Saturday, November 08, 2014

Solusi dan Strategi dalam Komunikasi Anak Usia Dini

Solusi dan Strategi dalam Komunikasi Anak Usia Dini - Setelah pada postingan-postingan sebelumnya membumikan pendidikan telah share tentang perkembangan komunikasi dalam pola pengasuhan anak usia dini, berikut teori-teori dalam komunikasi anak usia dini, kendala-kendala yang dihadapi dalam komunikasi anak usia dini, dan hambatan-hambatannya juga. Maka, pada kesempatan kali ini, membumikan pendidikan akan share tentang solusi dan strategi dalam komunikasi anak usia dini. Pada postingan tentang solusi dan strategi dalam komunikasi anak usia dini ini, minimal ada 3 aspek yang harus diperhatikan. Tiga aspek tersebut adalah; (1) Komunikasi Efektif; (2) Peningkatan Komunikasi Efektif; dan (3) Prinsip Pembelajaran Bahasa. Uraiannya sebagai berikut. 

Komunikasi Efektif

Secara ringkas, komunikasi efektif adalah adanya saling memahami apa yang dimaksud oleh si pemberi pesan dan yang menerima pesan. Kajian komunikasi lisan (oral communication) sebagai bagian dari speaking menitikberatkan pada pengucapan. Pada dasarnya, apa yang dikomunikasikan dalam bentuk lisan harus tersampaikan pesannya secara akurat. Berikut ini adalah beberapa segi yang perlu diperhatikan oleh semua anggota yang berkomunikasi secara lisan diantaranya:

Strategi dalam Komunikasi Anak Usia Dini

  • Penggunaan Istilah Yang Tepat
Guru harus memilih istilah dengan akurat agar para siswa lebih cepat memahami apa yang disampaikan. Sebagai contoh, ungkapan kata “mungkin, barangkali, bisa saja” dstnya, bisa berakibat salah tafsir. Bisa saja guru bermaksud mengatakan: boleh tetapi ia mengatakan bisa saja dalam kalimat “Bisa saja kalian membawa bekal makanan dari rumah”. Hal ini akan sedikit membingungkan para siswa. Para siswa mungkin merasa ragu untuk membawa makanan. Berbeda dengan “Kalian boleh membawa bekal makanan dari rumah”.
  • Sinambung dan Runtut
Guru tentunya sudah memiliki perencanaan sebelum masuk kelas. Jika tidak, dimungkinkan apa yang menjadi sasaran pembelajaran tidak tercapai. Guru yang tidak melakukan perencanaan dengan baik akan melenceng terhadap topik yang dibicarakan. Sehingga dibutuhkan suatu presentasi yang berkesinambungan dan runtut agar mudah dipahami. Secara umum, biasanya dengan pengantar (pengenalan) terhadap suatu tema lalu masuk ke isi dan akhirnya review atau penutup. Dengan kata lain, penjelasan guru harus terfokus dan tidak menyampaikan hal-hal yang tidak penting apalagi hal yang tidak penting ini disampaikan secara berkepanjangan. Dengan demikian komunikasi diyakini akan menjadi efektif.
  • Adanya Sinyal Ketika akan Berpindah Topik Bahasan
Guru harus memberikan aba-aba melalui berbagai cara yang tepat agar para siswa mengerti akan adanya topik baru yang harus dicermati. Hal ini akan menjadikan efektifnya suatu komunikasi. Siswa akan mempersiapkan diri menyimak hal-hal baru/topik baru. Contoh: “Anak-anak tadi kalian sudah mempelajari sinonim dengan contoh-contohnya, sekarang kita akan membahas kata yang berkebalikan dari kata lainnya, namanya antonim, siap untuk memperhatikan?” Dengan ungkapan seperti ini, para siswa menyadari bahwa mereka akan menghadapi pembahasan baru, sehingga mereka harus terfokus pada yang baru tersebut agar bisa memahami hal yang baru itu. Siswa diharapkan akan berpikir apakah yang baru ada kaitannya dengan yang lama atau tidak tentunya setelah mendengar dan melakukan diskusi atau pembahasan. 

Peningkatan Komunikasi Efektif

Berikut ini adalah uraian yang menunjukkan kendala-kendala yang biasanya terjadi saat proses berkomunikasi dengan anak dilengkapi dengan solusi praktis yang dapat digunakan dalam menghadapinya.

Kendala;
  • Gangguan (noise) yang diakibatkan oleh berbagai hal.

Solusi Praktis;
  • Komunikasi dua arah atau multi arah contohnya guru meminta pendapat para siswa tentang apa yang sudah diterangkan, menanyakan apakah yang sedang dijelaskan sudah dimengerti atau belum, atau meminta pendapat siswa secara berantai.
  • Umpan balik (feedback) dari siswa sangat dibutuhkan oleh guru untuk mengukur efektivitas komunikasi yang dilakukan.

Kendala;
  • Bahasa Anak yang belum sempurna

Solusi Praktis;
  • Memberikan Perhatian
  • Memahami Komunikasi Verbal Dan Non Verbal
  • Meningkatkan Kemampuan Dalam Memahami Simbol Verbal Dan Non Verbal Dengan Menambah Referensi Pemahaman.
  • Menyimak Untuk Menganalisa Dan Mengevaluasi.
  • Meningkatkan Keahlian Menyimak Antarpersonal
  • Perhatikan bahasa tubuh dan ekspresi anak, dengan begitu kita dapat memahami apa yang coba disampaikan anak.

Kendala;
  • Orang dewasa yang kurang mendukung proses pembelajaran anak

Solusi Praktis;
  • Perkuat Segala sesuatu yang dilakukan anak dapat dengan ucapan-ucapan yang menggali kemarnpuan berpikir anak Iebih tinggi.
  • Pendidik menggali dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka sehingga anak dapat berpikir aktif.
  • Pendidik memberikan pengalaman pada anak dalarn menggunakan bahasa yang tepat.
  • Pendidik juga perlu rnengucapkan kalimat dengan bahasa yang benar.

Demikianlah uraian mengenai dua aspek mengenai solusi dan strategi komunikasi anak usia dini yaitu komunikasi efektif berikut cara peningkatannya. Semoga bermanfaat. Untuk uraian mengenai aspek yang ke-tiga (Prinsip Pembelajaran Bahasa), akan diuraikan pada postingan berikutnya. Mohon sahabat-sahabat membumikan pendidikan bersabar. :D

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon