Friday, February 06, 2015

Biografi Benjamin S. Bloom Peletak Taksonomi Bloom

Biografi Benjamin S. Bloom Peletak Taksonomi Bloom - Benjamin S. Bloom lahir pada 21 februari 1913 di Lansford Pennsylvania, dan meninggal pada tanggal 13 September 1999. Dia menerima gelar sarjana dan gelar master dari Pennsylvania State University pada tahun 1935 dan Ph.D. Pendidikan dari University of Chicago Maret 1942. Ia menjadi anggota staff Board of Examinations di University of Chicago pada tahun 1940 dan bertugas sampai 1959. Ia juga adalah seorang guru, penasihat pendidikan dan psikologi pendidikan.
Biografi Benjamin S. Bloom Peletak Taksonomi Bloom
Benjamin S. Bloom
Penunjukan awalnya sebagai instruktur di Departemen Pendidikan University of Chicago dimulai tahun 1944 dan akhirnya ia ditunjuk Charles H. Swift Distinguished Service sebagai Profesor pada tahun 1970. Ia menjabat sebagai penasihat pendidikan pemerintah Israel, India dan banyak negara lain. Pada tahun 2001 Lorin W. Anderson mantan siswa Bloom bekerja sama dengan salah satu mitra Bloom yaitu David Krathwohl menulis A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing (A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives). Mereka adalah orang-orang yang ahli di bidang psikologi kognitif, kurikulum dan pengajaran, dan pendidikan pengujian, pengukuran, dan penilaian.

Teori Taksonomi Bloom

Taksonomi berasal dari bahasa Yunani tassein berarti untuk mengklasifikasi dan nomos yang  berarti aturan. Taksonomi berarti klasifikasi berhirarki dari sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi. Semua hal yang bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian sampai pada kemampuan berpikir dapat diklasifikasikan menurut beberapa skema taksonomi.

Konsep Taksonomi Bloom dikembangkan pada tahun 1956 oleh Benjamin Bloom, seorang psikolog bidang pendidikan. Konsep ini mengklasifikasikan tujuan pendidikan dalam tiga ranah, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Ranah kognitif meliputi fungsi memproses informasi, pengetahuan dan keahlian mentalitas. Ranah afektif meliputi fungsi yang berkaitan dengan sikap dan perasaan. Sedangkan ranah psikomotorik berkaitan dengan fungsi manipulatif dan kemampuan fisik.

Ranah kognitif menggolongkan dan mengurutkan keahlian berpikir yang menggambarkan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir mengekspresikan tahap-tahap kemampuan yang harus siswa kuasai sehingga dapat menunjukan kemampuan mengolah pikirannya sehingga mampu mengaplikasikan teori ke dalam perbuatan. Mengubah teori ke dalam keterampilan sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang baru sebagai produk inovasi pikirannya. Memahami sebuah konsep berarti dapat mengingat informasi atau ilmu mengenai konsep itu. Seseorang tidak akan mampu mengaplikasikan ilmu dan konsep jika tanpa terlebih dahulu memahami isinya.

Konsep tersebut mengalami perbaikan seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman serta teknologi. Salah seorang murid Bloom yang bernama Lorin Anderson merevisi taksonomi Bloom pada tahun 1990. Hasil perbaikannya dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama Revisi Taksonomi Bloom, dalam revisi ini ada perubahan kata kunci, pada kategori dari kata benda menjadi kata kerja. Masing-masing kategori masih diurutkan secara hirarkis, dari urutan terendah ke yang lebih tinggi. Pada ranah kognitif kemampuan berpikir analisis dan sintesis diintegrasikan menjadi analisis saja. Dari jumlah enam kategori pada konsep terdahulu tidak berubah jumlahnya karena Lorin memasukan kategori baru yaitu creating yang sebelumnya tidak ada.

TAKSONOMI BLOOM'S
No Taksonomi Bloom 1956 Revisi Taksonomi Blooms 2000
1 Pengetahuan (Mengingat atau mengambil bahan belajar sebelumnya) Mengingat (Mengambil, mengingat, atau mengenali pengetahuan dari memori. Mengingat adalah ketika memori digunakan untuk menghasilkan definisi, fakta, atau daftar, atau membaca atau mengambil materi)
2 Pemahaman (Kemampuan untuk memahami atau membangun makna dari bahan) Memahami (Membangun makna dari berbagai jenis fungsi akan mereka tertulis atau pesan grafis kegiatan seperti menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasi, meringkas, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan)
3 Aplikasi (Kemampuan untuk menggunakan bahan belajar, atau untuk mengimplementasikan materi yang baru dan situasi konkret) Menerapkan (Melaksanakan atau menggunakan prosedur melalui pelaksana, atau pelaksanaan. Menerapkan terkait dan mengacu pada situasi di mana bahan belajar yang digunakan melalui produk seperti model, presentasi, wawancara atau simulasi)
4 Analisis (Kemampuan untuk memecah atau membedakan bagian-bagian dari materi ke dalam komponen sehingga struktur organisasi mungkin lebih baik dipahami) Menganalisis (Breaking materi atau konsep menjadi bagian-bagian, menentukan bagaimana berhubungan atau bagian-bagian saling berhubungan satu sama lain atau struktur keseluruhan atau tujuan. Tindakan mental termasuk dalamfungsi ini membedakan, pengorganisasian, dan menghubungkan, serta mampu membedakan antara komponen atau bagian. Ketika seseorang menganalisis ia dapat menggambarkan fungsi dengan membuat, bagan, atau diagram, atau grafik representasi)
5 Sintesis (Kemampuan untuk membuat bagian-bagian bersama-sama untuk membentuk koheren atau keseluruhan baru yang unik) Mengevaluasi (Membuat keputusan berdasarkan criteria dan standar melalui pemeriksaan dan mengkritisi. Kritik, rekomendasi, dan laporan adalah beberapa produk yang dapat dibuat untuk menunjukkan proses evaluasi. Dalam evaluasi penggolongan atau taksonomi yang lebih baru datang sebelum membuat seperti itu seringkali merupakan bagian penting dari perilaku yg terjadi lebih dahulu sebelum menciptakan sesuatu)
6 Evaluasi (Kemampuan untuk menilai, memeriksa, dan bahkan kritik nilai bahan untuk tujuan tertentu) Menciptakan (Menempatkan elemen bersama-sama untuk membentuk suatu keseluruhan koheren atau fungsional; reorganisasi unsur ke dalam pola atau struktur baru melalui menghasilkan, perencanaan, atau menghasilkan. Menciptakan mengharuskan pengguna untuk menempatkan bagian-bagian bersama-sama dengan cara yang baru atau mensintesis bagian menjadi sesuatu yang baru dan berbeda bentuk baru atau produk. Proses ini adalah fungsi mental paling sulit dalam taksonomi baru)


Demikianlah uraian tentang Biografi Benjamin S. Bloom Peletak Taksonomi Bloom berikut sedikit mengenai teori yang dicetuskannya dalam bidang pendidikan. Semoga dapat bermanfaat dan juga dapat menambah wawasan sahabat-sahabat membumikan pendidikan.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon