Saturday, November 15, 2014

Konsep Dasar Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

Konsep Dasar Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) - Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) atau Problem Based Learning (PBL) didasarkan pada hasil penelitian Barrow and Tamblyn (1980, Barret, 2005) dan pertama kali diimplementasikan pada sekolah kedokteran di McMaster University Kanada pada tahun 60-an. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) sebagai sebuah pendekatan pembelajaran diterapkan dengan alasan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) sangat efektif untuk sekolah kedokteran dimana mahasiswa dihadapkan pada permasalahan kemudian dituntut untuk memecahkannya. PBM lebih tepat dilaksanakan dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran tradisional. Hal ini dapat dimengerti bahwa para dokter yang nanti bertugas pada kenyataannya selalu dihadapkan pada masalah pasiennya sehingga harus mampu menyelesaikannya. Walaupun pertama dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah kedokteran tetapi pada perkembangan selanjutnya diterapkan dalan pembelajaran secara umum.

Definisi Pembelajaran Berbasis Masalah

Konsep Dasar Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

Barrow (1980, Barret, 2005) mendefinisikan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) sebagai;
The learning that results from the process of working towards the understanding of a resolution of a problem. The problem is encountered first in the learning process.
Sementara Cunningham et.al.(2000, Chasman er.al., 2003) mendefiniskan PBM sebagai;
Problem-based learning (PBL) has been defined as a teaching strategy that “simultaneously develops problem-solving strategies, disciplinary knowledge, and skills by placing students in the active role as problem-solvers confronted with a structured problem which mirrors real-world problems.
Jadi, Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) atau PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran yang mengguanakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi kuliah atau materi pelajaran.

Baca juga: Upaya Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran

Landasan teori Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah kolaborativisme, suatu pandangan yang berpendapat bahwa mahasiswa akan menyusun pengetahuan dengan cara membangun penalaran dari semua pengetahuan yang sudah dimilikinya dan dari semua yang diperoleh sebagai hasil kegiatan berinteraksi dengan sesama individu. Hal tersebut juga menyiratkan bahwa proses pembelajaran berpindah dari transfer informasi fasilitator mahasiswa ke proses konstruksi pengetahuan yang sifatnya social dan individual. Menurut paham kosntruktivisme, manusia hanya dapat memahami melalui segala sesuatu yang dikonstruksinya sendiri.

Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) memiliki gagasan bahwa pembelajaran dapat dicapai jika kegiatan pendidikan dipusatkan pada tugas-tugas atau permasalahan yang otentik, relevan, dan dipresentasikan dalam suatu konteks. Cara tersebut bertujuan agar mahasiswa memiliki pengalaman sebagaimana nantinya mereka hadapi di kehidupan professionalnya. Pengalaman tersebut sangat penting karena pembelajaran yang efektif dimulai dari pengalaman konkrit. Pertanyaan, pengalaman, formulasi, serta penyusunan konsep tentang permasalahan yang mereka ciptakan sendiri merupakan dasar untuk pembelajaran.

Demikianlah uraian singkat mengenai konsep dasar pembelajaran berbasis masalah atau problem based learning. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan akademik sahabat-sahabat semua.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon