Friday, February 27, 2015

Tantangan Pendidikan Abad XXI

Tantangan Pendidikan Abad XXI - Pada postingan ini, setelah membumikan pendidikan telah menguraikan tentang karakteristik dan kompleksitas abad XXI. Maka yang akan dihadapai selanjutnya oleh sahabat-sahabat membumikan pendidikan adalah tantangan dari abad XXI tersebut, tentunya yang paling pokok adalah dalam aspek pendidikan. Oleh karena itu membumikan pendidikan akan share mengenai tantangan pendidikan pendidikan abad XXI. Berikut uraiannya.

Tantangan Pendidikan

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi saling terkait mengembangkan ekologi kependidikan dan kesadaran berkomunikasi, bernegara dan berbangsa. Walaupun perbatasan alami negara tradisional masih berlaku tetapi dengan tak sepenuhnya disadari muncul sekat baru berujud tepian-tepian teknologik dan sains. Tidak dapat dipungkiri bahwa penyekatan itu menumbuhkan citarasa kebangunan dan kebanggaan, karena identitas yang melekat sebagai hamba berpengetahuan. Kehormatan itu, tentu saja tidak datang sendiri, digapai dengan usaha berat dan konsisten melalui penguasaan ilmu pengetahuan, dengan innovasi teknologi dan penciptaan keagungan budaya pendidikan. Entitas bangsa lain lalu melihat kelompok tersebut sebagai mercu suar kehidupan abad ke 20 yang memancarkan kemashalatan, sinar kemanusiaan yang menjadi pedoman arah. Tanpa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang pada saat bersamaan membangkitkan mazhab ekonomi, sinar itu menjadi redup. Muka pengagumnya berpaling ke arah lain yang lebih menjanjikan peradaban zamannya.
Tantangan Pendidikan Abad XXI

Hampir semua bangsa mendekatkan diri dengan penguasa pasar global, yang ditandai dengan atribut penguasaan teknologi dan inovasinya. Mereka yang tidak dapat meraihnya harus rela tergeser ke pinggiran dan tertinggal di belakang.

Bersamaan dengan pembaharuan hidup berkebangsaan dengan ekonomi dan sosial sadar pengetahuan kita membangun manusia berdaya cipta, mandiri dan kritis tanpa meninggalkan wawasan tanggungjawab membela sesama untuk diajak maju menikmati peluang abad ini. Dalam hubungan ini kita ditantang untuk mencipta tata pendidikan yang dapat ikut menghasilkan sumber daya pemikir yang mampu ikut membangun tatanan sosial dan ekonomi sadar pengetahuan seperti laiknya warga abad XXI. Mereka harus terlatih mempergunakan kekuatan argumen dan daya pikir, alih-alih kekuatan fisik konvensional. Tentu saja dalam memandang ke depan dan merancang langkah kita tidak boleh sama sekali berpaling dari kenyatan yang mengikat kita dengan realita kehidupan. Indonesia masih menyimpan banyak kantong-kantong kemiskinan, wilayah kesehatan umum yang tidak memadai dan kesehatan kependudukan yang rendah serta mutu umum pendidikan yang belum dapat dibanggakan. Ini memerlukan perhatian dan upaya yang serius dan taat asas.

Sederet falsafah dan kebijakan tradisional, yang berkembang dalam kehidupan kita, terangkum sebagai budaya bangsa, telah ikut menerapkan dan merawat lingkungan hidup alami. Namun masuknya budaya asing, yang kurang empati terhadap kehidupan lingkungan telah dapat mencabut akar kebajikan itu dari lingkungan tanpa daya kita untuk mencegahnya. Nurani dan akal sehat haruslah menjadi ciri dalam pendidikan dalam abad yang tak lagi mengenal batas geografi seperti abad XXI ini.


Baca juga postingan: Pengertian dan Falsafah Pendidikan Nasional

Demikianlah uraian mengenai tantangan pendidikan abad XXI. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan sahabat-sahabat membumikan pendidikan.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon