Tuesday, November 18, 2014

Konsep Metakognitif Siswa dalam Pembelajaran Matematika

Konsep Metakognitif Siswa dalam Pembelajaran Matematika - Salah satunya perkembangan yang cukup pesat dalam dunia psikologi pendidikan saat ini adalah berkembangnya konsep metakognisi. Inti dari konsep metakognisi ini adalah menggali pemikiran orang tentang berpikir ”thinking about thingking”. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kemampuan metakognitif oleh seseorang ternyata berpengaruh pada kemampuannya akan pemecahan masalah matematika. Sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika adalah kemampuan yang paling diharapkan dikuasai siswa setelah mereka belajar matematika. Menurut sebuah penelitian diperoleh hasil siswa yang menguasai kemampuan metakognitif akan menjadi lebih berkemampuan dalam menghadapi permasalahan. Siswa juga akan memeroleh keuntungan terutama rasa percaya diri dan menjadi lebih independen sebagai pebelajar, bahkan siswa yang berkemampuan rendah akan tetapi aktif belajar dengan proses metakognitif ternyata menjadi lebih mampu memecahkan permasalahan standard dibanding siswa yang sama yang tidak belajar dengan pengajaran metakognitif. Untuk itu guru perlu berusaha melatih siswa agar mempunyai kemampuan metakognitif serta memunculkannya sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang merupakan fokus pendidikan matematika di Indonesia.

Pembelajaran Matematika

Tujuan pendidikan matematika dalam kurikulum di Indonesia saat ini sejalan dengan tujuan yang diinginkan oleh NCTM (2000) yaitu, pembelajaran matematika saat ini tidak lagi hanya menekankan pada peningkatan hasil belajar, namun juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan; (1) komunikasi (mathematical communication); (2) penalaran (mathematical reasoning); (3) pemecahan masalah (mathematical problem solving); (4) mengaitkan ide (mathematical connections); (5) representasi (mathematical representation). Hal ini diperkuat dengan Permendiknas nomor 22 tahun 2006 yang mengatakan bahwa pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika di Indonesia.

Berkaitan dengan pemecahan masalah, para ahli pendidikan masa lalu berpendapat bahwa pemecahan masalah merupakan objek tak langsung dalam belajar matematika sebagaimana yang dikemukakan oleh Gagne (Bell, 1978: 108);
…these objects of mathematics learning are those direct and indirect things which we want students to learn in mathematics. The direct objects of mathematics learning are facts, skills, concepts, and principles; some of the many indirect objects are transfer of learning, inquiry ability, problem solving ability, self-discipline, and appreciation for structure of mathematics..
Dari pendapat Gagne ini dipandang bahwa pemecahan masalah dalam matematika akan tumbuh dengan sendirinya jika siswa belajar matematika dengan baik di kelas. Tetapi sekarang pandangan itu berubah, pemecahan masalah tidak lagi menunggu untuk tumbuh dengan sendirinya, akan tetapi guru menjadikan pemecahan masalah sebagai objek langsung yang harus dipelajari siswa. Sehingga pendidikan matematika sekarang mengharapkan guru mengajarkan pemecahan masalah agar siswa memiliki kemampuan untuk menghadapi tugas – tugas yang bersifat pemecahan masalah.

Kemampuan Metakognitif

Pemberian masalah terutama selama proses pembelajaran berlangsung, berarti memberikan kesempatan pada siswa untuk membangun konsep matematika dan mengembangkan keterampilan matematikanya. Tetapi agar dapat menyelesaikan suatu masalah setidaknya ada lima aspek kemampuan yang harus dikuasai siswa yaitu: kemampuan tentang konsep matematika, kemampuan dalam menguasai keterampilan algoritma matematika, kemampuan proses bermatematika, kemampuan untuk bersikap positif terhadap matematika dan kemampuan metakognitif.


Berdasarkan beberapa hasil penelitian dan pengamatan terhadap pembelajaran matematika yang ada di Indonesia selama ini, tiga kemampuan di atas yang pertama telah dilaksanakan guru di kelas, aspek bersikap positifpun mulai ditumbuhkan dalam diri siswa. Hanya aspek kemampuan metakognisi sebagai syarat penguasaan pemecahan masalah yang belum banyak disentuh oleh para guru.

Demikian uraian mengenai bagaimana perkembangan konsep metakognitif siswa dalam pembelajaran matematika. Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon