Saturday, November 15, 2014

Upaya Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran

Upaya Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran - Pembelajaran yang menstimulasi keterampilan berpikir kritis akan meningkatkan hasil belajar peserta didik yang berupa pemahaman materi atau penguasaan konsep. Oleh karena itulah berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis atau menggunakan pembelajaran berpikir kritis untuk meningkatkan hasil pembelajaran. Hasil belajar dan keterampilan ini berkaitan satu sama lain. Keterampilan berpikir kritis dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran lainnya ataupun dikolaborasikan dengan model lainnya untuk meningkatkan hasil belajar yang diharapkan. Keterampilan berpikir kritis dapat ditingkatkan dengan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning) ( White et al., 2009).

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis adalah pendekatan studi kasus (case study). Studi kasus sangat bermanfaat karena peserta didik bekerja sama untuk memecahkan suatu kasus tertentu, kemudian membagikan penemuan dan pertanyaan di depan kelas serta pendidik sebelum berpindah pada kasus selanjutnya. Pendekatan ini memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan yang lebih untuk mengajukan pertanyaan, meninjau respon peserta didik lainnya, dan menggunakan respon tersebut untuk menunjukkan suatu kesalahpahaman serta menjawab pertanyaan (White et al., 2008).
Upaya Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran
Keterampilan Berpikir Kritis


Selain itu, keterampilan berpikir kritis juga dapat ditingkatkan dengan penerapan metode penyelidikan berbasis komunitas (Community-based Inquiry/CBI) yang merupakan gabungan antara critical thinking dan instruksi berbasis penyelidikan. Metode ini efektif karena memiliki kerangka elemen yang terintegrasi meliputi;
  • Penyelidikan otentik yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat,
  • Latihan studi kasus yang mengacu pada tema konsep utama,
  • Evaluasi antarteman (peer evaluation) dan pertanggungjawaban individu, dan
  • Diskusi konten.
CBI merupakan salah satu cara untuk mengintegrasi suatu penelitian dengan keterampilan berpikir kritis. CBI mempersyaratkan peserta didik untuk menyimpan rangkuman seluruh kegiatan laboratorium dalam sebuah jurnal penelitian individu (Sundberg, Pukilla dalam Quitadamo et al., 2008; Quitadamo et al., 2008).

Pelatihan studi kasus, baik pada studi kasus itu sendiri maupun studi kasus yang terintegrasi pada CBI, digunakan selama kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai metode ilmiah. Hal ini karena pada studi kasus, peserta didik diharuskan melakukan kegiatan melalui metode ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan penting dan variabel, menyatakan hipotesis, mengintegrasi informasi konten yang penting (yang didukung juga dengan kegiatan pembelajaran), mengajukan percobaan, menganalisis data dan membuat kesimpulan berdasarkan contoh nyata dari literatur ilmiah (Quitadamo et al., 2008; White et al., 2012).

Dalam suatu percakapan pemikiran kritis juga dibutuhkan untuk menyatakan pendapat agar dapat dipahami dan dipercaya oleh orang lain. Oleh karena itulah keterampilan berpikir kritis juga dapat dilatih dan ditingkatkan dengan kebiasaan berdialog dengan orang lain. Salah satu cara untuk membiasakan berdialog adalah dengan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran. Pembelajaran dialogis menstimulasi peserta didik untuk berpikir di luar konsep pengetahuan yang telah disampaikan. Pernyataan yang disampaikan akan mestimulus pemikiran selanjutnya dan kemungkinan untuk menambahkan sudut pandang moral lainnya yang berkaitan (Fritjers et al., 2008)

Sekian, semoga bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon