Saturday, April 25, 2015

Pendekatan Pembelajaran Pada Anak Usia Dini (AUD)

Pendekatan Pembelajaran Pada Anak Usia Dini (AUD) - Pendidikan anak usia dini bertujuan untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Pendidikan anak usia dini pada umumnya diarahkan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh sesuai dengan norma-norma dan nilai- nilai kehidupannya. Melalui pendidikan, anak diharapkan dapat mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya – agama, intelektual, sosial, emosi, dan fisik, memiliki dasar-dasar agama yang dianutnya, memiliki kebiasaan-kebiasaan prilaku yang diharapkan, menguasai sejumlah pengetahuan dan keterampilan dasar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan, serta memiliki motivasi dan sikap belajar yang positif.

Kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini menunjukkan akan esensi pendidikan itu sendiri dalam merespon tantangan dan persaingan dewasa ini. Sejak lama banyak ahli (Montessori, Peabody, Froebel, Ki Hajar Dewantara, Cuisenaire) yang memandang anak usia dini sebagai fase yang sangat fundamental bagi perkembangan kepribadian dasar individu. Meskipun ada pola-pola perkembangan umum yang lajim dilalui oleh anak, variasi individual antar anak yang satu dengan anak yang lainnya tetap ada. Masing-masing anak merupakan pribadi yang unik dan menarik.

Dengan demikian perilaku orang dewasa yang lain yang dapat membantu perkembangan anak adalah dengan memberikan umpan balik yang positif, bersikap terbuka, melakukan negosiasi, mau mendengar, adanya kedekatan emosional sehingga anak merasa dihargai, diterima dan diakui. Selain itu dengan memberikan berbagai perangsangan tersebut anak diharapkan dapat mengatur perasaan dan emosinya sendiri yang kemudian dapat berpengaruh terhadap hubungan sosial mereka kelak.

Jenis Pendekatan Pembelajaran Pada Anak Usia Dini

Pembelajaran anak usia dini dapat dikelompokkan menjadi tiga pendekatan, yaitu:  pembelajaran bebas, pembelajaran terpimpin, dan pembelajaran kondusif.
Pendekatan Pembelajaran Pada Anak Usia Dini (AUD)

Pembelajaran Bebas

Pengertian Pembelajaran Bebas
Pembelajaran bebas merupakan suatu strategi pembelajaran yang memberikan  kesempatan  yang  seluas-luasnya  untuk mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna kepada anak. Strategi ini sangat menguntungkan anak yang memiliki kekuatan untuk mandiri. Anak yang mandiri menunjukkan kepemimpinannya, tidak terlalu tergantung guru. Bila perlu anak datang kepada guru. Kreativitasnya dapat berkembang. Iapun tidak canggung, kebutuhan bermain anak dicukupi, kegiatan bermain dihargai dan dianggap sebagai cerminan kehidupan yang sebenarnya. Sebaliknya bagi anak yang kurang mandiri, model pembelajaran ini dapat menimbulkan frustasi, tidak tahu apa yang harus dilakukan, putus asa, cemas, bosan, bingung, dan tidak terkendalikan.

Ciri-ciri Pembelajaran Bebas
Pembelajaran bebas memiliki ciri-ciri atau karakteristik sebagai berikut:
  • Kegiatan pembelajaran berpusat pada anak
  • Memberikan pengalaman langsung pada anak
  • Strategi pembelajaran kurang terstruktur, bersifat fleksibel
  • Kebebasan bermain tidak dibatasi
  • Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak

Prosedur Pembelajaran Bebas
  • Pelajari kompetensi dasar pada kelompok dan semester yang sama dari setiap kemampuan yang akan dikembangkan.
  • Dalam pelaksanaan pembelajaran bebas perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu, memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan
  • Persiapkan alat-alat bermain yang bervariasi untuk menunjang kegiatan yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan

Pembelajaran Terpimpin

Pengertian Pembelajaran Terpimpin
Berbeda dengan pembelajaran bebas, pembelajaran terpimpin merupakan strategi yang sepenuhnya dikendalikan guru. Guru lebih banyak berbicara dan anak mendengarkan,  mengikuti contoh dan perintah guru, melakukan drill dan latihan sesuai rencana guru. Anak yang tidak dapat menangkap contoh, dipisahkan dan dibetulkan guru. Anak merasa berhasil kalau ia dapat menjalankan apa kehendak guru. Suasana pembelajaran diwarnai oleh banyaknya perilaku yang tidak dibenarkan guru sehingga banyak anak membutuhkan peringatan guru terus- menerus untuk menyelesaikan tugasnya.

Ciri-ciri Pembelajaran Terpimpin
Beberapa karakteristik pembelajaran terpimpin yaitu:
  • Berpusat pada perilaku mengajar guru
  • Kreativitas anak kurang berkembang
  • Menyajikan konsep dan berbagai materi dalam suatu proses pembelajaran untuk dikuasai anak
  • Menekankan disiplin, keteraturan prosedur, dan menghargai senioritas
  • Hasil belajar ditentukan oleh kegiatan-kegiatan guru dalam mengajar

Prosedur Pembelajaran Terpimpin
  • Guru menyusun silabi berdasarkan kompetensi dasar yang akan dikembangkan
  • Guru menyiapkan alat-alat peraga/bermain sesuai dengan kompetensi yang telah direncanakan
  • Dalam proses pelaksanaannya, anak dikondisikan untuk mentaati instruksi, perintah, dan larangan dari guru
  • Penilaian hasil belajar berdasarkan pada penguasaan anak sesuai dengan apa yang diperintah guru

Pembelajaran Kondusif (Supportive climate)

Pengertian Pembelajaran Kondusif (Supportive climate)
Pembelajaran kondusif ini merupakan kombinasi antara suasana pembelajaran bebas dengan suasana pembelajaran terpimpin. Guru dan anak berbagi proses pembelajaran dan pengalaman. Guru berusaha menyeimbangkan secara efektif antara kebebasan aktif bereksplorasi dan membatasi agar merasa aman ketika belajar. Guru mencipta lingkungan pembelajaran dengan penuh pilihan minat. Keteraturan dalam rutinitas. Anak diberi penguatan untuk mengekspresikan diri dan menjalankan keinginannya. Meskipun tugas telah direncanakan oleh guru, anak tetap berkesempatan untuk mengambil keputusan pilihan materi dan bahan. Sepanjang hari guru bertindak sebagai partner yang menaruh minat pada apa yang dilakukan anak. Guru mengamati, mendengarkan, berinteraksi, membesarkan hati anak, membantu memecahkan masalah. Guru memberi model perilaku yang benar dan mengkaitkannya dengan pengalaman anak. Keterlibatan  anak  untuk  bertanggung  jawab  atas  solusi atau  hasil pemecahan masalahnya  sendiri. Mencipta suasana yang supportive mendukung kebutuhan anak. Anak belajar aktif, mereka fokus pada minat, dan inisatifnya, mencoba ide, bicara tentang apa yang dilakukan, memecahkan masalah sendiri.

Ciri-ciri Pembelajaran Kondusif (Supportive climate)
Karakteristik utama pembelajaran kondusif antara lain:
  • Pengalaman dan kegiatan belajar re1evan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak.
  • Menyenangkan karena bertolak dan minat dan kebutuhan anak.
  • Hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna.
  • Mengembangkan keterampilan berpikir anak dengan permasalahan yang dihadapi.
  • Menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
Prosedur Pembelajaran Kondusif (Supportive climate)
  • Pembelajaran kondusif dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih bermakna dan utuh.
  • Dalam pelaksanaan pembelajaran kondusif perlu mempertimbangkan antara lain alokasi waktu, memperhitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan.
  • Pilihlah tema yang terdekat dengan anak.
  • Lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan dicapai dari pada tema.

Pendekatan apapun yang digunakan dalam pembelajaran anak usia dini, diharapkan selalu mendudukkan anak sebagai pusat perhatian dan perlakuan. Peranan guru dalam pembentukan pola pembelajaran bukan ditentukan oleh didaktik metodik “apa yang akan dipelajari”, melainkan pengalaman belajar diperoleh melalui serangkaian kegiatan untuk mengeksplorasi secara aktif lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan buatan, serta berkonsultasi dengan nara sumber lain. Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon