Saturday, January 24, 2015

Teori Belajar Kognitif (Pengetahuan)

Teori Belajar Kognitif (Pengetahuan) - Teori Kognitif, dikembangkan oleh Jean Piaget, seorang psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980. Teorinya memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan, yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan.

Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata (skema) tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental.
Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme, yang berarti, tidak seperti teori nativisme (yang menggambarkan perkembangan kognitif sebagai pemunculan pengetahuan dan kemampuan bawaan), teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan. Untuk pengembangan teori ini, Piaget memperoleh Erasmus Prize. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia, misalnya:
  • Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)
  • Periode praoperasional (usia 2–7 tahun)
  • Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)
  • Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)

Asumsi Teori Belajar Kognitif

Teori belajar kognitif berasumsi bahwa belajar adalah sebuah proses mental yang aktif untuk mencapai, mengingat, dan menggunakan pengetahuan. Sehingga perilaku yang tampak pada manusia tidak dapat diukur dan diamati tanpa melibakan mental seperti motivasi, kesegajaan, keyakinan, dan sebagainya. (Baharudin dan Wahyunu, 2008: 87), atau dengan kata lain bahwa belajar menurut teori kognitif adalah proses internal yang kompleks berupa pemrosesan informasi, dikarenakan seiap individu memilki kemampuan untuk memproses informasi sesuai faktor kognitif berdasarkan tahapan usianya, sehingga hasil belajar adlah perubahan struktur kognif yang ada pada individu tersebut.

Kedudukan teori belajar dijadikan sumber inspirasi di dalam pengembangan model pembelajaran, terutama di dalam penetapan tingkah laku yang harus dikuasai peserta didik, karakteristik peserta didik, kondisi-kondisi pembelajaran yang harus dirancang, beserta berbagai fasilitas belajar yang dapat memperkuat pengalaman belajar peserta didik.

Teori Kognitif didasarkan pada asumsi bahwa:
  • Individu mempunyai kemampuan memproses informasi.
  • Kemampuan memproses informasi tergantung faktor kognitif yang perkembangannya berlangsungsecar bertahap sejalan dengan tahapan usianya.
  • Belajar adalah proses internal yang kompleks berupa pemrosesan informasi.
  • Hasil belajar adalah berupa perubahan struktur kognitif.
  • Cara belajar pada anak-anak dan orang dewasa berbeda secara tahap perkembangannya.

Implikasi Teori belajar kognitif

Implikasinya terhadap pendidikan adalah sebagai berikut:
  • Individualisasi: perlakuan individu didasarkan pada tingkat perkembngan kognitif peserta didik.
  • Motivasi: bersifat intrinsik yang timbul berdasarkan pengetahuan yang telah dikuasai peserta didik.
  • Metodologi: menggunakan kurikulum dan metode-metode yang berfungsi mengembangkan keterampilan dasar berfikir.
  • Tujuan kurikuler: difokuskan untuk mengembangkan keseluruhan kemampuan sensori, motor, bahasa, kognitif, adapun interaksi sosial merupakan cara/alat untuk mengembangkan intelegensi.
  • Bentuk pengelolaan kelas: berpusat pada peserta didik.
  • Usaha mengefektifkan mengajar: dengan cara mengutamakan program-program pendidikan berupa pengetahuan-pengetahuan yang terpadu, adapun konsep-konsep dan keterampilan harus secara hierarkis.
  • Partisispasi peserta didik: peserta didik dituntut berpartisipasi aktif untuk mengembangkan kognitif, peserta didik belajar dengan bekerja.
  • Kegiatan belajar peserta didik: mengutamakan belajar melalui pemahaman.
  • Tujuan umum: mengembangkan kemampuan atau fungsi-fungsi kognitif secara optimal dan kemampuan menggunakan kecerdasan secara bijaksana.

Sekian dan semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon