Sunday, November 16, 2014

Penilaian Dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)

Penilaian Pada Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) - Pada postingan-postingan sebelumnya, membumikan pendidikan telah share mengenai konsep dasar Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) berikut pengertian, karakteristik dan langkah-langkah dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Maka, pada kesempatan yang berbahagia kali ini, membumikan pendidikan akan share tentang bagaimana penilaian dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) berikut kelebihan dan kekurangan dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Ok, langsung saja menuju ke TKP.

Baca juga: Karakteristik dan Langkah-Langkah PBM

Penilaian dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) tentunya tidak hanya kepada hasilnya saja tetapi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa.
Penilaian Dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)

National Research Council (NRC) (dalam Waters and McCracken, -) memberikan tiga prinsip berkaitan penilaian dalam PBM, yaitu yang berkaitan dengan konten, proses pembelajaran, dan kesamaan. Lebih jelasnaya sebagai berikut.
  • Konten : penilaian harus merefleksikan apa yang sangat penting untuk dipelajari dan dikuasai oleh siswa
  • Proses pembelajaran : penilaian harus sesuai dan diarahkan pada proses pembelajaran
  • Kesamaan : penilaian harus menggambarkan kesamaan kesempatan siswa untuk belajar

Oleh karena itu, menurut Waters and McCracken penilaian yang dilakukan harus dapat :
  • Menyajikan situasi secara otentik
  • Menyajikan data secara berulang-ulang
  • Memberikan peluang pada siswa untuk dapat mengevaluasi dan merefleksi pemahaman dan kemampuannya sendiri
  • Menyajikan laporan perkembangan kegiatan siswa.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian dalam Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) tidak hanya kepada hasil akhir tetapi juga yang tidak kalah pentingnya adalah penilaian proses. Penilaian Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) ini bisa didasarkan pada jenis penilaian otentik (autentic assessment) dimana penilaian difokuskan terhap proses belajar. Oleh karena itu, peran guru dalam proses Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) tidak pasif tetapi harus aktif dalam memantau kegiatan siswa serta mengontrol agar proses pembelajaran berjalan dengan baik. Sementar itu, untuk mengetahui sejauhmana hasil belajar yang telah diperoleh siswa, guru pun perlu untuk mengadakan tes secara individual. Jadi penialaian dilakukan secara kelompok juga individual.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)

Dalam pelaksanaannya, Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) tentunya memiliki kelebihan dan kelemahannya. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM).
Kelebihan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)
  • Siswa didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi nyata
  • Siswa memiliki kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar
  • Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubunganna tidak perlu saat itu dipelajari oleh siswa. Hal ini mengurangi beban siswa dengan menghafal atau menyimpan informasi
  • Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja kelompok
  • Siswa terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan baik dari perpustakaan, internet, wawancara dan observasi
  • Siswa memiliki kemampuan menilai kemajuan belajarnya sendiri
  • Siswa memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi ilmiah dalam kegiatan diskusi atau presentasi hasil pekerjaan mereka
  • Kesulitan belajar siswa secara individual dapat diatasi melalui kerja kelompok dalam bentuk peer teaching
Kekurangan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)
  • PBM tidak dapat diterapkan untuk setiap materi pelajaran, ada bagian guru berperan aktif dalam menyajikan materi. PBM lebih cocok untuk pembelajaran yang menuntut kemampuan tertentu yang kaitannya dengan pemecahan masalah
  • Dalam suatu kelas yang memiki tingkat keragaman siswa yang tinggi akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas
  • PBM kurang cocok untuk diterapkan di sekolah dasar karena masalah kemampuan bekerja dalam kelompok. PBM sangat cocok untuk mahasiswa perguruan tinggi atau paling tidak sekolah menengah
  • PBM biasanya membutuhkan waktu yang tidak sedikit sehingga dikhawatirkan tidak dapat menjangkau seluruh konten yang diharapkan walapun PBM berfokus pada masalah bukan konten materi
  • Membutuhkan kemampuan guru yang mampu mendorong kerja siswa dalam kelompok secara efektif, artinya guru harus memilki kemampuan memotivasi siswa dengan baik
  • Adakalanya sumber yang dibutuhkan tidak tersedia dengan lengkap

Demikianlah uraian singkat bagaimana penilaian dalam pembelajaran berbasis masalah (PBM) berikut kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran berbasis masalah (PBM) ini. Semoga dapat dipahami dan dapat bermanfaat bagi sahabat-sahabat membumikan pendidikan.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon