Saturday, May 23, 2015

Karakateristik Anak Berkebutuhan Khusus yang Mengalami Kelainan Akademik

Karakateristik Anak Berkebutuhan Khusus yang Mengalami Kelainan Akademik - Pada kesempatan postingan kali ini, membumikan pendidikan akan mencoba mengantarkan pada sahabat-sahabat untuk memahami karakateristik anak berkebutuhan khusus yang mengalami kelainan akademik, yaitu anak berbakat, dan anak berkesulitan belajar. Untuk itu sahabat-sahabat diharapkan dapat mencermatinya dengan baik, dan juga membaca referensi yang relevan dengan postingan kali ini. Sehingga sahabat setelah mencermati pembahasan pada postingan ini sahabat diharapkan dapat memahami karakteristik anak berkebutuhan khusus yang mengalami kelainan akademik. Langsung saja di bawah ini uraian lengkapnya.
Karakateristik Anak dengan Kelainan Akademik

Karaktersitik Anak Berbakat

Ilustrasi
Edo adalah seorang anak kelas 3 sebuah SD, dia termasuk anak yang rajin dan disiplin dalam segala hal. Dalam pergaulan dengan tema-temannya Edo terlihat menonjol, dia sering terlihat memimpin teman-temannya dalam permainan, dan dia juga terlihat sangat disenangi oleh teman-temannya dalam pergaulan. Pada bidang akademik ternyata Edo memiliki prestasi yang sangat baik semua mata pelajaran prestasi belajarnya ada di atas rerata kelas Edo adalah bintang di kelasnya. Para guru sangat senang dengan perilaku Edo karena setiap diberikan tugas dia selalu berusaha menyelesaikan sesuai dengan perintah atau tugas yang dibebankan kepadanya, selain itu dia juga sering mencoba sesuatu yang baru. Setelah diadakan pemeriksaan psikologis di sekolah ternya Edo memang memiliki kapasitasd intelektual atau IQ yang lebih di bandingkan dengan teman-temannya yaitu 132, ini salah satu kriteria anak berbakat.

Anak berbakat dalam konteks ini adalah anak-anak yang mengalami kelainan intelektual di atas rata-rata. Berkenaan dengan kemampuan intelektual ini Cony Semiawan (1997:24) mengemukakan, bahwa diperkirakan satu persen dari populasi total penduduk Indonesia yang rentangan IQ sekitar 137 ke atas, merupakan manusia berbakat tinggi (highly gifted), sedangkan mereka yang rentangannya berkisar 120-137 yaitu yang mencakup rentangan 10 persen di bawah yang satu persen itu disebut moderately gifted. Mereka semua memiliki talen akademik (academic talented) atau keberbakatan intelektual.

Beberapa karakteristik yang menonjol dari anak-anak berbakat sebagaimana diungkapkan Kitato dan Kirby, dalam Mulyono (1994), dalam ini adalah sebagai berikut:

1. Karakteristik Intelektual
  • Proses belajarnya sangat cepat
  • Tekun dan rasa ingin tahu yang besar
  • Rajin membaca
  • Memiliki perhatian yang lama dalam suatu bidang khusus
  • Memiliki pemahaman yang sangat majau terhadap suatu konsep
  • Memiliki sifat kompetitif yang tinggi dalam suatu bidang akademik

2. Karakteristik Sosial-emosional
  • Mudah diterima teman-teman sebaya dan orang dewasa
  • Melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial, dan memberikan sumbangan pemikiran yang konstruktif
  • Kecenderungan sebagai pemisah dalam suatu pertengkaran
  • Memiliki kepercayaan tentang persamaan derajat semua orang, dan jujur
  • Perilakunya tidak defensif, dan memiliki tenggang rasa
  • Bebas dari tekanan emosi, dan mampu mengontrol emosinya sesuai situasi, dan merangsang perilaku produktif bagi oranglain.
  • Memiliki kapasitas yang luar biasa dalam menanggulangi masalah sosial.

3. Karakteristik Fisik-kesehatan
  • Berpenampilan rapi dan menarik
  • Kesehatannya berada lebih baik di atas rata-rata

Karaktersitik Anak Berkesulitan Belajar

Ilustrasi
Dodi seorang anak kelas 2 SD, dalam pergaulan dengan teman-temannya dia menunjukan aktivitas yang cukup baik. Pada bidang akademik di kelas, sebenarnya dia termasuk anak yang rajin dan aktive. Prestasi belajar yang dicapai juga cukup baik bahkan beberapa mata pelajaran seperti menulis, berhitung, dan lain-lainnya prestasinya berada di atas rerata kelas, jadi sebenarnya Dodi termasuk anak yang cerdas, tetapi pada mata pelajaran membaca dia mengalami kesulitan yang cukup mendasar yaitu sulit untuk mengabunggkan atau merangkai beberapa suku kata menjadi kata dan kalimat, sehingga pada bidang membaca Dodi selalu mengikuti program remidial yang diselenggarakan sekolah, tetapi selalu saja dia gagal mencapai prestasi membaca yang dipersyaratkan. Dalam pemeriksaan psikologis dia termasuk anak yang superior dalam kapasitas kemampuan intelektualnya atau IQ, tetapi pada bidang sintesis dan abstraksi ternyata dia jauh dibawah rerata normal, maka dia dikatakan sebagai anak yang berkesulitan belajar spesifik.

Berkesulitan belajar merupakan salah satu jenis anak berkebutuhan khusus yang ditandai dengan adanya kesulitan untuk mencapai standar kompetensi (prestasi) yang telah ditentukan dengan mengikuti pembelajaran konvensional. Learning disability merupakan suatu istilah yang mewadahi berbagai jenis kesulitan yang dialami anak terutama yang berkaitan dengan masalah akademis.

Secara umum berkesulitan belajar spesifik adalah anak yang mengalami gangguan pada satu atau lebih dari proses psikologi dasar termasuk pemahaman dalam menggunakan bahasa lisan atau tertulis yang dimanifestasikan dalam ketidak sempurnaan mendengar, berfikir, wicara, membaca, mengeja atau mengerjakan hitungan matematika. Konsep ini merupakan hasil dari gangguan persepsi, disfungsi minimal otak, disleksia, dan disphasia, kesulitan belajar ini tidak termasuk masalah belajar, yang disebabkan secara langsung oleh adanya gangguan penglihatan, pendengaran, motorik, emosi, keterbelakangan mental, atau faktor lingkungan, budaya, maupun keadaan ekonomi. Dimensinya mencakup:
  • Disfungsi pada susunan syaraf pusat (otak),
  • Kesenjangan (discrepancy) antara potensi dan prestasi
  • Keterbatasan proses psikologis
  • Kesulitan pada tugas akademik dan belajar


Kesenjangan antara potensi dan prestasi dalam berprestasi untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Secara umum dapat dikatakan bahwa kesulitan belajar adalah setiap anak yang tidak mampu mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurun waktu yang telah ditentukan dengan menggunakan pembelajaran konvensional.

Untuk memahami anak berkesulitan belajar spesifik memang harus mengenal karakteristik atau ciri-ciri khusus yang muncul pada anak-anak berkesulitan belajar, yang umumnya baru terdeteksi setelah anak usia 8 – 9 tahun atau kelas 3 – 4 SD masuk pada kelompok kesulitan belajar akademik, hal ini dikarenakan sulitnya mengenal karakteristik anak sejak dini. Adapun karakteristik yang dapat diamati adalah adanya kesenjangan (discrepancy) antara potensi anak dengan prestasi (akademik) dan perkembangan yang dicapai, kesenjangan ini minimal 2 level akademik atau 2 tahun perkembangan. Memiliki kesulitan pada satu bidang akademik/perkembangan yang tertinggal dibandingkan dengan bidang akademik/perkembangan lain yang dimiliki anak (perbedaan intra individual).

Demikianlah uraian mengenai Karakateristik Anak Berkebutuhan Khusus yang Mengalami Kelainan Akademik. Semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon