Friday, November 14, 2014

Pengertian Keterampilan Berpikir Kritis (Critical Thinking Skills)

Pengertian Keterampilan Berpikir Kritis (Critical Thinking Skills) - Postingan sebelumnya membumikan pendidikan telah share bagaimana pentingnya keterampilan berpikir kritis dalam berbagai dimensi kehidupan. Dan pada kesempatan kali ini, membumikan pendidikan akan share mengenai pengertian keterampilan berpikir kritis itu sendiri. 

Langsung saja bahwa berpikir kritis didefinisikan sebagai aktivitas disiplin mental untuk berfikir reflektif dan masuk akal untuk mengevaluasi argumen atau proposisi untuk mengambil keputusan apa yang harus dipercaya atau dilakukan (Huitt, Ennis dalam Çimer, 2013). Tidak seperti intelegensi lainnya, berpikir kritis dapat diperbaiki dan dikembangkan, serta tidak tergantung pada umur (Walsh&Paul, Lipman et al. dalam Çimer et al., 2013). Berpikir kritis juga merupakan suatu kemampuan kognitif dan strategi yang meningkatkan kemungkinan hasil yang diharapkan, berpikir yang bertujuan, beralasan, dan berorientasi pada sasaran.
Pengertian Keterampilan Berpikir Kritis (Critical Thinking Skills)
Critical Thinking Skills
Pemikiran ini mencakup pemecahan masalah, memformulasikan kesimpulan, menghitung kemungkinan, dan membuat keputusan (Halpern dalam Frijters at.al, 2008). Para psikolog mengkonseptualisasikan berpikir kritis sebagai keterampilan berpikir tingkat tinggi dan memfokuskan pada proses pembelajaran dan instruksi yang sesuai. Pedagogi kritis menekankan pada kewarganegaraan yang kritis dan demokratis serta pentingnya pengembangan nilai.

Keterampilan Berpikir Kritis

Berpikir kritis tersusun atas kecenderungan perilaku (seperti rasa ingin tahu dan memikiran terbuka) dan keterampilan kognitif (seperti analisis, inferensi, dan evaluasi) (Ennis dalam Quitadamo et. al., 2008). Kecenderungan perilaku untuk berpikir kritis nampak tidak berubah, paling tidak selama jangka pendek tertentu (Giancarlo & Facione, Ernst & Monroe dalam Qutadamo et.al., 2008). Akan tetapi peningkatan kemampuan berpikir kritis secara signifikan dapat terjadi setidaknya selama sembilan minggu (Quitadamo & Kurt dalam Quitadamo et.al. 2008). Manfaat akademik dan personal aktivitas berpikir kritis sangat jelas, siswa cenderung mendapatkan hasil yang lebih baik, memiliki penalaran personal yang lebih baik, dan diperkerjakan dengan baik (Quitadamo et al., 2008).

Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order thinking Skills/HOTS) di samping berpikir kreatif (creative thinking), pemecahan masalah (creative thinking), pemecahan masalah (problem solving), dan berpikir reflektif (reflective thinking). HOTS diasosiasikan dengan tiga level teratas taksonomi Bloom. Namun perlu ditekankan bahwa taksonomi Bloom hanyalah pengklasifikasian untuk mengkategorikan tujuan pembelajaran, sedangkan HOTS seperti halnya berpikir kritis merupakan skala proses yang lebih luas yang pada hakikatnya merefleksikan perilaku manusia (Çimer et al., 2013).

Demikian uraian singkat tentang pengertian keterampilan berpikir kritis, semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon