Saturday, January 24, 2015

Teori Belajar Humanistik

Teori Belajar Humanistik - Teori humanistik memandang bahwa belajar bukan sekedar pengembangan kualitas kognitif saja, melainkan sebuah proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh bagian atau domain yang ada. Domain-domain tersebut meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Pendekatan humanistik dalam pembelajaran menekankan pentingnya emosi atau perasaan. Komunikasi terbuka dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap siswa. (Baharudin dan Wahyuni, 2008).

Teori belajar humanistik berasumsi bahwa belajar adalah fungsi seluruh kepribadian suatu individu merupakan pribadi utuh yang mempunyai kebebasan memilih untuk menentukan kehidupannya, memiliki keinginan untuk mengetahui sesuatu, serta memiliki keinginan untuk bereksplorasi dan mengasimilasi pengalamannya.
 
Teori Belajar Humanistik
Hierarki Maslow

Asumsi Teori Humanistik

Humanistik didasarkan pada asumsi bahwa:
  • Individu adalah pribadi utuh, ia mempunyai kebebasan memilih untuk menentukan kehidupannya.
  • Individu mempunyai hasrat untuk mengetahui, hasrat untuk bereksplorasi, dan mengasimilasi pengalaman-pengalamannya.
  • Belajar adalah fungsi seluruh kepribadian individu.
  • Belajar akan bermakna jika melibatkan seluruh kepribdian individu.

Implikasi Teori Humanistik

Implikasinya terhadap pendidikan sebagai berikut:
  • Individualisasi: perlakuan terhadap individual didasarkan atas kebutuhan-kebutuhan individual dan kepribadian peserta didik.
  • Motivasi: bersifat intrinsik berdasarkan pemuasan kebutuhan-kebutuhan individual peserta didik.
  • Metodologi: menggunakan metode/pendekatan proyek yang terpadu, menekankan pada studi-studi sosial atau mempelajari kehidupan sosial.
  • Tujuan kurikuler: mengutamakan pada pengembangan sosial, keterampilan berkomunikasi, kemampuan untuk tanggap terhadap kebutuhan kelompok dan individu.
  • Bentuk pengelolaan kelas: berpusat pada peserta didik, peserta didik bebas memilih sedangkan guru/pendidik berperan untuk membantu dan bukan untuk mengarahkan.
  • Usaha mengefektifkan mengajar: pengajaran disusun dalam bentuk topik-topik yang terpadu berdasarkan kebutuhan peserta didik secara perorangan.
  • Partisispasi peserta didik: mengutamakan partisipasi aktif peserta didik.
  • Kegiatan belajar peserta didik: mengutamakan belajar melalui pemahaman dan pengertian, bukan hanya memperoleh pengetahuan.
  • Tujuan umum: mencapai kesempurnaan diri dan pemahaman.

Sekian dan semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon