Sunday, January 29, 2017

Membangun Budaya Sekolah yang Berkarakter

Sekolah yang Berkarakter - Pada postingan kali ini, Membumikan Pendidikan akan share mengenai bagaimana membangun budaya sekolah yang berkarakter. Membangun budaya sekolah yang berkarakrter berarti bagaimana semua warga sekolah terlibat dalam pembelajaran yang berkarakter. Begitu juga semua warga sekolah menjaga dalam perawatan, pemanfaatan, pemeliharaan sarana dan prasarana serta lingkungan sekolah.


Budaya Sekolah yang Berkarakter

Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan karakter melalui budaya sekolah mencakup semua kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru, konselor, tenaga administrasi dan peserta didik.
Membangun Budaya Sekolah yang Berkarakter
Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah dimana anggota masyarakat sekolah saling berinteraksi.
Interaksi yang terjadi meliputi antara peserta didik berinteraksi dengan sesamanya, kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, guru dengan siswa, konselor dengan siswa dan sesamanya, pegawai administrasi dengan dengan siswa, guru dan sesamanya. Interaksi tersebut terikat oleh berbagai aturan, norma, moral serta etika bersama yang berlaku di suatu sekolah. Kepemimpinan, keteladanan, keramahan, toleransi, kerja keras, disiplin, kepedulian sosial, kepedulian lingkungan, rasa kebangsaan, tanggung jawab dan rasa memiliki merupakan sebagian dari nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah.


Proses pendidikan karakter melibatkan siswa secara aktif dalam semua kegiatan keseharian di sekolah. Dalam kaitan ini, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lain diharapkan mampu menerapkan prinsip ”Tut Wuri Handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukkan peserta didik. Prinsip ini juga menyatakan bahwa proses pendidikan dilakukan dalam suasana belajar yang menyenangkan dan tidak indoktrinatif.


Dalam pendidikan karakter, proses pembelajaran di kelas tidak terlepas dari berbagai kegiatan lain di luar kelas atau bahkan di luar sekolah. Di dalam kelas, guru dapat mengawali dengan perkenalan terhadap nilai-nilai yang akan dikembangkan selama pembelajaran berlangsung, kemudian guru menuntun peserta didik agar terlibat secara aktif di sepanjang proses pembelajaran. Hal ini dilakukan dengan mengkondisikan peserta didik merumuskan dan mengajukan pertanyaan, mengemukakan pendapat menggunakan kata dan kalimat yang santun, mencari sumber informasi, dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, mengolah informasi yang sudah dimiliki, merekonstruksi data, fakta, atau nilai, menyajikan hasil rekonstruksi, menumbuhkan nilai-nilai budaya dan karakter pada diri peserta didik.

Keterlibatan semua warga sekolah, terutama peserta didik dalam perawatan, pemanfaatan, pemeliharaan sarana dan prasarana serta lingkungan sekolah sangat diperlukan dalam rangka membangun atau membentuk karakter peserta didik. Kondisi lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan nyaman dengan melibatkan siswa secara aktif akan menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab dan komitmen dalam dirinya untuk memelihara semua itu. Dengan demikian, diharapkan seluruh warga sekolah, menjadi peduli terhadap lingkungan sekolah, baik fisik maupun sosialnya.

Demikianlah uraian singkat mengenai membangun budaya sekolah yang berkarakter, semoga dapat memberikan inovasi-inovasi positif yang tentunya bisa membangun pendidikan dalam mewujudkan sekolah yang berkarakter.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon