Friday, November 14, 2014

Pentingnya Keterampilan Berpikir Kritis dalam Berbagai Dimensi Kehidupan

Pentingnya Keterampilan Berpikir Kritis dalam Berbagai Dimensi Kehidupan - Perkembangan zaman menuntut pendidikan yang memberikan kompetensi yang sesuai kebutuhan masyarakat. Berdasarkan penelitian dalam berbagai bidang seperti sosial-sains diketahui bahwa peserta didik yang lulus dari berbagai sekolah di berbagai negara tidak memiliki kemampuan untuk bersaing pada skala global karena tidak memiliki kemampuan untuk berpikir secara kritis (Frijters et al., 2008). Pentingnya berpikir kritis sebenarnya telah dibuktikan semenjak zaman Socrates. Bahkan, pada kegiatan ilmiah juga mempersyaratkan pemikiran yang kritis, sangat mengejutkan melihat sedikitnya lulusan mahasiswa yang dapat menunjukkan kemampuan ini. Ketidakmampuan output pembelajaran untuk berpikir kritis telah menjadi isu nasional yang harus segera ditanggulangi (Quitadamo et al., 2008)

Seseorang diharapkan dapat menentukan posisinya di lingkungan dan mempertahankan eksistensinya menggunakan dasar yang masuk akal. Pengembangan keterampilan memposisikan diri ini melibatkan kemampuan kognitif yang kompleks dan menantang baik bagi pendidik maupun peserta didik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kebanyakan peserta didik tidak mampu untuk menyusun argumentasi yang berkualitas. Penelitian ini mengindikasikan bahwa siswa membutuhkan pengalaman dan mempraktikkan bagaimana menyatakan, mengenal dan mengajukan argumentasinya serta mempelajari hal-hal yang dapat memberikan kontribusi dalam menguatkan alasan mereka (Chowning et al., 2012)
Pentingnya Keterampilan Berpikir Kritis
Berpikir Kritis dalam Pembelajaran

Berpikir Kritis dalam Pembelajaran

Pembelajaran sains tradisional dianggap sudah tidak sesuai lagi untuk meningkatkan pemahaman. Karena lemahnya hubungan antara penguasaan fakta sains dan bagaimana sains digunakan, kebanyakan pesera didik tidak dapat menyatukan keduanya dan memandang fakta serta teori sebagai konsep yang terpisah (White et al., 2009). Pembelajaran tradisional dipandang tidak efektif untuk memicu pemikiran yang mendalam dan retensi konsep jangka panjang.


Oleh karena itulah, banyak peserta didik mempunyai miskonsepsi bahwa sains paling tepat diajarkan melalui pengingatan fakta dan melupakan kolaborasi dan pemecahan masalah dari penyelidikan sains. Sekalipun beberapa negara telah mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis dalam kurikulum, pada kenyataannya peserta didik belum benar-benar mampu menunjukkan keterampilan tersebut karena pembelajaran sains yang dilakukan tidak sistematis dan terorganisasi serta minimnya penekanan keterampilan berpikir kritis secara eksplisit (Quitadamo et al., 2008; Darland & Jeffrey, 2012)

Tantangan global menuntut dunia pendidikan untuk selalu berkembang dan memenuhi membutuhan masyarakat dan memposisikan diri di lingkungannya. Pemerintah di beberapa negara mengajukan salah satu cara untuk menyiapkan peserta didik yang siap bersaing adalah dengan mengajarkan sains sebagaimana sains tersebut terjadi di dunia nyata. Dengan kata lain peserta didik harus belajar menyelesaikan permasalahan nyata di lingkungan dan menerapkan pengetahuan dengan cara yang kreatif dan inovatif. Selain itu, peserta didik juga harus menyadari bagaimana mereka berpikir, bukan hanya sekedar mengetahui apa yang mereka pikirkan (Bransford & Donovan dalam Quitadamo et. al. 2008). Seberapa besar manfaat seseorang, bagaimana ia memposisikan diri dan menyadari bagaimana cara memikirkan permasalahan dengan cara yang kreatif membutuhkan keterampilan berpikir kritis.

Keterampilan ini juga dianggap sebagai salah satu keterampilan esensial yang berpengaruh langsung terhadap kesuksesan akademik dan profesional (Quitadamo et al., 2008). Mengingat begitu pentingnya keterampilan berpikir kritis beberapa negara telah berusaha mengintegrasikan pembelajaran berpikir kritis untuk menyiapkan peserta didik mereka. Dengan kemampuan berpikir kritis yang tinggi diharapkan peserta didik siap terjun di masyarakat. Oleh karena itulah berbagai penelitian untuk menerapkan keterampilan berpikir kritis terus dilakukan. 

Sekian uraian singkat mengenai Keterampilan Berpikir Kritis (Critical Thinking Skills) Dalam Berbagai Dimensi Kehidupan, Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon