Saturday, May 02, 2015

Faktor Penyebab Kelainan atau Anak Berkebutuhan Khusus

Faktor Penyebab Kelainan atau Anak Berkebutuhan Khusus - Pada postingan kali ini, membumikan pendidikan akan share mengenai berbagai faktor penyebab terjadinya anak berkebutuhan khusus dengan dibubuhi sedikit ilusrasi dengan maksud agar lebih mudah dipahami. Selain itu sahabat-sahabat membumikan pendidikan juga diharapkan untuk membaca berbagai referansi yang relevan dengan konteks bahasan pada postingan kali ini. Dengan demikian, sahabat-sahabat membumikan pendidikan diharapkan akan mampu menjelaskan faktor penyebab terjadinya kelainan atau anak berkebutuhan khusus. Langsung saja berikut uraiannya.

Faktor Penyebab Anak Berkebutuhan Khusus

Ada berbagai faktor yang menyumbang terjadinya anak berkebutuhan khusus. Adapun faktor-faktor tersebut meliputi:
Faktor Penyebab Kelainan atau Anak Berkebutuhan Khusus

  • Heriditer
Ilustrasi
Sepasang suami istri yang cukup bahagia dengan menunggu kelahiran anak pertamanya, kehamilan istrinya telah memasuki minggu ke 40. Setelah anaknya lahir betapa terkejutnya pasangan tersebut mendapatkan anak yang mengalami kelainan, dokter menyebutnya dengan Down’s syndrome atau mongolism. Setelah mereka berkonsultasi dengan dokter ahli genetika maka diketahui bahwa pasangan suami istri tersebut memiliki gen yang sama. Hal ini dimungkinkan masih adanya jalinan darah atau saudara dari pasangan suami istri tersebut. Adanya kesamaan gen pada pasangan suami istri memiliki resiko tinggi untuk melahirkan anak kelainan kromosome salah satunya adalah Down’s syndrome atau mongolism, bagi anak Down’s syndrome sering kelainannya adalah kelebihan kromosome pada pasangan kromosome ke 21 yang dikenal dengan trisomi 21, dimana pada manusia terdapat 23 pasang kromosome.

Ilustrasi tersebut memaparkan bahwa faktor penyebab yang berdasarkan keturunan atau sering dikenal dengan genetik, yaitu kelainan kromosome, pada kelompok faktor penyebab heriditer masih ada kelainan bawaan non genetik, seperti kelahiran pre-mature dan BBLR (berat bayi lahir rendah) yaitu berat bayi lahir kurang dari 2.500 gram, merupakan resiko terjadinya anak berkebutuhan khusus. Demikian juga usia ibu sewaktu hamil di atas 35 tahun memiliki resiko yang cukup tinggi untuk melahirkan anak berkebutuhan khusus seperti terlihat pada tabel berikut.
Daftar Resiko Ibu Melahirkan Anak Berkebutuhan Khusus
 
  • Infeksi
Merupakan suatu penyebab dikarenakan adanya berbagai serangan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan baik langsung maupun tidak langsung terjadinya kelainan seperti infeksi TORCH (toksoplasma, rubella, cytomegalo virus, herpes), polio, meningitis, dsb. Sebagai gambaran dapat dikemukakan sebagai berikut:

Ilustrasi
Ada seorang ibu yang tengah hamil, dalam pemeriksaan dokter ternyata ibu tersebut mengidap virus toksoplasma, maka oleh dokter dikatakan ibu tersebut memiliki resiko tinggi melahirkan anak berkebutuhan khusus. Dalam perjalanan kehamilan ibu tersebut sering mangalami resiko keguguran namun masih dapat dipertahankan. Setelah memasuki masa kelahiran yaitu minggu ke 40 ternyata lahirlah bayi dengan resiko (BDR), artinya bayi yang dilahirkan tersebut memiliki resiko menjadi anak berkebutuhan khusus karena terinfeksi virus tokso, sedangkan virus tokso menyerang pada susunan syaraf terutama syaraf pusat (otak), sehingga beresiko menjadi anak berkebutuhan khusus.

  • Keracunan
Ilustrasi
Seorang ibu muda sering merasa pusing dan mual-mual, untuk menghilangkan rasa pusing seperti biasa dia mengkonsumsi obat sakit kepala yang dijual bebas di pasaran. Setelah sekian lama kira-kira 2 bulan rasa pusingnya juga tidak pernah mereda, maka dia memeriksakan dirinya ke dokter. Dari pemeriksaan ternyata ibu tadi dinyatakan telah hamil 2 bulan. Setelah mengetahui kehamilannya maka dia lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi obat-obatan, pada usia kehamilan yang ke 40 minggu ibu tadi melahirkan anaknya dengan normal. Setelah mengikuti perkembangan anaknya ternyata anak tersebut usia 2 tahun belum dapat berbicara. Padahal berdasarkan perkembangan anak normal seharusnya anak tersebut sudah dapat berbicara 1 sampai 2 patah kata. Anak tersebut mengalami kelambatan wicara (delayed speech).

Ilustrasi tersebut di atas merupakan gambaran salah satu penyebab lahirnya anak berkebutuhan khusus. Masih banyak jenis keracunan yang merupakan penyebab yang cukup banyak ditemukan karena seperti pola hidup masyarakat, keracunan dapat secara langsung pada anak, maupun melalui ibu hamil. Munculnya FAS (fetal alchohol syndrome) adalah keracunan janin yang disebabkan ibu mengkonsumsi alkohol yang berlebihan, kebiasaan kaum ibu mengkonsumsi obat bebas tanpa pengawasan dokter merupakan potensi keracunan pada janin. Jenis makanan yang dikonsumsi bayi yang banyak mengandung zat-zat berbahaya merupakan salah satu penyebab. Adanya polusi pada berbagai sarana kehidupan terutama pencemaran udara dan air, seperti peristiwa Bhopal dan Chernobil sebagai gambarannya.

  • Trauma
Kejadian yang tak terduga dan menimpa langsung pada anak, seperti proses kelahiran yang sulit sehingga memerlukan pertolongan yang mengandung resiko tinggi, atau kejadian saat kelahiran saluran pernafasan anak tersumbat sehingga menimbulkan kekurangan oksigen pada otak (asfeksia), terjadinya kecelakaan yang menimpa pada organ tubuh anak terutama bagian kepala.

Bencana alam seperti gempa bumi sering menyebabkan kejadian trauma. Ada seorang anak usia 4 tahun mengalami peristiwa gempa bumi yang menguncang daerah Yogyakarta tahun 2006. Anak tersebut mengalami fraktur pada tulang belakang, yang akhirnya menyebabkan anak tersebut mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya secara permanen. Hal ini dimungkinkan karena adanya syaraf motorik anggota gerak bawah anak tersebut yang mengalami kerusakan, karena pada sumsum tulang belakang (medula spinalis) merupakan pusat syaraf otonom dan motorik.

  • Kekurangan gizi
Masa tumbuh kembang sangat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak terutama pada 2 tahun pertama kehidupan. Kekurangan gizi dapat terjadi karena adanya kelainan metabolism maupun penyakit parasit pada anak seperti cacingan. Hal ini mengingat Indonesia merupakan daerah tropis yang banyak memunculkan atau tempat tumbuh-kembangnya penyakit parasit dan juga karena kurangnya asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak pada masa tumbuh kembang. Hal ini di dukung oleh kondisi penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.

Jika dipandang dari sudut waktu terjadinya kelainan dapat di bagi menjadi:

a. Pre-natal,
Terjadinya kelainan anak semasa dalam kandungan atau sebelum proses kelahiran. Misalnya seorang ibu yang tengah hamil muda > 3 bulan keracunan olkhohol.

b. Peri-natal,
Sering juga disebut natal waktu terjadinya kelainan pada saat proses kelahiran dan menjelang serta sesaat setelah proses kelahiran.

c. Pasca-natal,
Terjadinya kelainan setelah anak dilahirkan sampai dengan sebelum usia perkembangan selesai (kurang lebih usia 18 tahun).

Demikianlah uraian mengenai Faktor Penyebab Kelainan atau Anak Berkebutuhan Khusus. Semoga dapat menambah wawasan sahabat-sahabat membumikan pendidikan dan juga mudah-mudahan dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon