Monday, January 30, 2017

Strategi Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Sekolah

Pendidikan Karakter di Sekolah - Pada postingan kali ini, Membumikan Pendidikan akan share tentang bagaimana strategi pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah. Sebelum membahas lebih jauh bagaimana strategi tersebut dilaksanakan. Sebagai pendahuluan Membumikan Pendidikan akan ulas sekilas mengenai apa itu pendidikan karakter?

Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa:
Pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.
Bertitik tolak dari definisi tersebut di atas, ketika kita berpikir tentang jenis karakter yang ingin kita bangun pada diri para siswa, jelaslah bahwa ketika itu kita menghendaki agar mereka mampu memahami nilai-nilai tersebut, memperhatikan secara lebih mendalam mengenai benarnya nilai-nilai itu, dan kemudian melakukan apa yang diyakininya itu, sekalipun harus menghadapi tantangan dan tekanan baik dari luar maupun dari dalam dirinya. Dengan kata lain mereka meliliki kesadaran untuk memaksa diri melakukan nilai-nilai itu. Baca jugaNilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Strategi Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Sekolah
Pengertian yang disampaikan Lickona di atas memperlihatkan adanya proses perkembangan yang melibatkan pengetahuan (moral knowing), perasaan (moral feeling), dan tindakan (moral action), sekaligus juga memberikan dasar yang kuat untuk membangun pendidikan karakter yang koheren dan komprehensif. Definisi di atas juga menekankan bahwa kita harus mengikat para siswa dengan kegiatan-kegiatan yang akan mengantarkan mereka berpikir kritis mengenai persoalan-persoalan etika dan moral; menginspirasi mereka untuk setia dan loyal dengan tindakan-tindakan etika dan moral; dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mempraktikkan perilaku etika dan moral tersebut.

Pendapat yang umum menyatakan bahwa cara terbaik untuk melaksanakan pendidikan karakter adalah melalui pendekatan komprehensif dan holistik, yaitu pendekatan yang meliputi dimensi kognitif, emosiol, dan perilaku, dengan melibatkan dan mengintegrasikannya ke dalam semua aspek kehidupan di sekolah (Baca juga: Pengintegrasian Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran). Pendekatan ini dapat juga dikatakan sebagai suatu reformasi yang menyeluruh dalam kehidupan sekolah. Kemudian strategi seperti apa yang bisa diterapkan di sekolah dalam rangka membangun suatu pendidikan yang berkarakter?

Strategi Pelaksanaan Pendidikan Karakter

Strategi pelaksanaan pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah dapat dilakukan melalui empat cara, yaitu:
(1) Pembelajaran (teaching), (2) Keteladanan (modeling), (3) Penguatan (reinforcing), dan (4) Pembiasaan (habituating).
Efektivitas pendidikan karakter sangat ditentukan oleh adanya pembelajaran (teaching), keteladanan (modeling), penguatan (reinforcing), dan pembiasaan (habituating) yang dilakukan secara serentak dan berkelanjutan. Pendekatan yang strategis terhadap pelaksanaan ini melibakan tiga komponen yang saling terkait satu sama lain, yaitu sekolah (kampus), keluarga, dan masyarakat. Ketika komponen sekolah (kampus) sepenuhnya akan menerapkan dan melaksanakan nilai-nilai (karakter) tertentu (prioritas), maka setiap nilai yang akan ditanamkan atau dipraktikkan tersebut harus senantiasa disampaikan oleh para guru melalui pembelajaran langsung (sebagai mata pelajaran) atau mengintegraskannya ke dalam setiap mata pelajaran. Baca jugaMenanamkan Pendidikan Karakter dengan Strategi Pembelajaran Afektif

Nilai-nilai prioritas tersebut selanjutnya harus juga dimodelkan (diteladankan) secara teratur dan berkesinambungan oleh semua warga sekolah (kampus), sejak dari petugas parkir, petugas kebersihan, petugas keamanan, karyawan administrasi, guru, dan pimpinan sekolah. Selanjutnya, nilai-nilai itu harus diperkuat oleh penataan lingkungan dan kegiataan-kegiatan di lingkungan sekolah (kampus). Penataan lingkungan di sini antara lain dengan menempatkan banner (spanduk-spanduk) yang mengarah dan memberikan dukungan bagi terbentuknya suasana kehidupan sekolah (kampus) yang berkarakter terpuji. Baca jugaMembangun Budaya Sekolah yang Berkarakter

Penguatan dapat pula dilakukan dengan melibatkan komponen keluarga dan masyarakat. Komponen keluarga meliputi pengembangan dan pembentukan karakter di rumah. Pihak sekolah (kampus) dapat melibatkan para orang tua untuk lebih peduli terhadap perilaku para anak-anak mereka. Sedangkan komponen masyarakat atau komunitas secara umum adalah sebagai wahana praktik atau sebagai alat kontrol bagi perilaku siswa dalam mengembangkan dan membentuk karakter mereka. Pihak sekolah (kampus) dapat melakukan komunikasi dan interaksi dengan keluarga dan masyarakat ini dari waktu ke waktu secara periodik.

Pembiasaan (habituation) dapat dilakukan di sekolah dengan berbagai cara dan menyangkut banyak hal seperti disiplin waktu, etika berpakaian, etika pergaulan, perlakuan siswa terhadap karyawan, guru, dan pimpinan, dan sebaliknya. Pembiasaan yang dilakukan oleh pimpinan, guru, siswa, dan karyawan, dalam disiplin suatu lembaga pendidikan merupakan langkah yang sangat strategis dalam mebentuk karakter secara bersama.

Demikianlah uraian mengenai Strategi Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Sekolah, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi serta bisa diimplementasikan dalam menciptakan iklim sekolah yang sehat dan berkarakter. Yang pada akhirnya melahirkan generasi-generasi bangsa yang berkarakter pula.

Advertisement

Terima kasih telah berkomentar dengan baik dan sopan.
EmoticonEmoticon