Saturday, March 14, 2015

Pengenalan Dini Kemampuan Berhitung Kepada Anak

Pengenalan Dini Kemampuan Berhitung Kepada Anak - Pada postingan kali ini, membumikan pendidikan akan share tentang bagaimana Pengenalan Dini Kemampuan Berhitung Kepada Anak. Sebelum membumikan pendidikan akan membahas perihal hal tersebut, alangkah lebih sistematis, sahabat-sahabat membumikan pendidikan bisa membaca postingan sebelumnya yaitu tentang:


Kembali pada postingan kali ini bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dalam upaya pengenalan (deteksi) dini sampai sejauh mana kegiatan permainan berhitung dapat diberikan kepada anak. Pengenalan dini perlu dilakukan untuk menjaga terjadinya masalah kesulitan belajar karena belum menguasai konsep berhitung. Sebagai contoh terdapat banyak kasus dimana berhitung di jalur matematika seolah-olah menjadi sesuatu yang menakutkan bagi anak.
Pengenalan Dini Kemampuan Berhitung Kepada Anak
Kesenangan anak dalam penguasaan konsep berhitung dapat dimulai dari diri sendiri ataupun rangsangan dari luar seperti permainan-permainan dalam pesona matematika (permainan tebak-tebakan, kantong pintar dan mencari jejak).

Ciri Anak Suka Permainan Berhitung

Ciri-ciri yang menandai bahwa anak sudah mulai menyenangi permainan berhitung antara lain:
  • Secara spontan telah menunjukan ketertarikan pada aktivitas permainan berhitung.
  • Anak mulai menyebut urutan bilangan tanpa pemahaman.
  • Anak mulai menghitung benda-benda yang ada di sekitarnya secara spontan.
  • Anak mulai membanding bandingkan benda-benda dan peristiwa yang ada di sekitarnya.
  • Anak mulai menjumlah-jumlahkan atau mengurangi angka dan benda-benda yang ada di sekitarnya tanpa disengaja.

Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam membelajarkan permainan berhitung pada anak adalah:
  • Apabila ada anak yang cepat menyelesaikan tugas yang diberikan guru, hal ini menunjukkan bahwa anak tersebut telah siap untuk diberikan permainan berhitung dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
  • Apabila anak menunjukan tingkah laku jenuh, diam, acuh tak acuh atau mengalihkan perhatian pada hal lain, hal ini menunjukan bahwa telah terjadi masalah pada anak. Itu berarti, anak membutuhkan perhatian atau perlakuan yang lebih khusus dari guru.

Konsep berhitung seperti apa yang harus dikenalkan kepada anak?

Pada anak usia prasekolah, matematika hanya pengalaman dan bukan penguasaan. Ikutilah konsep yang harus diperkenalkan pada anak dengan dimulai:
  • Korespondensi Satu Satu
Pertama mulailah dengan mencoba-coba membilang dari tingkatan yang sangat sederhana. Contoh: satu buku, satu pensil, satu batu, dan seterusnya.
  • Pola
Pola merupakan kemampuan untuk memunculkan pengaturan sehingga anak mampu memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk dua sampai tiga pola yang berurutan.
  • Memilah/menyortir/klasifikasi
Anak belajar klasifikasi materi, pengelompokkan berdasarkan atribut, bentuk, ukuran, jenis, warna, dan lain-lain.
  • Membilang
Menghafal bilangan merupakan kemampuan mengulang angka-angka yang akan membantu pemahaman anak tentang arti sebuah angka. Contoh: 1 2 3 4 5 6 7 8……. dst
  • Makna angka dan pengenalannya
Setiap angka memiliki makna dari benda-benda atau simbol-simbol. Angka dari gambar berikut adalah:

  • Bentuk
Anak dikenalkan pada bentuk-bentuk yang sama/tidak sama, besar-kecil, panjang-pendek.
  • Ukuran
Anak perlu pengalaman akan mengukur berat, isi, panjang dengan cara mengukur langsung sehingga proses menemukan angka dari sebuah obyek.
  • Waktu dan Ruang
Dua hal ini merupakan bagian dari proses kehidupan sehari-hari. Contoh:

  • Penambahan dan pengurangan
Dua hal ini dapat dikenalkan pada anak pra sekolah dengan memanipulasi benda.



Demikianlah sekilas uraian mengenai Pengenalan Dini Kemampuan Berhitung Kepada Anak. Semoga bisa menginspirasi dan bisa dimplementasikan dan tentunya dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon