Saturday, March 21, 2015

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini - Dalam kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Banyak orang yang menggunakan istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan” secara bergantian. Kedua proses ini berlangsung secara interdependensi, artinya saling bergantung satu sama lain. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, membumikan pendidikan akan share lebih rinci mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Berikut uraiannya.

Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yaitu peningkatan ukuran dan struktur. Anak tidak saja menjadi besar secara fisik, tapi ukuran dan struktur organ dalam tubuh dan otak meningkat. Akibatnya ada pertumbuhan otak, anak tersebut memiliki kemampuan yang lebih besar untuk belajar, mengingat dan berpikir.

Perkembangan berkaitan dengan perubahan kualitatif dan kuantitatif, yaitu perubahan–perubahan psikofisis yang merupakan hasil dari proses pematangan fungsi–fungsi yang bersifat psikis dan fisik pada diri anak secara berkelanjutan, yang ditunjang oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan melalui proses maturation dan proses learning. Maturation berarti suatu proses penyempurnakan, pematangan dari unsur-unsur atau alat-alat tubuh yang terjadi secara alami. Proses learning merupakan proses belajar, melalui pengalaman pada jangka waktu tertentu untuk menuju kedewasaan.
Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini

Anak-anak yang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan memiliki rasa keingintahuan yang besar terhadap lingkungan sekitar. Hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan mereka. Rasa ingin tahu tersebut memberikan kesempatan kepada anak dalam belajar mengenal sesuatu.

Interaksi anak dengan lingkungannya misalnya dengan teman seumuran maupun guru akan membuat anak belajar untuk mengembangkan aspek sosial dan emosi mereka. Interaksi dengan teman sebaya akan memberikan pengalaman dalam bersosialisasi dan berkomunikasi, seperti bermain bersamasama, mau berbagi, mau mengalah dan sebagainya. Sedangkan interaksi anak dengan lingkungan alam akan memberikan perasaan santai dan rileks. Kondisi inilah yang sangat dibutuhkan anak dalam proses belajar dan bermain.


Tahap Perkembangan Anak

Menurut Hurlock dalam bukunya yang berjudul Child Development, perkembangan anak dibagi menjadi 5 periode, yaitu :
  • Periode pra lahir yang dimulai dari saat pembuahan sampai lahir. Pada periode ini terjadi perkembangan fisiologis yang sangat cepat yaitu pertumbuhan seluruh tubuh secara utuh.
  • Periode neonatus adalah masa bayi yang baru lahir. Masa ini terhitung mulai 0 sampai dengan 14 hari. Pada periode ini bayi mengadakan adaptasi terhadap lingkungan yang sama sekali baru untuk bayi tersebut yaitu lingkungan di luar rahim ibu.
  • Masa bayi adalah masa bayi berumur 2 minggu sampai 2 tahun. Pada masa ini bayi belajar mengendalikan ototnya sendiri sampai bayi tersebut mempunyai keinginan untuk mandiri.
  • Masa kanak-kanak terdiri dari 2 bagian yaitu masa kanak-kanak dini dan akhir masa kanak-kanak. Masa kanak-kanak dini adalah masa anak berusia 2 sampai 6 tahun, masa ini disebut juga masa pra sekolah yaitu masa anak menyesuaikan diri secara sosial. Akhir masa kanak-kanak adalah anak usia 6 sampai 13 tahun, biasa disebut sebagai usia sekolah.
  • Masa puber adalah masa anak berusia 11 sampai 16 tahun. Masa ini termasuk periode yang tumpang tindih karena merupakan 2 tahun masa kanak-kanak akhir dan 2 tahun masa awal remaja. Secara fisik tubuh anak pada periode ini berubah menjadi tubuh orang dewasa.

Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan Psiko-Fisik Anak

Ada beberapa karakteristik pertumbuhan dan perkembangan psiko-fisik anak menurut Kartini Kartono dalam buku Psikologi Anak, yaitu :
  • Umur 1 – 6 tahun : kecakapan moral berkembang, aktivitas dan ruang gerak mulai aktif, permainan bersifat individu, sudah mengerti ruang dan waktu, bersifat spontan dan ingin tahu, warna mempunyai pengaruh terhadap anak, suka mendengarkan dongeng.
  • Umur 6 – 8 tahun : koordinasi psiko motorik semakin berkembang, permainan sifatnya berkelompok, tidak terlalu tergantung pada orang tua, kontak dengan lingkungan luar semakin matang, menyadari kehadiran alam disekelilingnya, bentuk lebih berpengaruh daripada warna, rasa tanggung jawab mulai tumbuh, puncak kesenangan bermain adalah pada umur 8 tahun.
  • Umur 8 – 12 tahun : koordinasi psiko motorik semakin baik, permainan berkelompok, teratur, disiplin, kegiatan bermain merupakan kegiatan setelah belajar, menunjukkan minat pada hal-hal tertentu, sifat ingin tahu, coba-coba, menyelidiki, aktif, dapat memisahkan persepsi dengan tindakan yang menggunakan logika, dapat memahami peraturan.

Baca juga :  Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus

Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan anak, yaitu :
  • Faktor sebelum lahir, misalnya kekurangan nutrisi pada ibu dan janin
  • Faktor ketika lahir, misalnya pendarahan pada kepala bayi yang dikarenakan tekanan dari dinding rahim ibu seweaktu ia dilahirkan
  • Faktor sesudah lahir, misalnya infeksi pada otak dan selaput otak
  • Faktor psikologis, misalnya dititipkan dalam panti asuhan sehingga kurang mendapatkan perhatian dan cinta kasih.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan anak, yaitu :
  • Faktor warisan sejak lahir
  • Faktor lingkungan yang menguntungkan atau yang merugikan

Demikianlah uraian mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini. Semoga dapat menambah wawasan sahabat-sahabat membumikan pendidikan. Karena bagaimanapun, bagi sahabat-sahabat yang berprofesi sebagai pendidik tentunya harus mengetahui bagaimana pertumbuhan dan perkembangan anak. Sehingga dalam proses pembelajarannya seorang pendidik dapat memberikan treatment-treatment yang tepat sesuai dengan perkembangan anak yang pada akhirnya anak dapat mendapatkan sesuatu yang bermakna dalam belajarnya.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon