Wednesday, December 31, 2014

Mengenal Alam Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan

Mengenal Alam Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan - Pada postingan siang ini, blog Membumikan Pendidikan akan share bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai Pendidikan dengan judul "Mengenal Alam Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan". Uraiannya sebagai berikut.

Pendidikan merupakan suatu proses yang berkaitan erat dengan peningkatan kualitas atau kemampuan seorang individu. Oleh karena itu pendidikan adalah upaya untuk mengembangkan kemampuan dan kepribadian setiap individu yang dipusatkan pada proses perubahan kepribadian dan watak manusia. Sebagaimana Ki Hajar Dewantara (KHD) mencoba untuk mengesampingkan pendekatan politik dan mulai merambah pada bidang pendidikan untuk mewujudkan keinginanya mencapai Indonesia merdeka. Keinginan beliau yakni mendidik angkatan muda dalam jiwa kebangsaan. Hal ini merupakan bagian penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia dan sebagai dasar perjuangan untuk meningkatkan derajat rakyat.

Konsep Pendidikan Ala Ki Hajar Dewantara

Alam Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan
KHD menawarkan konsep pendidikan dengan sistem among yang menyokong kodrat alam peserta didik, bukan dengan “perintah-paksaan”, tetapi dengan tuntunan agar berkembanng lahir dan batin anak menurut kodratnya secara subur dan selamat (Yamin, 2009: 173-174). Yang diutamakan dalam konsep pendidikan tersebut adalah menanamkan nilai-nilai luhur bangsa sendiri secara masif dalam kehidupan anak didik. Sistem pendidikan yang diterapkan pada Taman Siswa disebut sistem among yang mengedepankan dua prisip berikut (Rif’ai, 2011: 108-109):

  • Kodrat Hidup Anak

Kodrat Hidup anak ini terwujud sebagai bakat anak. Perkembangan dan kemajuan anak dicapai berdasarkan perkembangan kodratnya. Pendidikan tidak dapat memaksakan, tidak dapat ikud menentukan secara mutlak akan kodrat yang dimiliki oleh anak. Dasar kodrat alam memberikan keyakinan akan adanya kodrat alam pada diri manusia, sebagai makhluk Tuhan. Kodrat alam sebagai bekal dan dasar yang perlu untuk tumbuh, berkembangn dan kemajuan untuk hidupnya, sehingga manusia dapat mengusahakan keselamatan dan kebahagiaan hidup lahir batin, baik untuk diri pribadi maupun untuk masyarakatnya (Tauchid, 1968: 54).

  • Dasar Kemerdekaan

Dasar kedua ialah kemerdekaan, yaitu anak didik harus diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan diri. Anak didik hendaknya dibiasakan menggunakan cipta, rasa, dan karsanya sendiri. begiru juga sikap hatinya. Jadi, hendaknya anak dididik adar menjadi orang dewasa yang merdeka lahir dan batinya, yang disertai rasa tanggung jawab.

Sistem Among dalam Pendidikan

Sistem among mengutamakan kodrat alam anak didik yang didampingi oleh seorang pamong (guru). Seorang guru bukan sebagai seorang diktator yang haus akan kekuasaan atau kehormatan pribadi, tetapi dengan suatu visi yang secara sukarela dan penuh dedikasi dalam membantu peserta didik untuk menemukan dirinya sendiri atau untuk dapat berdiri sendiri atas kemampuanya sendiri (Tilaar & Nugroho, 2012: 52).

Metode Among yaitu suatu sistem pendidikan yang berjiwakan kekeluargaan dan bersendikan kodrat alam dan kemerdekaan. Dalam sistem ini pendidik harus meluangkan waktu sebanyak 24 jam setiap harinya untuk memberikan pelayanan kepada anak didik sebagaimana orangtua yang mendidik anaknya (Rahardjo, 2012: 64). Sistem Among tersebut berdasarkan cara berlakunya disebut Sistem Tut Wuri Handayani. Orientasi pendidikan dalam sistem ini adalah pada siswa, yang dalam terminology baru disebut student centered. Di dalam sistem ini pelaksanaan pendidikan lebih berdasarkan pada minat dan potensi apa yang perlu dikembangkan pada siswa, bukan pada minat dan kemampuan apa yang dimiliki oleh guru.

Untuk mencapai tujuan pendidikanya, untuk mencapai apa yang diharapkan dari penerapkan Sistem Among tersebut, maka pendidikan yang diselenggarakan harus ada sebuah kerja sama yang selaras antara tiga pusat pendidikan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan perguruan, dan lingkungan masyarakat. Pusat pendidikan yang satu dengan yang lain diharapkan mampu saling melengkapi dan saling mengisi kekurangan sehingga tujuan pendidikan tercapai dengan optimal. Penerapan sistem pendidikan seperti inilah yang dinamakan dengan Sistem Tripusat Pendidikan.

Demikianlah uraian mengenai ALam Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan. Semoga dapat bermanfaat dan dapat membuka wawasan generasi penerus bangsa dalam meneruskan cita-cita beliau.

Advertisement

1 komentar:

Benar juga tuh, kadang kalau ketemu yang gila hormat kerepotan. Padahal tugasnya mendidik dan mengarahkan muridnya.

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon