Saturday, February 07, 2015

Biografi Lawrence Kohlberg Penerus Jean Piaget

Biografi Lawrence Kohlberg Penerus Jean Piaget - Lawrence Kohlberg (25 Oktober 1927 – 19 Januari 1987) dilahirkan di  Bronxville, New York dalam sebuah keluarga kaya dan belajar di Akademi Phillips, sebuah SMA swasta yang terkenal. Pada Perang Dunia II, setelah menyelesaikan pendidikan SMAnya, ia mendaftar sebagai ahli mesin di sebuah kapal perang. Di kapal itu, ia dan teman-temannya sekapal memutuskan untuk membantu  orang-orang Yahudi yang berusaha melarikan diri dari Eropa ke Palestina. Mereka berhasil dengan menyelundupkan orang-orang itu di kargo pisang dan dengan demikian mengelabui inspektur pemerintah yang melaksanakan blokade Britania di daerah itu.
Biografi Lawrence Kohlberg Penerus Jean Piaget

Setelah dinasnya dalam perang, ia mendaftar ke Universitas Chicago pada 1948. Hasil ujian masuknya sangat tinggi, dan ia memperoleh gelar sarjana dalam psikologi dalam waktu hanya satu tahun. Kohlberg terus bertahan di Universitas Chicago untuk melanjutkan ke program pasca-sarjana, dan tertarik pada penalaran moral anak-anak dan karya-karya awal Jean Piaget dan yang lain-lainnya. Ia menulis disertasi doktoralnya di asana pada 1958 yang memberikan kerangka dari apa yang kini dikenal sebagai  tahap perkembangan moral Kohlberg.

Kohlberg kemudian mengajar pada 1962 di Universitas Chicago di Komite tentang Perkembangan Manusia, dan memperpanjang masa tinggalnya dengan dunia pendidikan. Pada 1968, dalam usia 40 tahun dan menikah serta dikarunia dua orang anak, ia menjadi profesor pendidikan dan psikologi sosial di Universitas Harvard. Ia terkenal karena karyanya dalam pendidikan, penalaran, dan perkembangan moral. Sebagai pengikut  teori perkembangan kognitif Jean Piaget, karya Kohlberg mencerminkan dan bahkan memperluas karya pendahulunya. Karyanya ini telah diperluas dan dimodifikasi oleh sejumlah pakar, seperti misalnya Carol Gilligan yang belakangan menjadi koleganya dan kritik terhadap teori perkembangan moralnya.

Dalam sebuah kunjungan ke Israel pada 1969, Kohlberg berkunjung ke sebuah kibbutz dan mengamati betapa perkembangan moral orang-orang muda saat itu jauh lebih berkembang dibandingkan dengan mereka yang tidak menjadi bagian dari kibbutz. Ia memutuskan untuk memikirkan ulang penelitiannya saat itu dan memulai sebuah sekolah baru yang dinamai Sekolah Cluster di dalam SMA Cambridge Rindge and Latin. Sekolah Cluster dikelola sebagai sebuah "komunitas yang adil" di mana siswa-siswanya mempunyai hubungan dasar dan yang layak dipercaya dengan sesamanya, dengan menggunakan demokrasi dalam pengambilan semua keputusan di sekolah itu. Dilengkapi dengan model ini, ia memulai ‘komunitas yang adil’ yang sama di sekolah-sekolah yang lain, bahkan juga satu di penjara.

Teori Kohlberg

Lawrence Kohlberg merupakan penerus karya Piaget. Jika Piaget membahas teori struktur intelektual maka Kohlberg mengemukakan teori perkembangan pemikiran moral yang bukan hanya psikologi tetapi moral philosophical.


Analisis Kritis Teori Kohlberg

Kohlberg mengatakan bahwa setiap individu akan melewati struktur mental yang berbeda yang disebut tahap invariant yang secara moral tahapan berikutnya akan lebih maju dari sebelumnya.

Tujuh tahap perkembangan moral terdiri dari tiga pasang ditambah satu tahap moral religius. Tahapan tersebut ialah tahap satu dan dua disebut pra konvensional pemikiran moral, tahap  tiga  dan empat  disebut  konvensional pemikiran moral,  tahap  lima  dan enam disebut pemikiran moral yang berprinsip, tahap tujuh disebut berpikir agama.

Pada tahap pertama yang tepat dilakukan adalah apa pun yang menghindari hukuman dan dalam tahap kedua adalah apa pun yang memenuhi kebutuhan mereka langsung. Pada tahap tiga berorientasi pada anak yang baik dan benar adalah yang menyenangkan dan membantu orang lain. Pada tahap ini anak-anak menganggap moralitas sebagai seperangkat aturan sosial dan harapan. Di tahap empat sebagai tahap orientasi hukum dan ketertiban yaitu mengerjakan suatu tugas dan mematuhi otoritas. Pada tahap kelima orang percaya bahwa hal yang benar adalah apa yang  mempromosikan kesejahteraan umum.  Tahap  enam  yaitu  bahwa tindakan yang  benar mengikuti prinsip keadilan universal dan menghormati orang lain. Pada tahap tujuh yaitu orientasi keagamaan yang mengkombinasikan prinsip tahap enam dengan perspektif arti kehidupan akhir. Kohlberg mengatakan bahwa kognitif struktur merupakan hasil interaksi dari organisme manusia dengan lingkungan sosial. Fungsi dari penalaran moral adalah untuk menyelesaikan klaim-klaim yang saling bertentangan pada diri sendiri dan orang lain.

Kohlberg juga mengungkapkan bahwa setiap anak harus dididik untuk mencapai tahap tertinggi penalaran moral. Guru harus merangsang pertumbuhan moral dengan memfasilitasi kelas untuk berdiskusi menyelesaikan permasalahan dengan berfikir satu tahap lebih tinggi. Kelas juga harus dirubah menjadi lembaga demokratis dimana siswa memiliki suara nyata dalam mengatur diri mereka sendiri.

Demokratisasi kelas dan sekolah yang disarankan Kohlberg sebagaimana nuansanya telah diimplikasikan di lapangan pendidikan kiranya perlu diberi batas rambu-rambu yang tegas sehingga tidak menimbulkan tindakan-tindakan anarkis dan kekerasan karena demokrasi itu sendiri telah terjerumus dan terjebak dalam suasana liberal atau kebebasan tidak bertanggung jawab.

Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan sahabat-sahabat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon