Saturday, March 26, 2016

Hakikat Kecerdasan Sebagai First Humanity

Makna Kecerdasan - Kesempatan kali ini, membumikan pendidikan akan share mengenai makna kecerdasan. Sudah kita maklumi bersama, bahwa setiap kali kita diminta menilai siapa yang lebih cerdas di antara orang-orang cerdas seperti halnya Bill Gates (Pendiri Microsoft), J.K. Rowling, Oprah Winfrey, atau Munir, SH (alm.)? Atau siapa yang paling cerdas dari tokoh-tokoh dan ilmuan-ilmuan terkenal? Maka, sudah dipastikan banyak yang kebingungan untuk menjawabnya. Kecerdasan manusia dan kebutuhan untuk mengukurnya dengan berbagai instrumen dan indikator tiba-tiba menjadi hal yang penting, terutama ketika kecerdasan dihubungkan dengan syarat-syarat untuk mencapai kesuksesan hidup.
Redefinisi Kecerdasan: First Humanity

Apa sebenarnya kecerdasan itu? Berikut sedikit uraian ringkas yang mudah-mudahan bisa mengantarkan sahabat-sahabat membumikan pendidikan bisa menemukan dan memahami apa makna kecerdasan itu. Selamat membaca!

Hakikat Makna Kecerdasan

Mengapa harus dimulai dengan makna kecerdasan? Pemahaman makna kecerdasan merupakan awal dari aplikasi banyak hal yang terkait dalam diri manusia, terutama dalam dunia pendidikan. Kesepakatan atas paradigma dan makna tentang kecerdasan selanjutnya dapat menjadi awal penyusunan dan aplikasi sebuah sistem pendidikan.

Pembicaraan mengenai makna kecerdasan sangatlah luas. Teori-teori kecerdasan terus berkembang, mulai dari Plato, Aristoteles, Darwin, Alfred Binet, Stanberg, Piaget, dan sampai Howard Gardner. Perkembangan yang pesat ini mengerucut pada pola yang sama, yaitu bahwa makna kecerdasan banyak ditentukan oleh faktor situasi dan kondisi (konteks) yang terjadi pada saat teori tersebut muncul. Pada akhirnya, makna kecerdasan sangatlah bergantung pada banyaknya kepentingan eksternal dari hakikat kecerdasan itu sendiri. Kepentingan eksternal tersebut meliputi kepentingan politis, eugenic (keturunan), keunggulan ras, dan banyak lagi.

Teori kecerdasan mengalami puncak perubahan paradigma pada 1983 saat Howard Gardner, pemimpin Project Zero Harvard University mengumumkan perubahan makna kecerdasan dari pemahaman sebelumnya. Dan munculah Teori Multiple Intelegences yang belakangan ini diikuti oleh Psikolog dunia yang berpikiran maju, mulai menyita perhatian masyarakat. Betapa tidak, multiple intelegences yang awalnya adalah wilayah Psikologi ternyata berkembang sampai ke wilayah edukasi (pendidikan). Bahkan telah merambah dunia profesional di perusahaan-perusahaan besar.

Mengapa demikian besar dan sangat berpengaruh dalam menyita perhatian dunia? Setidaknya ada tiga paradigma mendasar yang diubah Gardner yang akan dipaparkan pada kesempatan selanjutnya tentang apa tiga paradigma mendasar tersebut.

Demikianlah semoga dapat bermanfaat dan bisa membuka wawasan keilmuan sahabat-sahabat membumikan pendidikan mengenai makna kecerdasan. Sampai bertemu kembali di postingan berikutnya.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon