Saturday, February 14, 2015

Cara Belajar Membaca Anak TK dan PAUD

Cara Belajar Membaca Anak TK - Pada postingan kali ini, membumikan pendidikan akan sedikit share mengenai cara belajar membaca pada anak TK atau pendidikan anak usia dini (PAUD). Bahwa selain menulis, membaca juga merupakan keterampilan yang dibutuhkan oleh anak sejak memasuki lembaga pendidikan. Akan tetap tidak jarang terjadi guru mengalami kesulitan dalam membelajarkan anak dalam membaca. Fenomena banyaknya anak merasa jenuh belajar membaca karena metode yang dipakai guru monoton dan tidak menarik. Maka, pada tulisan kali ini membumikan pendidikan akan mencoba mengulas bagaimana cara belajar membaca anak TK dan PAUD berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca anak TK atau PAUD dan tahapan-tahapan perkembangan bahasa anak. Uraiannya sebagai berikut.

Cara Belajar Membaca Anak

Membaca adalah menerjemahkan simbol (huruf) ke dalam suara yang dikombinasikan dengan kata-kata. Kata-kata tersebut disusun sehingga kita dapat belajar memahaminya dan kita dapat membaca catatan (Lee Tze Peng, 1844 dalam Masitoh). Memulai membaca sejak usia dini merupakan sesuatu yang sangat penting bagi anak usia pra sekolah, karena usia satu sampai lima tahun dikenal sebagai sesuatu yang paling penting dalam perkembangan anak. Tentunya berbeda dengan membaca di SD. Kegiatan di TK dirancang untuk mempersiapkan membaca dari pada mengajar anak membaca. Anak usia dini yang menyukai gambar atau huruf sejak awal perkembangannya akan mempunyai keinginan membaca lebih besar karena mereka tahu membaca dapat membuka pintu baru dan menyenangkan bagi mereka.
Cara Belajar Membaca Anak TK dan PAUD
Perilaku kesiapan membaca dapat diperlihatkan sebagai:
  • rasa ingin tahu yang besar tentang benda-benda di dalam lingkungan, manusia, proses dan sebagainya;
  • mampu untuk menerjemahkan atau membaca gambar dengan mengidentifikasikan dan menggambarkan;
  • menyeluruh dalam pembelajaran anak;
  • melalui kemampuan berkomunikasi dengan bahasa percakapan khususnya kalimat;
  • memiliki kemampuan untuk membedakan persamaan dan perbedaan dalam dan suara secara cukup baik untuk mencocokan satu kata dengan yang lainnya;
  • keinginan untuk belajar membaca;
  • memiliki kematangan emosional yang cukup untuk dapat konsentrasi dan terus menerus dalam satu tugas;
  • memiliki percaya diri dan stabilitas emosi; dan
  • mempunyai banyak pengalaman yang menyenangkan dengan membaca. (bahan bacaan untuk membaca dini harus sesuai dengan bahas dan pengalaman anak).

Faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Anak Usia Dini

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca pada anak usia dini antara lain.
  • Fisiologis yaitu meliputi kesehatan fisik, jenis kelamin dan otak. Misalnya, perlu diperiksa mata anak sebelum mereka akan memulai kegiatan membaca permulaan. Atau kadang-kadang anak belum matang untuk mengucapkan perbedaan bunyi bahasa dan mendengar kemiripan huruf b, p, d.
  • Intelektual adalah kemampuan untuk bertindak sesuai dengan tujuan, berpikir rasional dan berbuat efektif terehadap lingkungan. IQ baik untuk mempengaruhi membaca permulaan.
  • Lingkungan dapat membentuk pribadi, sikap dan nilai-nilai serta kemampuan bahasa anak. Seperti latar belakang anak dan pengalaman anak di rumah dan sosial ekonomi sangat mempengaruhi kemampuan membaca juga. Bila anak dalam keluarga yang hangat atmosfernya maka anak lebih termotivasi membaca daripada anak yang mengalami brokenhome. Apabila fasilitas membaca disediakan untuk membaca maka anak tersebut akan lebih baik kemampuan membacanya daripada yang tidak ada fasilitas membaca di rumah.

Terdapat hubungan erat antara membaca dan menulis ketika anak memperlihatkan kegiatannya dalam menulis kegiatan membaca akan meningkat. Menulis memerlukan kemampuan motorik halus, koordinasi mata dengan tangan anak memegang peralatan menulis, cara dasar penulisan persepsi huruf dan bahasa cetak.

Anak mulai menulis dimulai dengan kegiatan mencorat coret (scribbing) sekitar usia 2 tahun atau 3 tahun. Keahlian motorik mereka berkembang sedemikian rupa sehingga mereka mulai sanggup menulis huruf-huruf pada masa awal kanak-kanak (Santrock, 2007: 365). Pada usia 4 tahun mereka sudah dapat menuliskan nama depan nama mereka. Pada usia 5 tahun dapat menuliskan kembali huruf-huruf yang mereka lihat dan menirukan menuliskan beberapa kata yang pendek. Mereka lambat laun akan mampu membedakan ciri khas dari huruf seperti huruf V, S, T.

Kegiatan anak ketika mereka mencoba teknik menulis menggunakan lekuk-lekuk dan garis sebagai huruf, meniru tulisan atau meniru huruf-huruf yang dapat dikenal, menulis nama sendiri, menulis beberapa kata atau frase pendek, menulis frase atau kalimat bervariasi. Menulis dapat dilakukan anak dengan berbagai cara seperti menggambar, tulisan cakar ayam, bentuk yang mirip dengan huruf, ejaan konvensional yang ditulis sendiri. Anak usia prasekolah harus memiliki pengetahuan tentang segi-segi grafis dari cetak sebelum menerima pembelajaran formal membaca dan menulis. Mereka harus memiliki pengertian dari hubungan antara simbol tulisan dan suara bahasa kata. Kemampuan menulis anak akan berangsur-angsur bersamaan dengan munculnya bahasa lisan. Oleh karena itu kita sebagai guru atau pembimbingnya harus memahami dan menerima tulisan anak usia prasekolah sebagai alat komunikasi dan memahami apa yang diharapkan anak melalui tulisannya, karena anak TK belum sebagaimana halnya tulisan dengan bentuk-bentuk huruf yang jelas seperti tulisan kita.

Menurut Brown 1990 dalam Masitoh, ada empat tahap dalam menulis yaitu pre communicative writing, semphonic writing, phonic writing, dan trantitional writing. Pre communicative writing, anak belajar bahwa huruf-huruf itu membantu kata-kata untuk keperluan berkomunikasi. Anak memperhatikan orang tua atau saudara-saudaranya membaca dan menulis sekalipun anak belum menghubungkan huruf dan bunyi. Anak tetap saja menulis sekalipun orang tua menganggapnya main-main. Semphonic writing, dengan membayangkan kemampuan berbahasa anak melalui pemahaman huruf, bunyi dengan konsonan dalam posisinya sebuah kata. Sayangnya ini belum diakui sebagai komunikasi yang sesungguhnya. Pembaca dapat memahaminya apabila anak membaca apa yang telah dituliskan. Phonic writing, anak mulai mengeja bunyi kata menutur struktur katadan trantitional writing, periode transisi di mana anak mulai mengikuti aturan-aturan bagi standar ejaan. Setelah itu anak mulai mendemonstrasikan pengetahuannya tentang ketatabahasaan dan standar ejaan.

Tahapan Perkembangan Bahasa Anak

Tahapan perkembangan bahasa dapat dilihat berdasarkan usia anak adalah seperti terlihat dalam tabel di bawah ini.


Tahapan Rentang Usia Deskripsi
0 Mulai lahir hingga usia 1,tahun Anak-anak menguasai prasayarat membaca. Banyak anak mempelajari gerak membaca kiri-kanan dan tatanan membaca, bagaimana mengidentifikasi huruf-huruf dan alpabeth serta bagaimana menulis nama mereka. Banyak anak belajar membaca kata-kata yang muncul di rambu jalan. Sebagai akibat dari acara TV dan program prasekolah dan TK, banyak anak belia telah memiliki kemampuan membaca pada usia lebih awal daripada masa lampau.
1 Tingkat 1 dan 2 Pada tingkat ini, anak mulai belajar membaca. Dengan melakukannya mereka juga memperoleh kemampuan membunyikan kata-kata menerjemahkan huruf menjadi bunyi dan mencampur bunyi menjadi kata). Mereka juga melengkapi pembelajaran mereka dengan nama dan bunyi huruf.
2 Tingkat 2 dan 3 Anak menjadi lancar dalam mengulang tiap kata dan keahlian membaca yang lain. Akan tetapi, pada tahapan ini membaca belum digunakan secara efektif dalam pembelajaran. Tuntutan membaca dakan menguras stamina anak-anak pada tahapan ini sehingga mereka umumnya kelelahan sebelum mampu menyerap intisari bacaan.
3 Tingkat 4,hingga 8 Pada tingkat 4 hingga 8 anak menjadi lebih mampu memperoleh informasi dari media cetak. Dengan kata lain, mereka membaca untuk belajar. Mereka masih mengalami kesulitan memahami intonasi yang ditampilkan dari beragam sudut pandang dalam satu cerita. Ketika anak tidak belajar membaca, anak cenderung mengalami kesulitan serius dalam berbagai mata pelajaran.
4 SMA Banyak siswa menjadi pembaca-pembaca yang sangat kompeten. Mereka mengembangkan kemampuan untuk memahami materi yang ditampilkan dari berbagai sudut pandang. Hal ini memupuk mereka mendiskusikan literatur, sejarah, ekonomi, dan politik.

Demikianlah uraian tentang cara belajar membaca anak TK dan PAUD berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca anak juga tahapan-tahapan perkembangan bahasa anak. Semoga bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon