas bila dibandingkan dengan masa sebelumnya, yaitu kemampuan menggunakan simbol terutama dalam bahasa. Sudah dapat berpikir tentang sesuatu tanpa harus ada benda yang nyata dihadapannya, misalnya ketika memegang penggaris anak bisa menyebutkan itu adalah pisau, pistol, alat pemukul, sapu dan lain-lain; mampu melakukan sesuatu hal yang pernah dilihatnya di waktu lampau seperti mengucapkan kata-kata yang diperolehnya dari acara televisi yang ditontonnya semalam. Anak mulai mengerti dasar-dasar mengelompokkan sesuatu berdasarkan satu aspek dahulu seperti warna, bentuk atau ukuran saja dan kemudian terus meningkat. Pada masa ini anak belum dapat memusatkan perhatian pada dua dimensi yang berbeda secara simultan. 
Anak bermain di tahap pra operasional

  • TAHAP KONGKRIT – OPERASIONAL (7- 11 Tahun), pada saat ini anak sudah mulai bisa melaksanakan 3-4 perintah sekaligus dalam satu kali instruksi. Anakpun sudah dapat mencapai kemampuan untuk berpikir sistematik terhadap hal-hal atau obyek-obyek yang kongkrit. Mencapai kemampuan mengkonservasi. Anak mampu untuk menyelesaikan masalah yang sifatnya kongkrit.
Anak bermain di tahap Kongkrit Operasional
Demikianlah uraian singkat bagaimana perkembangan fisik dan kognitif anak usia dini. Untuk 2 (dua) aspek yang lain yaitu aspek perkembangan bahasa dan perkembangan sosial emosional akan diuraikan pada postingan selanjutnya.

Semoga dapat bermanfaat...

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon