Saturday, December 06, 2014

Memahami Sekolah Sebagai Sebuah Sistem

Memahami Sekolah Sebagai Sebuah Sistem - Untuk memahami sebuah konsep sekolah yang efektif maka kita harus dapat mengerti secara konprehensif  tentang sistem yang berlaku dalam sekolah tersebut. Sistem itu terdiri atas sejumlah komponen yang saling terkait antara satu dengan yang lain dan tidak dapat berfungsi secara sendiri-sendiri. Yang menjadi permasalahan selanjutnya mampukah kita berperan untuk memfungsikan komponen-komponen sistem yang ada dalam sekolah tersebut sehingga dapat mendorong sekolah untuk tetap berkembang secara efektif dan berkualitas?

Mendasari pada permasalahan tersebut maka yang perlu kita pahami sekarang sebelum kita mengkaji permasalahan tentang sekolah yang efektif, maka terlebih dahulu kita memahami permasalahan yang berkaitan dengan komponen-komponen sekolah sebagai sebuah sistem yang efektif. Kemudian  permasalahan peran manajemen untuk mewujudkan sekolah yang efektif, permaslahan pengelolaan unsur-unsur pendukung untuk mewujudkan sekolah yang efektif. Selanjutnya permasalahan seberapa pentingkah biaya dalam memenej sekolah yang efektif dan terakhir adalah tentang bagamana sekolah itu dapat dikatakan sebagai sekolah yang efektif, berkualitas atau bermutu.

Komponen-Komponen Sekolah

Memahami  Sekolah  Sebagai  Sebuah SistemTerkait dengan permasalahan sistem maka William A. Shrode dan D. Voich (Aan Komariah, 2008, h.1) menjelaskan bahwa sistem mengandung makna bagian-bagian yang saling terkait, berfungsi dan bekerja secara independen dan secara bersama-sama dalam satu lingkaran kesatuan yang komplek untuk mencapai tujuan yang menyeluruh secara sinergi. Ini berarti bahwa di dalam sistem itu sendiri terdapat bagian-bagian atau disebut komponen-komponen yang saling terkait. Aan Komariah menyebutkan bahwa sekolah merupakan sebuah sistem yang kompleks yang di dalamnya mencakup komponen yang terdiri atas input-proses-output dan juga memiliki akuntabilitas terhadap konteks pendidikan dan outcom pendidikan.

Pendidikan dalam konteksnya sangatlah berbeda dengan organisasi lain, karena pendidikan tidaklah menghasilkan semata-mata hanya dengan jumlah secara kuantitatif yang banyak akan tetapi outcome atau hasil kelulusannya benar-benar harus bermanfaat untuk kehidupan masyarakat yang ada disekitarnya. Bila outcome yang diharapkan dapat dijadikan barometer sebuah sekolah dikatakan berkualitas atau tidak  maka  hal ini sangat terkait dengan proses dari sistem yang berlaku dalam sekolah itu sendiri yang dimaulai dari akuntabilitas dari kontek pendidikan, imput pendidikan, proses pendidikan dan output pendidikan. Dalam sistem imput pendidikan hal-hal yang menjadi perhatian terpenting dalam sebuah sekolah terdiri atas sejumlah komponen yang meliputi manusia yaitu siswa, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan dan semua stekholder yang berperan aktif dalam menciptakan sistem sekolah yang efektif. Komponen lainnya yaitu uang (money) yang menjadi suplai penting dalam pemrosesan raw input atau manusianya. Selanjutnya adalah komponen barang/bahan (materials) sebagai pnunjang dalam proses pembelajaran berupa saran prasarana, alat-alat/media pendidikan dan sumber-sumber pendidikan. Kemudian komponen metode-metode (methods) yang meliputi cara, teknik dan strategi yang dikembangkan sekolah dalam melaksanakan proses pendidikan. Dan komponben terakhir adalah mesin-mesin yaitu perangkat yang mendukung terjadinya proses pembelajaran.

Prof. Dr. Sudarwan Danim menjelaskan bahwa mutu masukan (input) dapat dilhat pada beberapa sisi yaitu kondisi baik atau tidaknya sumber daya manusia berupa guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, dan siswa. Terpenuhinya  masukan material berupa alat peraga, buku-buku, kurikulum, sarana dan prasarana. Tersediannya perangkat lunak yang meliputi peraturan, struktur organisasi, dan diskripsi kerja. Serta terpenuhi mutu masukan seperti visi dan misi, motivasi, ketekunan dan cita-cita. Semua komponen input tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan sekolah yang efektif. Bila komponen-komponen tersebut telah berfungsi secara bersama-sama dan saling terkait dalam proses maka akan tercipta suasana sekolah yang kondusif dimana sekolah dapat berkembang secara efektif menuju tujuan sebagaimana yang diharapkan.

Selain komponen input dalam menentukan berfungsi tidaknya sistem dalam sekolah ada juga komponen proses yang berperan dalam penyelenggaraan sekolah. Dalam konteks pendidikan, kiat manajemen sekolah sangat menentukan pengelolaan masukan-masukan sekolah agar terpenuhinya harapkan output yang bernilai secara outcome dalam kehidupan bermasyarakat. Hal-hal yang sangat diharapkan dalam output pendidikan menurut Sudarwan Danim adalah terbentuknya derjata kesehatan, keamanan, disiplin, keakraban, saling menghormati, dan kepuasan pada setiap unsur imput dalam memberi dan menerima jasa layanan.

Oleh karena itu, seorang manajemen pendidikan harus berlaku sebagai agent of change yang selalu berupaya untuk menciptakan difusi inovasi bagi seluruh unsur imput.  Roe dan Norton (Aan Komariah dan Cepi Triatna, 2008,  h. 2-3) berpendapat bahwa dalam mengelola program sebagai proses penyelenggaranan sekolah yang efektif, manajemen sekolah harus mampu melaksanakn pengkoordinasian dan penyerasian program sekolah secara holistik dan integratif meliputi perencanaan, pengembangan dan evaluasi program, pengembangan kurikulum dan proses belajar mengajar, pengelolaan sumberdaya manusia, pengelolaan fasilitas, pengelolaan hubungan dengan stekholder, pengelolaan keuangan dan pengelolaan siswa. Dengan demikian maka sistem sekolah sangat menentukan hasil akhir dari sebuah proses dimana kelulusan siswa dapat diterima dalam kehidupan bermasyarakat dengan terpenuhinya harapan sebagaimana dikemukakan oleh Sudarwan Danim di atas.

Demikian uraian singkat mengenai salah satu solusi penting pengembangan sekolah menjawab tantangan pendidikan yakni dengan memahami sekolah sebagai sebuah sistem. Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon