Wednesday, November 05, 2014

Pengertian Pembelajaran Inovatif

Pengertian Pembelajaran Inovatif - Aktivitas proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan, dan guru sebagai salah satu pemegang utama di dalam menggerakkan kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan. Tugas utama seseorang guru ialah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, oleh sebab itulah tanggung jawab keberhasilan pendidikan berada di pundak guru. Guru sebagai juru mudi dari sebuah kapal, mau kemana arah dan haluan kapal dihadapkan, bila juru mudinya pandai dan terampil, maka kapal akan berlayar selamat sampai tujuan. Gelombang dan ombak sebesar apa pun akan dapat dilaluinya dengan tenang dan bertanggungjawab.

Demikian pula halnya seorang guru, agar proses pembelajaran berhasil dan mutu pendidikan meningkat, maka diperlukan guru yang memahami dan menghayati profesinya, dan tentunya guru yang memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan sehingga membuat proses pembelajaran aktif, guru mampu menciptakan suasana pembelajaran inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Untuk menjadi guru profesional juga diperlukan pendidikan dan pelatihan serta pendidikan khusus.
Pengertian Pembelajaran Inovatif
Perubahan peran guru yang tadinya sebagai penyampai atau pengalih pengetahuan dan keterampilan (transfer of knowledge), serta merupakan satu-satunya sumber belajar, berubah peran menjadi pembimbing, pembina, pengajar, dan pelatih. Dalam kegiatan pembelajaran, guru akan bertindak sebagai fasilisator yang bersikap akrab dengan penuh tanggung jawab, serta memberlakukan peserta didik sebagai mitra dalam menggali dan mengolah informasi menuju tujuan belajar mengajar yang telah direncanakan.

Guru dalam melaksanakan tugas profesinya dihadapkan pada berbagai pilihan, seperti cara bertindak bagaimana yang paling tepat, bahan belajar apa yang paling sesuai, metode penyajian bagaimana yang paling efektif, alat bantu apa yang paling cocok, langkah-langkah apa yang paling efisien, sumber belajar mana yang paling lengkap, sistem evaluasi apa yang paling tepat, dan sebagainya.

Guru sebagai pelaksana tugas otonom diberikan keleluasaan untuk mengelola pembelajaran, apa yang harus dikerjakan oleh guru, dan guru harus dapat menentukan pilihannya dengan mempertimbangkan semua aspek yang relevan atau menunjang tercapainya tujuan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai pengambil keputusan.

Guru sebagai pihak yang berkepentingan secara operasional dan mental harus dipersiapkan dan ditingkatkan profesionalnya, karena hanya dengan demikian kinerja mereka dapat efektif. Apabila kinerja guru efektif maka tujuan pendidikan akan tercapai. Yang dimaksud dengan profesionalisme di sini adalah kemampuan dan keterampilan guru mulai dari tahap perencanaan, proses, serta evaluasi hasil belajar siswa.

Pengertian Pembelajaran Inovatif

Kata “pembelajaran” adalah terjemahan dari instruction, yang banyak dipakai di dalam dunia pendidikan di AS. Istilah ini banyak dipengaruhi oleh aliran psikologi kognitif holistik, yang menempatkan sisiwa sebagai sumber dari kegiatan. Selain itu, istilah ini juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang diasumsikan dapat mempermudah siswa mempelajari segala sesuatu lewat berbagai macam media, seperti bahanbahan cetak, internet, televisi, gambar, audio, dsb., sehingga semua itu mendorong terjadinya perubahan peran guru dalam mengelola proses belajar mengajar, dari guru sebagai sumber belajar menjadi guru sebagai fasilitator dalam belajar mengajar. Hal ini seperti yang diungkapkan Gagne (1992: 3), yang menyatakan bahwa:
Instruction is a set of event that effect learners in such a way that learning is facilitated.
Oleh karena itu menurut Gagne, mengajar merupakan bagian dari pembelajaran, dengan konsekuensi peran guru lebih ditekankan kepada bagaimana merancang atau mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan siswa dalam mempelajari sesuatu.

Kata “inovatif” berasal dari kata sifat bahasa Inggris inovative. Kata ini berakar dari kata kerja to innovate yang mempunyai arti menemukan (sesuatu yang baru). Oleh karena itu, pembelajaran inovatif dapat diartikan sebagai:
Pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti yang biasanya dilakukan, dan bertujuan untuk menfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa.
Dalam konteks program belajar mengajar, program pembelajaran yang inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya mencari pemecahan suatu masalah. Itu disebabkan, karena program pembelajaran tersebut belum pernah dilakukan atau program pembelajaran yang sejenis sedang dijalankan akan tetapi perlu perbaikan.

Berikut adalah ilustrasi program pembelajaran inovatif yang dapat dipakai sebagai acuan. Di suatu sekolah ditemukan kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa di sekolah tersebut kurang memuaskan. Untuk itu, sekolah menentukan sebuah program pembelajaran yang disebut dengan English Meeting, di mana siswa datang untuk melakukan diskusi dalam Bahasa Ingris tentang sebuah topik yang ditentukan sebelumnya.

Program pembelajaran ini dapat diartikan sebagai program pembelajaran inovatif karena program pembelajaran ini adalah program pembelajaran yang sebelumnya tidak ada dan dilakukan dalam rangka mencari pemecahan suatu permasalahan. Setelah berlangsung beberapa waktu, makin banyak siswa absen yang tidak mengikuti program pembelajaran ini dan ditemukan bahwa permasalahannya terletak pada teknik penyampaian yang tidak menarik. Siswa yang terlibat aktif dalam diskusi tersebut terbatas pada siswa yang kemampuan Bahasa Inggris lisannya baik dan berani, tidak takut berbuat salah. Banyak siswa yang tidak mencoba terlibat secara aktif karena takut berbuat salah. Akhirnya, mereka malas untuk datang pada program pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, diharapkan sekolah memikirkan bentuk English Meeting, yang dapat membuat siswa dapat termotivasi untuk terlibat aktif dalam acara tersebut.

Untuk itu, sekolah membuat program pembelajaran English Meeting dengan acara di dalamnya lebih bervariatif, misalnya dengan menggunakan communicative games yang sifatnya secara otomatis dapat melibatkan semua peserta untuk berbicara. Program pembelajaran yang sifatnya memperbaiki program pembelajaran sebelumnya yang tidak memuaskan, hasilnya dapat digolongkan inovatif karena mencoba untuk memecahkan masalah yang belum terpecahkan.

Dari ilustrasi di atas dapat dirumuskan secara garis besar bahwa program pembelajaran inovatif adalah program pembelajaran yang langsung memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh kelas berdasarkan kondisi kelas. Pada gilirannya program pembelajaran tersebut akan memberi sumbangan terhadap usaha peningkatan mutu sekolah secara keseluruhan.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon