Monday, April 06, 2015

Model-Model Pembelajaran Inovatif di PAUD

Model-Model Pembelajaran Inovatif di PAUD - Postingan kali ini, membumikan pendidikan akan share mengenai model-model pembelajaran inovatif pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Sudah menjadi keharusan bahwa dalam menyajikan suatu pembelajaran dibutuhkan suatu model pembelajaran yang mudah dan bisa dinikmati oleh anak didik apalagi dalam membelajarkan anak usia dini. Pembelajaran yang bermakna yang disajikan oleh guru kepada anak usia dini akan berdampak signifikan pada perkembangannya. Sehingga kebutuhan anak akan terpenuhi dalam kehidupannya.

Dalam membelajarkan anak usia dini, minimal ada 4 (empat) model pembelajaran yang bisa digunakan, di antaranya adalah :
  • Model pembelajaran dengan Pendekatan Kelompok [di bawah]
  • Model Pembelajaran dengan Pendekatan Sudut [disini]
  • Model Pembelajaran dengan Pendekatan Area [disini]
  • Model Pembelajaran dengan Pendekatan Sentra [disini]

Namun pada kesempatan kali ini, membumikan pendidikan hanya akan share mengenai model pembelajaran yang pertama yaitu model pembelajaran dengan pendekatan kelompok. Berikut uraian singkatnya.

Model Pembelajaran dengan Pendekatan Kelompok

Pembelajaran berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman, adalah pola pembelajaran dimana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, biasanya anak dibagi menjadi (tiga) kelompok dan masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Dalam satu kali pertemuan, anak harus menyelesaikan 2-3 kegiatan dalam kelompok secara bergantian dengan tuntas. Apabila dalam pergantian kelompok, terdapat anak-anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari pada temannya, maka anak tersebut dapat menentukan kegiatan lain sejauh kelompok lain tersedia tempat. Namun apabila tidak tersedia tempat, maka anak tersebut dapat bermain pada tempat tertentu di dalam kelas yang telah disediakan guru yang disebut dengan kegiatan pengaman. Pada kegiatan pengaman sebaiknya disediakan alat-alat yang lebih bervariasi dan sering diganti disesuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas.

Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas yang meliputi penataan ruangan maupun pengorganisasian peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan dan program yang direncanakan akan membantu pencapaian pembelajaran yang optimal. Untuk itu hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah:
  • Penataan perabot di ruangan harus disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.
  • Pengelompokan meja dan kursi anak disesuaikan dengan kebutuhan sehingga ruang gerak peserta didik leluasa. Susunan meja kursi dapat berubah-ubah. Pada waktu mengikuti kegiatan, anak tidak selalu duduk di kursi, tetapi dapat juga duduk di tikar/karpet.
  • Dinding dapat digunakan untuk menempelkan informasi yang dipergunakan sebagai sumber belajar dan hasil kegiatan anak, tetapi jangan terlalu banyak sehingga dapat mengganggu perhatian anaak.
  • Peletakan dan penyimpanan alat bermain diatur sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya sehingga dapat melatih anak untuk pembiasaan yang ingin dicapai seperti kemandirian, tanggung jawab, membuat keputusan, kebiasaan mengatur kembali peralatan dan sebagainya.

Baca juga: Merancang Berbagai Jenis Permainan dan Alat Permainan Edukatif

Alat bermain untuk kegiatan pengaman diatur dalam ruangan, sehingga dapat berfungsi apabila diperlukan oleh peserta didik.
Pengelolaan Kelas Model Kelompok dengan Pengaman
Pengelolaan Kelas Model Kelompok dengan Pengaman

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan belajar mengajar dengan model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Kegiatan Pendahuluan/ Awal (+ 30 menit)
Kegiatan pendahuluan/awal dilaksanakan secara klasikal artinya kegiatan yang dilakukan oleh seluruh anak dalam satu kelas, dalam satu satuan waktu dengan kegiatan yang sama. dan sifatnya pemanasan, misalnya berdoa, presensi, bernyanyi sesuai tema, bertepuk tangan, berdiskusi dan tanya jawab tentang tema dan sub tema atau pengalaman yang dialami anak. Jika pada waktu diskusi terjadi kejenuhan diharapkan pendidik membuat variasi kegiatan, misalnya dilanjutkan dengan kegiatan fisik/motorik kasar atau permainan yang melatih pendengaran anak.
  • Kegiatan Inti (+ 60 menit)
Sifat dari kegiatan ini adalah kegiatan yang mengaktifkan perhatian, kemampuan dan sosial emosi anak. Kegiatan terdiri dari bermacam-macam kegiatan bermain yang dipilih dan disukai anak agar dapat bereksplorasi, bereksperimen, meningkatkan pengertian-pengertian, konsentrasi, memunculkan inisiatif, kemandirian dan kreativitasnya serta dapat membantu dan mengembangkan kebiasaan bekerja yang baik.

Pada kegiatan ini anak terbagi beberapa kegiatan kelompok, artinya dalam satu satuan waktu tertentu terdapat beberapa kelompok anak melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Pengorganisasian anak saat kegiatan pada umumnya dengan kegiatan kelompok, namun adakalanya diperlukan menggunakan kegiatan klasikal maupun individual.

Sebelum anak dibagi menjadi kelompok, pendidik menjelaskan kegiatan atau hal-hal yang berkaitan dengan tugas masing-masing kelompok secara klasikal. Pada kegiatan inti dalam satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Pendidik bersama anak dapat memberi nama masing-masing kelompok. Anak diberi kebebasan untuk memilih kegiatan yang ada pada kelompok yang diminatinya dan tempat yang disediakan. Semua anak hendaknya secara bergantian mengikuti kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh pendidik. Setelah anak dapat mengikuti secara teratur, maka anak boleh memilih kegiatan sendiri dengan tertib.

Anak-anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari pada temannya dapat meneruskan kegiatan di kelompok lain. Jika tidak tersedia tempat, anak tersebut dapat melakukan kegiatan di kegiatan pengaman. Fungsi kegiatan pengaman adalah:
  1. Sebagai tempat kegiatan anak yang telah menyelesaikan tugasnya lebih cepat sehingga tidak mengganggu teman lain.
  2. Untuk memotivasi anak agar cepat menyelesaikan tugasnya
  3. Untuk mengembangkan aspek emosional, sosial, kemandirian, kerjasama dan kreativitas anak.
  4. Sebagai alat peraga

Sebaiknya alat-alat yang disediakan pada kegiatan pengaman lebih bervariasi dan sering diganti disesuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas.

Pada waktu kegiatan kelompok berlangsung, pendidik tidak berada di satu kelompok saja melainkan juga memberikan bimbingan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan walaupun peserta didik tersebut berada di kelompok lain.
  • Istirahat/Makan (+ 30 menit)
Kegiatan ini kadang-kadang dapat digunakan untuk mengisi indikator/kemampuan yang hendak dicapai yang berkaitan dengan kegiatan makan, misalnya tata tertib makan, jenis makanan bergizi, rasa sosial dan kerjasama. Setelah kegiatan makan selesai, waktu yang tersedia dapat digunakan untuk bermain dengan alat permainan di luar kelas yang bertujuan mengembangkan fisik/motorik.

Baca juga: Prinsip-Prinsip dalam Pengembangan Motorik Halus

  • Penutup (+ 30 menit)
Kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan penutup bersifat menenangkan anak dan diberikan secara klasikal, misalnya membaca cerita dari buku, pantomim, menyanyi, atau apresiasi musik dari berbagai daerah. Kegiatan ini diakhiri dengan tanya jawab mengenai kegiatan yang berlangsung, sehingga anak mengingat dan memaknai kegiatan yang dilaksanakan dan kemudian dilanjutkan dengan pesan-pesan dan doa pulang.

Penilaian dalam Model Pembelajaran dengan Pendekatan Kelompok

Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung guru hendaknya mencatat segala hal yang terjadi baik terhadap program kegiatannya maupun terhadap perkembangan peserta didik. Segala catatan pendidik digunakan sebagai bahan masukan bagi keperluan penilaian.

Demikianlah uraian singkat mengenai model pembelajaran dengan pendekatan kelompok pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan sahabat-sahabat membumikan pendidikan. Untuk uraian mengenai model-model pembelajaran di PAUD yang lainnya akan membumikan pendidikan share pada postingan-postingan berikutnya.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon