Thursday, February 05, 2015

Konsep Pendidikan Perspektif Plato dan Implikasinya

Konsep Pendidikan Perspektif Plato dan Implikasinya - Pada kesempatan kali ini, membumikan pendidikan akan share mengenai Konsep Pendidikan Perspektif Plato dan Implikasinya. Bahwa menurut Plato, pendidikan didasarkan pada pengertian logis psikologi manusia. Ia memberikan ilustrasi logis psikologi manusia. Ia memberikan ilustrasi: pengalaman bayi atas segala sesuatu bermula dengan sensasi kenikmatan dan rasa sakit. Anak harus belajar merasakan kenikmatan dan rasa sakit, mencintai dan membenci secara tepat. Ketika tumbuh mereka akan memahami alasan yang mendasari latihan yang telah diterima. Sistem pendidikan yang logis memerlukan integrasi intelek dan emosi.
Konsep Pendidikan Perspektif Plato dan Implikasinya

Cita-Cita Pendidikan Plato

Cita-cita pendidikan plato adalah: (a) Tugas individu mengutamakan kepentingan Negara di atas kepentingan pribadi. Pendidikan harus diselenggarakan untuk dan oleh Negara. Jenis pedagogiknya adalah pedagogik Negara yang diarahkan kepada Negara yang susila; (b) Plato membedakan tiga fungsi pada manusia: pikiran, keinginan, dan kemauan. Di mana ketiga fungsi itu disejajarkan dengan tiga golongan dalam masyarakat, yaitu: (1) golongan yang mengutamakan pikiran yaitu golongan pengajar, (2) golongan yang mengutamakan keinginan yaitu golongan pegusaha, (3) golongan yang mengutamakan  kemaunan  yang  membawa  mereka  pada keberanian yaitu golongan militer. Melalui pendidikan, Plato bermaksud mendapatkan (a) orang-orang yang baik, (b) orang-orang yang baik itu untuk menduduki tempatnya (the right men in the right place) dalam golongannya masing-masing.

Menurut Plato, dalam pendidikan bisa membuka pengertian kebijakan. Pengertian yang baik membawa akibat perbuatan yang baik pula. Perbuatan yang tidak baik adalah akibat dari pengertian yang salah. Plato menempatkan kebijakan intelektual di tempat tertinggi. Dalam rencana-rencana pendidikannya kemukakan, ditekankan pula kebijakan moral dan latihan kemauan. Juga pendidikan-pendidikan fisik dan jasmani seperti gimnastik, menari dan permainan-permainan sebab mereka berpendapat bahwa kekuatan jasmani membantu kekuatan moral dan intelektual. Karena, semuanya berhubungan dengan kebaikan, disiplin dan keselarasan dalam fikiran dan tabiat dengan keutamaan yang sama dalam tubuh manusia.

Di antara kebijakan-kebijakan intelektualnya, Plato masukkan juga kepandaian (kesanggupan untuk membuat barang) dan kebijakan praktis (kesanggupan menimbang secara tepat terutama dalam mencapai tujuan-tujuan yang baik dalam kehidupan sehari-hari). Kebijakan praktis atau prudensia merupakan hal yang esensial dalam kehidupan moral dan dalam diri seorang warga negara yang bertanggung jawab.


Implikasi Terhadap Pendidikan

Pendidikan dapat ditinjau dari dua segi, yaitu sudut pandang masyarakat dan sudut pandang individu. Pendidikan dilihat dari sudut pandang masyarakat merupakan pewarisan kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda agar nilai-nilai yang ada tetap terjaga kelestariannya, sehingga identitas suatu masyarakat tetap lestari. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang individu, pendidikan merupakan proses pengembangan potensi-potensi yang terpendam dalam setiap individu, sehingga individu tersebut mempunyai kemampuan intelektual yang tinggi dalam interaksi kehidupan sosial masyarakat.

Berdasarkan pandangan pendidikan tersebut seyogianya pendidikan dijadikan pijakan konkrit dalam upaya membangun karakter bangsa (nation character building). Sudah saatnya konsep pendidikan modern dan terarah yang sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakat diterapkan oleh pemerintah. Sejak zaman dahulu hingga saat ini prinsip pendidikan tidak ada perbedaan yang signifikan. Prinsip pertama pendidikan adalah pewarisan nilai-nilai kebudayaan dalam masyarakat dari generasi ke generasi. Kedua, pemindahan (transfer) ilmu dan keterampilan dari generasi ke generasi. Plato berpendapat, bahwa tujuan akhir dari pendidikan adalah meningkatkan perkembangan jiwa setiap individu yang akhirnya mampu membuat pertimbangan-pertimbangan yang tepat dan mampu memperhatikan susunan kehidupan yang sebenarnya.

Dalam dunia pendidikan aspek sosial sangat berkaitan dan memiliki hubungan yang kuat terhadap konsep dasar pendidikan. Aspek sosial inilah yang memberi kerangka budaya bagaimana dan dari mana pendidikan tersebut bergerak dan berkembang dalam memindahkan budaya, memilih serta mengembangkannya.

Esensi pendidikan yang mampu menyentuh aspek sosial adalah pendidikan yang;
  • Mencerminkan karakter masyarakat sehingga pendidikan melahirkan individu-individu berkarakter dan berintelektual tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur masyarakat.
  • Tidak bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat, agar mampu dicerna dan diserap dengan baik oleh masyarakat.
  • Mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, jangan ada lagi kesenjangan antara pendidikan di kota-kota besar dengan kota-kota kecil (daerah).
Pada intinya pendidikan harus bisa terjangkau, baik dari segi wilayah maupun dari segi finansial oleh masyarakat, sehingga tidak ada lagi ketidak-adilan dalam dunia pendidikan. Dengan harapan pendidikan di Indonesia pada masa mendatang dapat meningkatkan:
  • Pemerataan memperoleh pendidikan;
  • Kualitas dan relevansi pendidikan; dan
  • Manajemen pendidikan, serta terwujudnya kemandirian dan keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan akademisi. Sehingga mampu melahirkan individu-individu yang memiliki karakter kuat dan berintelektual tanpa meninggalkan norma-norma yang dimiliki bangsa.

Semoga bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon