Friday, January 23, 2015

Pengertian Pendidikan Islam Dalam Konteks Kekinian

Pengertian Pendidikan Islam Dalam Konteks Kekinian - Setelah pada postingan sebelumnya, telah diuraikan mengenai pengertian kurikulum. Untuk lebih jelasnya sahabat-sahabat bisa baca postingan tentang "Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli". Maka pada sub-bab postingan kedua ini akan diuraikan mengenai pengertian pendidikan Islam itu sendiri sebagai rangkaian untuk menemukan makna yang sebenarnya tentang istilah kurikulum pendidikan Islam yang menjadi topik utama. Berikut uraiannya.

Definisi Pendidikan Islam

Istilah “Pendidikan Islam” merupakan rangkaian kata yang memiliki makna yang sangat luas. Dalam ungkapan ini sendiri telah tersirat konsep, falsafah dan matlamatnya. Ini agak berbeda dengan kepahaman umum masyarakat hari ini yang menganggap pendidikan Islam itu ialah Mata Pelajaran Agama Islam atau Pengetahuan Agama Islam di sekolah (Moh. Yusuf Ahmad, 2004). Untuk memberikan pengertian pendidikan Islam yang sempurna, terlebih dahulu kita menjelaskan makna kata pendidikan dan Islam. Menurut Al-Attas, Hassan Langgulung dan Burlian Somad mengatakan bahwa yang dimaksud pendidikan itu ialah perubahan perubahan tingkah laku (Moh. Yusuf Ahmad, 2004). Apabila disebut pendidikan Islam maka akan menjadi lebih khusus dan bermakna pendidikan yang berteraskan syariat Islam yang berlandaskan Al-Quran dan Al-Hadis, dan perubahan yang dikehendaki pula ialah perubahan rohani, akhlak dan tingkah laku menurut Islam.

Pengertian Pendidikan Islam Dalam Konteks Kekinian

Dalam bahasa Inggris istilah pendidikan disebut education. Sedangkan dalam bahasa Arab kata pendidikan, sering digunakan pada beberapa istilah, di antaranya ta’lim, tarbiyah dan ta’dib. Namun demikian, ketiga kata tersebut memiliki makna tersendiri dalam menunjuk atau menerangkan pengertian pendidikan (Dr. Samsul Nizar,M.A: 2001). Kata at-ta’lim merujuk kepada pengajaran yang bersifat pemberian atau penyampaian pengertian, pengetahuan, dan keterampilan. Kata at-tarbiyah memiliki arti mengasuh, mendidik, dan memelihara. Sementara Kata at-ta’dib dapat diartikan sebagai proses mendidik yang memfokuskan kepada pembinaan dan penyempurnaan akhlak atau budi pekerti pelajar. Pendidikan adalah latihan atau ajaran (Dr.Teuku Iskandar, 1986). Sementara itu menurut al-Quran, Islam ialah penyerahan diri dan kepatuhan sesuai dengan firman Allah swt dalam Surah Ali ‘Imran ayat 83.

Ini menunjukkan kepada kita bahwa, pendidikan Islam merupakan usaha-usaha pembentukan anak-anak sesuai dengan ajaran Islam, maka dengan itu melalui pendidikan Islam akan dapat menyadari hal-hal yang sebenarnya atau hakikat-hakikat baik dalam ajaran dan amalan Islam, atau apa yang terkandung dalam akidahnya, ibadatnya, sistem akhlaknya dan juga ajaran syariatnya yang dilihat dari segi hukum-hukumnya yang zahir. Ahli-ahli fikir Islam berpendapat bahwa dengan menyadari hal-hal ini semua manusia akan mencapai kebahagiaan dalam dunia dan akhirat (Dr. Haron Din & Dr. Sobri Salamon, 1988).
 
Menurut Moh. Kamal Hasan, pendidikan Islam menyatukan semua ilmu pengetahuan di bawah authority dan pengendalian Al-Quran dan Sunnah yang merupakan dasar dalam sistem pendidikan dan kebudayaan Islam seluruhnya. Akidah Islam menjadi pusat bagi semua ilmu serta sifatnya integrated. Menurut beliau pendidikan Islam itu dapat dibagi dua, yaitu formal dan informal (Moh. Yusuf Ahmad, 2004). Akhirnya, dapatlah dibuat kesimpulan bahwa tiada makna yang tepat bagi pendidikan Islam namun dapat dipahami oleh semua orang bahwa pendidikan Islam adalah satu usaha untuk mengembangkan fitrah manusia sesuai dengan ajaran agama Islam berlandaskan al-Quran dan al-Sunnah yang akhirnya akan mewujudkan satu masyarakat yang bertamadun tinggi, penuh rahmat dan kebahagiaan serta mendapat keridhaan Allah.

Kurikulum Pendidikan Islam

Berdasarkan uraian di atas dan uraian mengenai kurikulum pada postingan sebelumnya, maka dapat ditarik benang merah tentang apa itu kurikulum pendidikan Islam.
Bahwa kurikulum pendidikan Islam lahir dari pemahaman tentang hakikat manusia, hakikat alam, dan hakikat kehidupan serta lingkungan sosial. Kurikulum harus menjadi cerminan dari kehendak dan iradah Allah sebagai pemberi mandat kekhalifahan. Muatan kurikulum pendidikan Islam harus dapat memadukan sumber-sumber ketuhanan (ayat-ayat quraniyah), kemanusiaan (realitas kehidupan), dan kealaman (ayat-ayat kauniyah).

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon