Wednesday, March 04, 2015

Tujuan Pendidikan Nasional Abad XXI

Tujuan Pendidikan Nasional Abad XXI - Pada postingan kali ini, membumikan pendidikan akan share mengenai Tujuan Pendidikan Nasional Abad XXI. Bahwa segala sesuatu pasti tidak akan lepas dari yang namanya tujuan. Begitu juga dengan pendidikan. Oleh karena itu, postingan ini akan membahas perihal Tujuan Pendidikan Nasional Abad XXI. Berikut uraiannya.

Adalah cita-cita setiap bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi seluruh rakyatnya, dan hidup sejajar dan terhormat di kalangan bangsa-bangsa lain. Demikian pula bangsa Indonesia bercita-cita untuk hidup dalam kesejahteraan dan kebahagiaan, duduk sama rendah dan tegak sama tinggi serta terhormat di kalangan bangsa-bangsa lain di dunia global dalam abad XXI ini. Semua ini dapat dan harus dicapai dengan kemauan dan kemampuan sendiri, yang hanya dapat ditumbuh- kembangkan melalui pendidikan yang harus diikuti oleh seluruh anak bangsa. Kata kunci dalam pendidikan ini adalah kemandirian.
Tujuan Pendidikan Nasional Abad XXI
Dengan demikian, tujuan pendidikan nasional dapat dirumuskan sebagai berikut ini.
Pendidikan Nasional abad XXI bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri dari sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsanya.
Dengan kata kesejahteraan tercakup kesejahteraan spiritual yang mungkin lebih tepat dikatakan sebagai kebahagiaaan dalam kehidupan, dan kesejahteraan fisik yang dapat pula dikatakan sebagai hidup yang berkecukupan.

Implementasi Tujuan Pendidikan Nasional

Terwujudnya kesejahteraan spiritual atau kebahagiaan dalam kehidupan suatu masyarakat tercerminan dalam bentuk kehidupan bermasyarakat yang nyaman, mulai dari lingkungan rumah tangga sampai ke lingkungan antara bangsa dengan saling dihormati dan menghormati. Ini semua hanya akan tercapai, bila masing-masing anggota masyarakat berpegang pada nilai-nilai luhur yang tercermin dalam sikap dan perbuatan, yang antara lain saling menghormati dan saling menghargai, memiliki rasa kebersamaan, empati, dan sebagainya. Di samping itu masing-masing anggota masyarakat itu memiliki pula sikap-sikap yang terpuji, yaitu kesediaan dan kemauan untuk saling membantu dan berbuat untuk kemanfaatan bersama, termasuk dalam ini menaati kesepakatan bersama yang dapat terungkap mulai dari berbagai aturan dalam keluarga, sampai dengan peraturan dan perundangan lokal dan nasional, serta antara bangsa.

Kesejahteraan material atau hidup berkecukupan adalah kehidupan yang terbebas dari kemiskinan, walaupun tidak harus berupa kemewahan. Ini akan dapat terwujud bila masing-masing warga negara memiliki dan menguasai kecakapan dan keilmuan, yang disertai dengan kemauan dan kemampuan memanfaatkannya untuk kepentingan bersama. Penguasaan ilmu bukan hanya menguasai materi ilmu semata, melainkan juga memiliki sikap keilmuan dan sikap terhadap ilmu.

Uraian di atas dapat dipandang sebagai kunci untuk mengelaborasi dan menjabarkan lebih lanjut pengertian sumber daya manusia yang berkualitas yang diungkapkan dalam tujuan pendidikan yang dikemukakan di atas. Dari sini pulalah dapat dirumuskan paradigma pendidikan nasional kita, yang kalau diringkaskan adalah menanamkan nilai-nilai luhur serta menumbuh-kembangkan sikap hidup yang terpuji, di samping memberikan pengetahuan dan kecakapan yang mengikuti perkembangan zaman.

Dalam abad XXI terdapat berbagai kekhususan yang utama. Yang pertama adalah terwujudnya masyarakat global yang menjadi kesepakatan antara bangsa, yaitu terbukanya mobilitas yang lebih luas antara satu negara dengan negara lain dalam berbagai hal. Yang kedua adalah abad ini akan lebih dikuasai oleh perkembangan ilmu dan teknologi yang makin canggih dan berpadu pula dengan ilmu sosial dan humaniora, sebagaimana diuraikan dalam postingan-postingan sebelumnya. Agar mampu berkompetisi dalam masyarakat global tersebut, setiap bangsa bukan hanya harus menguasai perkembangan ilmu dan teknologi, tetapi juga mempunyai penguasaan yang cukup pula atas sains sosial dan humaniora serta perkembangannya.

Dalam abad ini masing-masing ilmu tidak lagi harus bekerja sendiri, melainkan berbagai cabang ilmu dapat bekerja sama, bukan hanya dalam sesama kelompok sains, teknolgi, atau sains sosial dan humaniora saja, melainkan dalam banyak hal antara beberapa kelompok. Walaupun perkembangan sains dan teknologi canggih adalah konsumsi perguruan tinggi, namun kesiapan mahasiswa menyerapnya sangat ditentukan oleh hasil pendidikan pra universitas, mulai jenjang pendidikan dasar sampai ke jenjang pendidikan menengah, bahkan mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Dengan demikian rangkaian setiap jenjang pendidikan, sekurang-kurangnya mulai jenjang pendidikan dasar sampai dengan jenjang pendidikan tinggi, dan sedapat-dapatnya mulai dari PAUD haruslah merupakan rantai-rantai yang masing-masing terdiri dari mata rantai dengan ciri khasnya dan semuanya tersambung secara utuh. Walaupun demikian, pada rangkaian rantai suatu jenjang ke rantai jenjang berikutnya perlu diberi cabang, yaitu rantai yang mengarah ke pendidikan lanjut (pendidikan akademik) dan rantai yang mengarah ke persiapan memasuki masyarakat (pendidikan kejuruan, vokasi, dan profesi).

Demikian pula, untuk menghadapi dunia global ini usaha meningkatkan mutu pendidikan sampai bertaraf internasional adalah suatu keharusan, namun bukan dengan mempertentangkan atau membedakan yang satu dengan yang lain dengan berbagai sebutan. Sekalipun demikian, menanamkan rasa kebangsaan dan penghayatan dan kemampuan menghargai budaya nasional merupakan butir yang harus selalu dilakukan di setiap jenjang pendidikan.

Demikianlah uraian mengenai Tujuan Pendidikan Nasional Abad XXI. Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon