Saturday, February 21, 2015

Dimensi Pengembangan Perilaku Sosial Pada Anak TK

Dimensi Pengembangan Perilaku Sosial Pada Anak TK - Setelah pada postingan sebelumnya membumikan pendidikan telah share tentang dimensi pengembangan moral, pengembangan sikap dan perilaku beragama, pengembangan perilaku disiplin. Pada postingan kali ini, membumikan pendidikan akan membahas mengenai dimensi pengembangan perilaku sosial pada anak TK. Langsung saja uraiannya sebagai berikut.

Perilaku Sosial Anak TK

Perilaku sosial itu adalah tingkah laku yang mendorong seseorang untuk menyesuaikan diri sesuai dengan keinginan yang berasal dari dalam diri sendiri yang dapat diterima orang lain (A.A. Schneider). Perkembangan sosial itu adalah suatu proses kemampuan belajar dan tingkah laku yang berhubungan dengan individu untuk hidup sebagai bagian dari keluarganya serta mengikuti contoh-contoh serupa yang ada di seluruh dunia (Pamela Minet).

Perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial dan memerlukan 3 proses:
  • Belajar berperilaku dapat diterima secara sosial.
  • Memainkan peran sosial yang dapat diterima.
  • Perkembangan sikap sosial.

Ciri umum perkembangan sosial anak usia 4-5 tahun:
a. Mulai bermain dan berkomunikasi dengan anak-anak lain.
b. Berani dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar.
c. Menunjukkan perhatian untuk mengetahui lebih jauh tentang perbedaan jenis kelamin.

Ciri umum perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun:
a. Dapat bergaul dengan semua teman.
b. Merasa puas dengan prestasi yang dicapai.
c. Tenggang rasa terhadap keadaan orang lain.
d. Dapat mengendalikan emosi.

Proses Penanaman Nilai Sosial Pada Anak

Dalam perkembangan sosial, setiap anak akan melalui sebuah proses panjang, yang pada akhirnya nilai-nilai sosial tersebut menjadi bagian dalam diri seorang anak. Bagan proses penanaman nilai sosial:
Dimensi Pengembangan Perilaku Sosial Pada Anak TK
  • Proses Imitasi. Berupa proses peniruan terhadap tingkah laku sikap serta cara pandang orang dewasa (model) dalam aktivitas yang dilihat anak.
  • Proses Identifikasi. Berupa proses terjadinya pengaruh sosial pada seseorang yang didasarkan pada orang tersebut untuk menjadi seperti individu lain yang dikaguminya. Atau dengan perkataan lain proses menjadi menyamakan tingkah laku sosial orang yang berada disekitarnya sesuai dengan perannya kelak di masyarakat.
  • Proses Internalisasi. Berupa proses penanaman serta penyerapan nilai-nilai. Atau dengan perkataan lain, relatif mantap dan menetapnya suatu nilai-nilai social pada diri seseorang, sehingga nilai-nilai tersebut tertanam dan menjadi milik orang tersebut.

Menjadi pribadi yang sosial tidak dapat dipelajari dalam waktu singkat. Sifat sosial, tidak sosial, atau antisosial diperoleh dari hasil belajar yang searah dengan siklus perkembangan. Oleh karenanya begitu penting bagi seorang anak untuk mempelajari perilaku sosial agar:
  • Anak dapat belajar bertingkah laku yang dapat diterima lingkungannya.
  • Anak dapat memainkan peranan sosial yang dapat diterima kelompoknya. Misalnya, berperan sebagai laki-laki atau perempuan.
  • Anak dapat mengembangkan sikap sosial yang sehat terhadap lingkungannya yang merupakan modal penting untuk sukses dalam kehidupan sosialnya kelak.
  • Anak mampu menyesuaikan dirinya dengan baik dan akibatnya lingkungannya pun dapat menerima dia dengan senang hati.

Demikianlah uraian tentang Dimensi Pengembangan Perilaku Sosial Pada Anak TK. Semoga dapat bermanfaat dan juga dapat menambah wawasan sahabat-sahabat membumikan pendidikan.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon