Wednesday, January 14, 2015

Strategi Pengembangan Kurikulum

Strategi Pengembangan Kurikulum - Di bagian awal-awal postingan tentang pengembangan kurikulum, sahabat-sahabat telah membaca dan menyimak serta memahami bahwa KTSP dikembangkan dengan melibatkan berbagai komponen dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap sekolah. Bagi sahabat-sahabat blog membumikan pendidikan yang belum tahu postingan awal-awal pengembangan kurikulum, sahabat-sahabat bisa baca postingan dengan judul "Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi" dan "Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)".

Lalu, bagaimana pengembangan kurikulum itu dilakukan agar dapat mencapai hasil yang diharapkan? Sebelum blog membumikan pendidikan share mengenai hal tersebut. Alangkah baiknya sahabat-sahabat blog membumikan pendidikan menjawab pertanyaan di bawah ini.
"Bagaimana strategi pengembangan KTSP yang mampu mengakomodasi semua kebutuhan dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lokasi sekolah berada?"

Strategi pengembangan KTSP

Strategi pengembangan KTSP berkaitan dengan sosialisasi KTSP di sekolah, penciptaan suasana yang kondusif, penyediaan dan pengembangan fasilitas dan sumber belajar, pembentukan kedisiplinan, pengembangan kemandirian kepala sekolah, pengubahan paradigma (pola pikir) guru, serta pemberdayaan staf (Mulyasa, 2006:153).
Strategi Pengembangan Kurikulum

Hal pertama yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam pengembangan KTSP adalah melakukan sosialisasi KTSP kepada seluruh warga sekolah, termasuk masyarakat dan orang tua siswa. Sosialisasi ini penting dilakukan agar semua pihak yang terkait memahami KTSP sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan, sekaligus memahami visi dan misi sekolah. Jika semua pihak yang berkepentingan dengan pelaksaan pendidikan di sekolah memahami KTSP, maka mereka akan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan gagasan yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di sekolah tersebut.

Kedua, mengadakan musyawarah antara kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, tokoh masyarakat, dan pakar kurikulum untuk mengembangkan KTSP bersama-sama.

Ketiga, menciptakan suasana yang kondusif. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, optimis, dan kekeluargaan merupakan iklim yang kondusif bagi pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran. Iklim semacam ini sangat mendukung keberhasilan pengembangan dan pelaksanaan KTSP di sekolah. Hal ini perlu diciptakan karena KTSP menekankan pada pengembangan kompetensi, yang sangat memerlukan terciptanya suasana belajar yang kondusif, aman, tertib, dan menyenangkan. Pembelajaran akan berlangsung dengan menyenangkan jika tercipta suasana kekeluaragaan dan kemitraan, serta ditunjang dengan fasilitas dan sumber belajar yang memadai. Dengan demikian, siswa dapat menjadi lebih senang dan betah belajar.

Keempat,  penyiapan  sumber  belajar.  Sumber  belajar  yang  perlu  disiapkan dalam pelaksanaan KTSP antara lain laboratorium, pusat sumber belajar, pepustakaan, dan tenaga pengelola profesional. Karena itu, guru harus kreatif mengembangkan media dan sumber pembelajaran dan memanfaatkannya secara efektif dalam pembelajaran.

Kelima, dalam pengembangan KTSP, guru harus dapat mengembangkan dan menciptakan disiplin peserta didik agar dapat mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang ada. Guru harus mampu membimbing siswa untuk membentuk pola perilaku disiplin dan tertib.

Keenam, pengembangan kemandirian kepala sekolah. Kemandirian dan profesionalisme kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pengembangan KTSP. Kemandirian kepala sekolah diperlukan mengingat dalam pengembangan KTSP, pihak sekolah dituntut untuk memiliki insiatif dan kemandirian untuk mengembangkan dan menyesuaikan kurikulum dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat, terutama siswa. Untuk itu, diperlukan kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keptusan dan prakarsa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Ketujuh, membangun karakter guru. Guru harus kreatif dan mampu menjadi mitra belajar siswa. Hal ini diperlukan karena KTSP menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Untuk itu, peran guru sangat penting dalam pengembangan dan pelaksanaan KTSP karena gurulah yang langsung melaksanakan pembelajaran dan berinteraksi dengan siswa.

Sekian dan semoga bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon