Sunday, March 15, 2015

Pengertian Pembelajaran Seni di Taman Kanak-Kanak (TK)

Pengertian Pembelajaran Seni di Taman Kanak-Kanak (TK) - Berkaitan dengan pengembangan kemampuan seni bagi anak TK, maka pembelajaran seni merupakan sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan oleh anak dengan lebih banyak melibatkan kemampuan motorik, khususnya motorik halus.

Baca juga : Pengembangan Seni di Taman Kanak-Kanak (TK)

Perkembangan motorik merupakan perkembangan unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh. Dalam proses perkembangan anak, motorik kasar berkembang terlebih dahulu dibandingkan motorik halus. Hal ini terbukti bahwa anak sudah dapat menggunakan otot-otot kakinya untuk berjalan sebelum anak mampu mengontrol tangan dan jari-jarinya untuk menggambar atau menggunting.

Aspek-Aspek Pembelajaran Seni di TK

Pembelajaran seni dan kreativitas menekankan pada aspek eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi.
Pengertian Pembelajaran Seni di Taman Kanak-Kanak (TK)
1. Eksplorasi
Secara umum, eksplorasi bertujuan agar anak dapat: a. Melakukan observasi dan mengeksplorasi alam semesta dan diri manusia; b. Mengeksplorasi elemen-lemen dari seni dan musik; c. Mengeksplorasi tubuh mereka apakah sanggup dalam mengerjakan sesuatu yang keatif. Contoh yang dapat dilakukan anak:
  • Melihat pada bagian (visual dan aura) pada lingkungan.
  • Mengbservasi, merasakan, dan menjelaskan alam dan bentuk manusia dan suara.
  • Menyadari akan perasaan hati dan ide yang digambarkan melalui objek, gambar, dan musik.
  • Menggambar berdasarkan observasi.
  • Mengeksplorasi apa yang terjadi saat mereka memadukan warna.
  • Memperhatikan dan mengggunakan jenis garis, warna, bentuk, dan bagian bentuk untuk membuat gambar.
  • Mengeksplorasi suara dengan instrumen yang berbeda dan benda yang lain (kertas, sisir)
  • Bagian ritme echo seperti tepuk tangan atau bermain instrument.
  • Menunjukkan ketertarikan pada bunyi musik instrumental.
  • Mengatur tinggi/rendah, keras/pelan, cepat/lambat pada vokal pembicaraan atau lagu.
  • Tanggap terhadap ritme, melody, bunyi, dan bentuk musik melalui gerak yang kreatif, seperti tari dan drama.

2. Ekspresi
Secara umum, ekspresi bertujuan agar anak dapat mengekspresikan dan menggambarkan benda, ide, dan pengalaman menggunakan jenis media seni instrumen musik, dan gerak. ekspresi juga bertujuan menambah percaya diri dalam mengekspresikan kreasi mereka sendiri. Contoh yang dapat dilakukan anak adalah:
  • Mengekspresikan apa yang mereka lihat, pikir, dan rasakan tentang ragam seni dan musik.
  • Membangun pemahaman mereka dan pengalaman dari dunia mereka melalui seni dan musik.
  • Menikmati pembuatan nilai dengan menyampaikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaannya.
  • Mengekspresikan pikiran atau perasaan melalui alat/teknik gambar.
  • Pengalaman menggunakan ragam tekstur untuk membuat gambar.
  • Menciptakan ragam alam dan benda yang ditemukan.
  • Menggunakan materi lunak untuk model dan gambar objek.
  • Melakukan percobaan dengan jenis alat seni dan menemukan cara baru untuk menggunakannya.
  • Bernyanyi dan menciptakan lagu sederhana.
  • Menggenggam dan mengocok benda dan alat untuk menghasilkan bunyi dan ritme sederhana.
  • Mengeksplorasi jenis gerak tubuh dan ekspresi dengan drama.
  • Menggunakan gambar, bentuk, dan jenis simbol lain untuk menggambarkan tinggi rendah suara, irama, dan bentuk musik sederhana.

3. Apresiasi
Apresiasi bertujuan agar anak dapat menilai dan menanggapi ragam seni dan produksi kerajinan serta pengalaman seni. Contoh yang dapat dilakukan anak:
  • Mengekspose jenis kerajinan seni dan musik dari warisan ragam budaya tertentu.
  • Menggambarkan dan menjelaskan produksi seni sendiri.
  • Menikmati drama, musik atau gerakan yang mengacu pada aktivitas.

Demikianlah uraian singkat tentang pengertian pembelajaran seni di taman kanak-kanak (TK). Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon