Friday, January 22, 2016

Aspek-Aspek PAUD Holistik dan Integratif

Aspek-Aspek PAUD Holistik dan Integratif - Setelah pada kesempatan sebelumnya membumikan pendidikan telah share mengenai hakikat pengembangan PAUD yang holistik dan integratif, maka kali membumikan pendidikan akan share aspek-aspek dari PAUD holistik dan integratif. Salah satu kebijakan Direktorat Jenderal PAUDNI tahun 2011 adalah mendorong penyelenggaraan PAUD holistik-integratif yang mampu mengoptimalkan/melejitkan kecerdasan anak, sesuai tahap tumbuh kembang anak, memberikan kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut dengan jangkauan sasaran yang makin luas, bermutu, merata dan berkeadilan.

Baca juga: Hakikat Pengembangan PAUD Holistik dan Integratif

Pengaruh Aspek-Aspek PAUD

Berbagai pendapat menyatakan bahwa layanan menyeluruh (holistik) kepada anak usia dini dirasa sangat penting, karena jika salah satu aspek yang seharusnya diberikan kepada anak tidak diberikan secara optimal, maka akan berpengaruh terhadap aspek yang lain. Berbagai pengaruh yang tampak antara lain :

Aspek-Aspek PAUD Holistik dan Integratif
1. Kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran merupakan wujud dari layanan pendidikan, yang dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing lembaga. Dalam konteks pembelajaran, sebaiknya pendidik dan tenaga kependidikan dapat memilih dan memilah metode, media, sumber belajar, sarana, serta waktu pembelajaran sesuai dengan tahapan usia dan tumbuh kembang anak sesuai dengan Permendiknas No.58 th 2009 tentang Standar PAUD.

Guna mengoptimalkan kualitas pembelajaran, dalam pelaksanaannya dapat melibatkan lembaga terkait yang berkompeten, seperti dinas pendidikan, himpaudi, IGKTI, atau lembaga lait yang terkait. Menyamakan persepsi antara pendidik dan orang tua tentang pendidikan yang tepat bagi anak usia dini dapat diupayakan dengan melibatkan orang tua di kelas sebagai peserta didik (dapat dilakukan 6 bulan sekali) agar terjadi kesepahaman dalam mendidik anak.
2. Layanan Kesehatan dan Gizi
  • 1) Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui sedini mungkin derajat kesehatan anak. Pemeriksaan kesehatan meliputi kesehatan badan, dan kesehatan gigi. Untuk pemeriksaan kesehatan badan dapat dilakukan setiap 2 bulan sekali sedangkan pemeriksaan kesehatan gigi dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali oleh tenaga medis (ahlinya).

Selain oleh tenaga medis, pemeriksaan kesehatan secara sederhana dapat juga dilakukan secara rutin oleh pendidik, misalnya pemeriksaan kebersihan telinga, hidung, kuku, dan gigi. Pemeriksaan kesehatan yang bersifat insidental/khusus juga perlu dilakukan, misalnya pada saat sering terjadi wabah penyakit, misalnya ketika musim penghujan sering terjadi wabah influenza dan batukbatuk, atau ketika terjadi wabah penyakit cacar, penyakit kulit, dan lain-lain.
  • 2) Gizi Seimbang
Asupan gizi seimbang sebaiknya diberikan secara berkala kepada anak dalam bentuk pemberian makanan tambahan, minimal seminggu sekali. Pemberian asupan gizi seimbang diharapkan dapat dijadikan sebagai wahana untuk membantu orangtua dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh anak. Menu yang diberikan sebaiknya bervariasi, disesuaikan dengan kemampuan orang tua (agar orang tua dapat menerapkannya di rumah), namun tetap memenuhi kebutuhan gizi anak (sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli gizi dari dinas kesehatan/puskesmas).

Dalam pemberian asupan gizi seimbang lembaga PAUD dapat mengoptimalkan peran orang tua anak dalam hal frekuensi pemberiannya, sumber dana, dan teknis pelaksananya. Pemberian makanan yang bergizi tidak harus yang mewah (mahal), tetapi dapat juga memanfaatkan potensi yang ada. Misalnya sayuran yang dipetik dari pekarangan atau kebun sendiri atau bahan makanan lain yang tersedia yang diolah sedemikian rupa agar tidak membosankan dan dapat merangsang selera makan anak namun tetap memiliki nilai gizi. Orang tua juga dapat dilibatkan dalam pengadaan makanan dengan gizi seimbang.
  • 3) Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (DDTK)
Deteksi tumbuh kembang anak harus dilakukan oleh lembaga PAUD untuk mengetahui sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga lebih mudah untuk diintervensi. Jika penyimpangan-penyimpangan yang terjadi diketahui melewati usia 6 tahun, maka intervensi yang dilakukan lebih sulit yang dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan permanen.

Kegiatan yang dilakukan dalam deteksi dini meliputi : pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, deteksi perkembangan anak, emosi anak, gangguan berbicara, dan gangguan pendengaran. Deteksi dini autis, ganggungan perhatian, dan hiperaktif dapat dilakukan apabila ada gejala-gejala atau ada kecurigaan terhadap ketiga gangguan tersebut. Pelaksanaan DDTK dapat dilakukan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang sudah terlatih. Namun, apabila belum ada tenaga yang terlatih, lembaga dapat bekerja sama dengan dinas kesehatan atau puskesmas terdekat untuk melakukannya, agar deteksi yang dilakukan benar-benar akurat dan dapat dipertanggung jawabkan hasilnya. Kegiatan deteksi pertumbuhan seperti timbang badan, tinggi badan dan lingkar kepala, dapat dilakukan sebulan sekali, sedang untuk perkembangan anak (bahasa, kognisi, motorik) dapat dilakukan secara berkala, sesuai kebutuhan atau usia anak.
  • 4) Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Pola hidup bersih dan sehat merupakan salah satu aspek yang sangat menunjang kesehatan anak. Pendidik dapat mengajarkan, memberi teladan dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan lembaga PAUD. Misalnya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, tidak jajan sembarangan, mandi dan gosok gigi 2 kali sehari, buang air besar dan kecil di toilet (toilet training), membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan lembaga, mengajarkan tentang menjaga kebersihan telinga, hidung, mulut dan mata.
3. Perlindungan Anak
Pada dasarnya setiap anak mempunyai hak yang sama dengan orang dewasa. Mereka mempunyai hak yang harus dihargai dan dilindungi. Banyak perundang-undangan yang telah mengatur tentang hak-hak anak. Misalnya undang-undang nomor 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak, dan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Perlindungan terhadap anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Hal lain yang perlu mendapatkan perlindungan misalnya: perlindungan dari kekerasan baik fisik maupun mental, diskriminasi, eksploitasi, human trafficking, dan tindakan asusila lainnya. Semua itu harus mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berahlak mulia, dan sejahtera. Melindungi anak merupakan kewajiban Negara/pemerintah, keluarga, orang tua, dan masyarakat. Menjalin kerjasama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam membimbing, mengawasi dan memberikan perlindungan kepada anak harus dilakukan, agar pertumbuhan dan perkembangan kehidupan anak dapat berjalan sesuai dengan yang seharusnya.

Perlindungan anak harus disosialisasikan oleh lembaga PAUD, baik kepada pendidik, orang tua atau masyarakat. Kegiatan sosialisasi dapat berbentuk seminar, orientasi, sarasehan, kunjungan rumah atau bentuk lain yang sesuai. Lembaga PAUD dapat berkerja sama dengan lembaga yang kompeten seperti Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), atau lembaga terkait lainnya.
Pendidik dapat mengimplementasikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak dalam setiap kegiatan, diantaranya menjaga keamanan dan keselamatan anak, menghargai hak anak untuk berbicara dan memberikan pendapat, hak untuk memilih jenis permainan dan APE yang diinginkan, mengawasi dan melindungi anak pada saat bermain, dan sebagainya, begitu juga orang tua dan masyarakat. Dengan adanya jaminan terhadap perlindungan hak-haknya, anak akan dapat menjalani kehidupannya dengan penuh semangat, dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya, dan akhirnya dapat mengaktulisasikan dirinya secara optimal untuk memberikan kontribusi positif terhadap bangsa dan Negara. Hak untuk mendapatkan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus juga harus menjadi perhatian tersendiri. Lembaga PAUD harus bersedia menerima anak-anak berkebutuhan khusus sesuai dengan kesiapan lembaga.
4. Pengasuhan dan Perawatan
Pengasuhan merupakan salah satu kebutuhan esensi anak yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tingkah laku dan praktikpratik pengasuhan yang dapat dilakukan seorang pengasuh (ayah, ibu, saudara kandung, kerabat dan lainnya) diantaranya adalah memenuhi kebutuhan makan, menjaga kesehatan, memberikan stimulasi, dukungan sosial dan lain-lain. Rutter (1984) dalam Satoto (1990) sebagaimana yang dilansir dalam Studi Kebijakan Bappenas (2006) mengemukakan bahwa untuk perkembangan anak yang normal, dibutuhkan kualitas asuhan ibu. Ada enam ciri yang dibutuhkan untuk melakukan pengasuhan, yaitu: (1) hubungan kasih sayang, (2) kelekatan atau keeratan hubungan, (3) hubungan yang tidak terputus, (4) interaksi yang memberikan rangsangan, (5) hubungan dengan satu orang pengasuh, dan (6) melakukan pengasuhan anak di rumah sendiri.
5. Parenting
Parenting atau pendidikan keorangtuaan yang bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada orang tua tentang cara mendidik, merawat dan mengasuh anak usia dini secara tepat. Di samping itu parenting juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang proses pendidikan anak usia dini pada satuan pendidikan anak usia dini.

Kegiatan parenting dapat dilakukan melalui: 1) Kelompok pertemuan orang tua, 2) kelas orang tua, 3) Keterlibatan orang tua di kelas, 4) Keterlibatan orang tua pada kegiatan di luar kelas, 5) Kunjungan ke rumah anak didik, 6) Konsultasi dengan ahli yang terkait dengan anak usia dini. Penyelenggaraan kegiatan dapat disesuaian dengan kemampuan, kesepakatan, dan ketersediaan sumber daya.

Demikianlah uraian mengenai aspek-aspek PAUD holistik dan integratif. Semoga dapat menambah wawasan keilmuan sahabat-sahabat membumikan pendidikan perihal PAUD holistik dan integratif. Terakhir semoga dapat bermanfaat.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon