Tuesday, November 25, 2014

Memahami Al-Quran Sebagai Metode Pendidikan Hati

Memahami Al-Quran Sebagai Metode Pendidikan Hati - Sebagaimana pada postingan sebelumnya yang telah membumikan pendidikan share tentang Mengenal dan Memahami Metode Pendidikan Hati, dimana ada 3 metode yang harus dilakukan agar hati tetap terjaga kebersihannya. Ketiga metode itu antara lain;
  • Memahami Al-Quran
  • Memikirkan Alam, dan
  • Dzikir
Maka, pada postingan kali ini akan diuraikan salah satu metode tersebut yaitu tentang Memahami Al-Quran.

Memahami Al-Quran Sebagai Metode Pendidikan Hati

Allah SWT berfirman;
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ataukah hati mereka terkunci? Q.S. Muhammad ayat 24
Dalam pandangan Hamka, hati yang telah tertutup dan terkunci memang sukar buat membukanya. Selama hati itu tidak juga diperkenalkan dengan isi Al-Quran, kunci-kunci itu tidak akan terbuka, malah akan tertutup terus.[1]

Memahami Al-Quran Sebagai Metode Pendidikan Hati

Seorang muslim harus terbiasa membaca, merenungkan dan memahami ayat-ayat Al-Quran. Al-Quran bukan sekedar bacaan biasa, ia bisa memberi petunjuk kepada hati yang sedang bimbang, sebagai obat bagi hati yang sakit, dan bisa mengurai fikiran yang kusut. Disebutkan pula dalam QS Al-Zumar ayat 23,
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya.
Mahmud Yunus menjelaskan bahwa apabila orang mukmin membaca ayat-ayat yang berisi siksa, tegak bulu romanya, takut kepada Allah, tetapi apabila dibacanya ayat-ayat yang berisi kabar gembira dan pahala, lunak lembut hatinya dan hilang ketakutan yang telah dideritanya.[2]

Orang-orang itulah yang dibukakan hatinya menerima kebenaran, condong hatinya ke jalan yang lurus, merdu didengarnya suara Al-Quran dan masuk ke dalam jiwanya.

Ayat-ayat tentang siksa itu membuat orang mukmin takut, karena memikirkan nasibnya di masa hidup setelah mati. Ia merasa amal-amal baiknya belum seberapa banyaknya, dan yang sedikit itu pun apakah Tuhan berkenan menerimanya atau tidak. Tapi ketika mendengar nama Tuhan, orang mukmin tenang hatinya, karena Dia-lah satu-satunya tempat berlindung dan memohon pertolongan baginya; ingat pula ia akan Rahmân dan Rahîm-Nya Allah itu. Harapannya semoga Tuhan berkenan memohonkan maaf atas segala kekhilafannya.

Demikian uraian singkat mengenai memahami al-quran sebagai metode pendidikan hati. Semoga dapat bermanfaat.

Reff;
[1] Hamka, Al-Azhar, Jilid 9, h. 6716.
[2] Mahmud Yunus, Tafsir Quran Karim, h, 681


Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon