Monday, March 02, 2015

Catatan tentang Pendidikan Nasional Dewasa Ini

Catatan tentang Pendidikan Nasional Dewasa Ini - Pada postingan kali ini, membumikan pendidikan akan share mengenai beberapa catatan-catatan penting perihal pendidikan nasional dewasa ini. Setelah pada postingan sebelum-sebelumnya membumikan pendidikan telah share tentang paradigma pendidikan nasional dewasa ini, maka ada beberapa catatan penting dalam hal tersebut. Dan berikut uraiannya.

Kebijakan Pendidikan

Berbagai kebijakan pendidikan telah diambil dan dilaksanakan dengan tujuan memperoleh hasil pendidikan yang lebih baik, sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang diharapkan. Antara lain desentralisasi, standardisasi, peningkatan anggaran dan sebagainya. Sayangnya kebijakan ini terkesan kurang memperhatikan kesesuaian dengan keadaan, sebagaimana dikemukakan dalam pembahasan paradigma masa yang berlaku sekarang. Demikian pula pemanfaatan peningkatan anggaran terkesan tidak disertai dengan perencanaan penggunaan yang terpadu secara menyeluruh.

Pelaksana dan Pelaksanaan Pendidikan

Berbagai lembaga pendidikan telah mempunyai tenaga pengajar yang cukup, baik kuantitas maupun kualitasnya, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Di samping pengetahuan dan keterampilan melaksanakan pendidikan, yang tidak kurang pentingnya adalah kesadaran akan fungsinya sebagai pendidik dan kesungguhan melaksanakannya.

Tercakup dalam hal ini antara lain sikap dan tata nilai yang mempengaruhi disiplin dan kejujuran. Namun, tidak sedikit pula yang masih jauh dari ini, baik kuantitas maupun kualitasnya sebagai pendidik. Ini tercermin antara lain dalam berbagai kecurangan dalam pelaksanaan ujian, dan cara melaksanakan pembelajaran. Semua ini sangat mempengaruhi kualitas hasil pendidikan yang diperoleh. Segala kekurangan ini terutama disebabkan oleh kesejahteraan guru yang kebanyakan masih jauh dari yang seharusnya. Banyak orang yang berpotensi sebagai pendidik enggan menggeluti profesi ini.

Kenyataan ini mungkin pula terjadi, karena terabaikannya pengawasan dan evaluasi yang teratur dan berkesinambungan atas pelaksanaan pendidikan itu. Sebagai contoh, masih banyak pelaksanaan pendidikan yang berorientasi pada kuantitas kelulusan ujian, termasuk ujian nasional, daripada pengutamaan pada kualitas penguasaan ilmu yang diajarkan. Fenomena ini tidak termonitor dengan baik.
Catatan tentang Pendidikan Nasional Dewasa Ini

Dua contoh kecil ini hanya sekelumit contoh yang menyimpulkan, bahwa pelaksana, pelaksanaan pendidikan kita dewasa ini belum seperti yang seharusnya diharapkan.

Hasil Pendidikan

Berbagai catatan positif dapat dikemukakan mengenai hasil pendidikan kita selama ini, antara lain sebagai berikut ini. Keberhasilan banyak sarjana lulusan perguruan tinggi kita dalam berbagai profesi, ataupun bidang akademis menunjukkan kualitas berbagai perguruan tinggi kita. Demikian pula halnya dengan keberhasilan mereka dalam melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi terkenal di luar negeri. Hal yang sama diikuti pula oleh lulusan pendidikan menengah kita.

Berbagai lulusan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi telah berkiprah dengan baik pula di berbagai profesi atau jabatan, walaupun tidak terkait dengan keahlian bidang pendidikannya. Ini menunnjukkan, bahwa selama pendidikan mereka tidak hanya memperoleh ilmu, melainkan juga memperoleh kearifan, memiliki sikap dan menyerap nilai-nilai yang ditumbuhkan selama belajar, baik melalui hakikat ilmu pengetahuan yang dipelajarinya, maupun melalui proses belajar atau kehidupan yang bermakna yang mereka alami dalam masyarakat kampus atau sekolah mereka.

Berbagai prestasi keilmuan telah ditunjukkan siswa dalam berbagai kontes keilmuan yang diadakan setiap tahun, baik dalam lingkup nasional, regional, ataupun internasional, tetapi tidak dapat dikatakan menunjukkan pula keberhasilan pendidikan kita. Ini adalah prestasi sekelumit siswa pandai yang dilatih secara khusus dan intensif dalam jangka waktu tertentu. Untuk ini dilakukan upaya yang luar biasa, jauh melebihi yang diberikan pada anak-anak yang justru memerlukan bantuan belajar. Ini merupakan kejanggalan dalam paradigma pendidikan yang adil.

Pengalaman menunjukkan, bahwa banyak lulusan sekolah menengah termasuk mahasiswa yang tahu banyak, tetapi tidak paham apa yang mereka ketahui. Ini menunjukkan motivasi belajar para siswa lebih pada mencari ijazah daripada mencari ilmu atau pengetahuan.

Berbagai fenomena yang berkembang dalam masyarakat, seperti banyaknya korupsi dan KKN, serta maraknya tawuran dan kekerasan di berbagai lapisan masyarakat, menunjukkan ketidakberhasilan pendidikan kita menanamkan nilai-nilai luhur dan sikap terpuji di setiap jenjang pendidikan. Mahasiswa lebih suka mengutarakan pendapat melalui unjuk rasa daripada menyampaikan secara santun hasil analisis dan berbagai alternatif penyelesaian yang dapat mereka rumuskan atas sesuatu permasalahan. Ini adalah suatu contoh lain tentang ketidakberhasilan tersebut.

Ini mengungkapkan dengan jelas belum sepenuhnya tepenuhi apa yang diungkapkan dalam paradigma pendidikan nasional: pendidikan nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dst.

Demikianlah uraian mengenai catatan pendidikan nasional dewasa ini. Semoga bisa memberi wawasan keilmuan tentang dunia pendidikan Indonesia. Dan semoga bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon